Kamis, 16 Agu 2018 05:29

Lembur Tak Dibayar, Jam Kerja Bermasalah, Pekerja PT CKGM Mogok Spontan

Paluta (utamanews.com)
Oleh: Maulana Syafii
Kamis, 24 Mei 2018 21:34
Maulana Syafii
Sejumlah pekerja pengisian tabung Gas LPG di PT CKGM lakukan protes terkait jam kerja.
Diduga kuat karena tidak mendapatkan pembayaran upah kerja lembur dan jam kerja yang bermasalah, sejumlah pekerja di perusahaan PT Cipta Karya Gemilang Mandiri (PT CKGM) melakukan protes dengan cara mogok spontan di lingkungan perusahaaan, di Kecamatan Simangambat, Paluta, Kamis (24/05/2018).

Informasi diterima wartawan dari Pengurus Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Logam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPL FSPMI) PT CKGM, Ahmad Rajin Harahap dan Saddam, mereka melakukan protes untuk memperjuangkan hak-hak normatifnya. "Kami melakukan protes kepada manajemen perusahaan, karena perusahaaan kami nilai sudah melanggar kesepakatan yang telah dibuat, yakni memberikan upah lembur bagi pekerja di atas 25 delivery order (DO)," sebut pekerja.

"Sesuai kesepakatan pekerja dengan pihak perusahaan pada bulan February 2018 lalu, jam kerja karyawan pengisian tabung gas LPG 3 Kg di PT CKGM sebanyak 25 DO. Bila lebih dari 25 DO, maka mendapatkan upah lembur," terangnya.

Namun, lanjut pekerja, sampai kini perhitungan upah lembur yang diberikan pihak perusahaan kepada pekerja terkesan semuanya perusahaaan Tanpa ada acuan upah yang disepakati kedua pihak. "Pernah kami bekerja lembur hingga 29 DO, tapi upah lemburnya hanya sebesar Rp 35.000 perorang. Begitu juga, Ketika kami bekerja sebanyak 27 DO, kami belum mendapatkan upah lemburnya," tegas pekerja. 

Untuk itu, lewat aksi protes hari ini, para pekerja di perusahaan SPPBE Pertamina ini menuntut agar pihak perusahaan dapat memberikan jam kerja sesuai ketentuan undang-undang ketenagakerjaan. "Kami juga menuntut perusahaaan tidak mempekerjakan kami di dua jenis pekerjaan yang berbeda-beda atau double job," tambahnya. 

Sementara itu, Kepala UPT Wasnaker Wilayah 4, Iskandar Zulkarnain saat dihubungi wartawan menyatakan, pihaknya memang sedang melakukan fungsi pengawasan terhadap manajemen perusahaan PT CKGM, terkait hubungan industrial dengan pekerjanya. 

"Nanti saya coba konfirmasi ke pihak manajemen. Memang, sebelumnya, Staf kami dari UPT Wasnaker Wilayah 4 sudah melakukan pengawasan ke perusahaaan PT CKGM, berdasarkan pengaduan dari pekerja," kata Iskandar. 

Sedangkan Manajer PT CKGM, July Chan, sampai berita ini diturunkan belum bisa dihubungi wartawan. Namun, berdasarkan catatan wartawan, manajer tersebut turut serta menandatangani kesepakatan bersama dengan pekerja terkait jam kerja sebanyak 25 DO per tim sebanyak 7 orang, yang dibuat pada bulan Februari 2018 lalu.

Editor: Erickson

T#g:Mogok
Berita Terkait
  • Selasa, 20 Feb 2018 18:40

    Puluhan Karyawan PT Sibuah Raya Mogok Kerja

    Sebanyak 48 karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit PR Sibuah Raya, berlokasi di Desa Siali-ali, Kecamatan Lubuk Barumun Kabupaten Padang Lawas (Palas) melakukan aksi mogok kerja di lingkungan per

  • Jumat, 20 Jun 2014 14:19

    Aksi Mogok Supir Taksi KNIA

    Puluhan supir taksi yang beroperasi di Bandara Kualanamu International Airport (KNIA) kembali protes kepada pihak PT Angkasa Pura II, Jumat (20/6/2014). Pasalnya "Taksi Gelap" masih terus beroperasi t

  • Kamis, 22 Mei 2014 20:36

    Jika Gaji Dipotong, PNS Gunungsitoli Akan Mogok Kerja

    Pemerintah Kota Gunungsitoli memastikan tidak akan ada rencana pemotongan gaji PNS, baik untuk membantu biaya operasional Badan Persiapan Pemekaran Provinsi Kepulauan Nias, maupun untuk hal yang lain.

  • Jumat, 03 Mei 2013 20:30

    Lagi, MAN 1 Lubuk Pakam Kembali Melakukan Aksi Mogok Belajar

    Ratusan pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lubuk Pakam kembali melakukan mogok belajar, Jumat (3/5/13). Mogok ini dilakukan karena hingga saat ini Kepala Sekolah (Kasek) Dra Marliana Nasution

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak