Massa pembela Masjid Raudhatul Islam demo di hotel Emerald Medan
MEDAN (utamanews)
Jumat, 25 Jan 2013 22:54
ist
polisi berjaga di depan pintu masuk hotel emerald
Selepas Sholat Jumat tadi (25/1/13), 150 massa yang tergabung pada pembela Masjid Raudhatul Islam melakukan aksi unjuk rasa di depan Hotel Emerald Garden, Jalan Putri Hijau Medan. Aksi ini dilakukan untuk mempertanyakan pembangunan Masjid Raudhatul Islam yang sampai sekarang belum ada kepastiannya dan meminta pembangunan tembok yang sedang berlangsung dibatalkan. Pasalnya, tembok tersebut akan menutup akses warga ke mesjid Raudhatul Islam.
Aksi sempat diwarnai kericuhan karena massa tidak hanya menyampaikan pendapatnya namun sudah mulai mengganggu ketertiban umum serta kelancaran arus lalu lintas dengan membakar ban bekas di tengah jalan, tepat di depan SPBU miliki Pertamina. Tidak hanya itu, massa kemudian memaksa ingin masuk ke dalam hotel Emerald. Aparat Polresta Medan yang sebelumnya sudah siap berjaga mendorong mundur massa dan memadamkan api. Massa yang tidak terima aksinya dihadang polisi balas mendorong, hingga kemudian terjadilah kericuhan.
Koordinator Aksi, Indra Buana Tanjung mengatakan penghancuran mesjid-mesjid dan pemindahannya bertentangan dengan peraturan perundang-undangan tentang wakaf dan syariat Islam. Indra juga menegaskan unjuk rasa itu akan terus dilakukan hingga manajemen Hotel Emerald Garden membangun kembali masjid tersebut.
"Penghancuran mesjid merupakan tindakan yang brutal yang dapat memicu tindakan anarkis dan radikal," katanya.
Kasus perobohan masjid ini sendiri sedang dalam penanganan Polresta Medan. Setelah sempat redam selama ini, aksi kemudian terjadi kembali karena dipicu oleh tindakan PT. Jatimas Indo yang membangun tembok di atas tanah yang secara sah memang miliknya, namun menyebabkan akses warga ke mesjid menjadi tertutup. Pembangunan ini sendiri mendapat pengawalan dari salah satu OKP di Sumut.
Banyak pihak mengkhawatirkan permasalahan Masjid Raudhatul Islam ini akan berkembang menjadi konflik SARA, sebab orator maupun selebaran yang dibagi-bagikan ke massa sudah terang-terangan berisikan ajakan untuk membenci salah satu suku, dan bernada provokatif. Mampukah polisi mengendalikan keamanan disini? (samson)