Mako Polsek Percut Sei Tuan, Jalan Letda Sujono didatangi puluhan massa yang mengatas namakan KTGR (Kelompok Tani Gotong Royong) yang kecewa dengan kinerja kepolisian. Pasalnya dari kasus penyerangan dan pembacokan yang dilakukan oleh Joko cs hingga saat ini belum ada penyelesaiannya.
“Kami sangat kecewa dan kesal atas kinerja dari pihak kepolisian yang berat sebelah, padahal itu adalah tugas kepolisian, tetapi kenapa selalu beralasan kurangnya informasi dari masyarakat," ujar ketua KTGR, Omri Barus.
Dalam aksinya, massa KTGR ini membawa poster menuntut agar Joko Cs segera ditangkap. Selain itu massa KTGR yang di dominasi oleh ibu-ibu itu juga menghadiahi Polsek Percut Sei Tuan dengan uang sumbangan, karena mereka menganggap bahwa kasus tersebut ada unsur penyuapan.
Selain itu, massa KTGR ini juga menyayangkan tindakan dari Polsek Percut Sei Tuan yang melepas Edi Keloko yang sebelumnya sudah ditangkap, sementara Edi keloko telah jelas-jelas membacoknya pada saat kejadian penyerangan lalu yang membuatnya harus dirawat 1 malam di RS Marthondi karena mengalami luka bacok dibagian kepala sebelah kiri.
Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan AKP Faidir Chaniago saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya melepas Edi Keloko dikarenakan tidak memiliki cukup bukti.
"Joko adalah target utama, jadi kita akan terus melakukan pengejaran kepadanya," ujar Faidir. (herda)