Program layanan rekam data Kartu Tanda Pendudukan Elektronik (E-KTP) di Kota Tebingtinggi yang seharusnya berakhir 31 Desember 2012 lalu akhirnya diperpanjang hingga Oktober 2013 mendatang. Hal itu disebabkan karena keterbatasan waktu dan dana.
"Bagi warga yang belum menerima E-KTP maka KTP
kovensional (lama) masih berlaku sampai 31 Oktober 2013, sedangkan KTP
elektronik ini berlaku seumur hidup”, demikian disampaikan Walikota
Tebingtinggi, Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan, MM saat melakukan kegiatan ‘Jumat Keliling’
(jumling) ke Kelurahan Bagelen Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi,
bersama Wakil Walikota, H. Irham Taufik, Sekdako, H. Johan Samose Harahap,
Kabag Humasy Pemko, Ahdi Sucipto serta sejumlah pimpinan SKPD sejajaran Pemko
Tebingtinggi, Jumat (18/1).
Menurut Umar Hasibuan, perekaman data E-KTP tetap
dilanjutkan karena adanya perkembangan dari penduduk yang memasuki usia 17
tahun. Oleh karena itu, Walikota memerintahkan para lurah dan camat agar terus
mengidentifikasi warganya yang belum merekam data E-KTP.
"Para camat dan lurah harus tetap memantau
warganya yang belum merekam data E-KTP supaya program layanan E-KTP bisa
berjalan optimal dan maksimal”, pesan Umar Hasibuan yang kedatangannya ke
Kelurahan Bagelen diterima Kepala Kelurahan Bagelen, M. Rusli dan Camat Padang
Hilir, Fery Fernando Lubis serta seluruh Lurah se- Kecamatan Padang Hilir.
Pada kesempatan itu, Umar Hasibuan juga menyampaikan
program bantuan pengurusan Akte Lahir yang dicanangkan oleh Pemko Tebingtinggi
sebanyak 1.500 lembar pada TA 2012 lalu, hanya terpakai sebanyak 600 akte.
Untuk itu, pada TA 2013 ini Pemko Tebingtinggi kembali mencanangkan sebanyak
1.000 akte kelahiran gratis.Sejumlah program disampaikan Walikota diantaranya
bidang pendidikan dan kegamaan serta sosial, UMKM dan peternakan. Di bidang
pendidikan, Pemko Tebingtinggi akan mencanangkan wajib belajar (wajar) 12 tahun
yakni hingga ketingkat sekolah lanjutan atas.
"Pemko Tebingtinggi sedang melakukan pelatihan
kursus tata boga, tata rias dan tata busana masing-masing kelurahan sebanyak 30
orang, setelah pelatihan nantinya akan diberikan bantuan peralatan secara
gratis supaya langsung bisa bekerja secara mandiri”, ungkap Walikota.
Di bidang sosial, seluruh warga miskin di Kota
Tebingtinggi mendapatkan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), sedangkan di
bidang keagamaan dicanangkan gerakan membaca Al-Qur’an setelah sholat maghrib
serta ‘Cinta Masjid’ yang bertujuan untuk meningkat pengetahuan di bidang
bacaan Qur’an serta meningkatkan akhlak, keimanan dan ketaqwaan kepada Allah
SWT.Walikota juga mengaku dalam waktu dekat akan dibangun lagi 2 unit rumah
susun sewa sederhana (rusunawa) dengan kapasitas 400 rumah bagi warga yang
belum memiliki tempat tinggal dan direncanakan akan di bangun di kawasan Sei
Segiling. "Untuk memberikan ruang hijau di kawasan pemukiman, kita himbau
warga yang membangun rumah agar menyediakan tanah terbuka sebesar 40 persen
yang sekaligus berfungsi sebagai daerah resapan air”, imbuh Umar Zunaidi
Hasibuan. (athar)

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama