Selasa, 28 Apr 2026

Galian C Ilegal dihentikan kaum ibu desa Naga Timbul

DELI SERDANG (utamanews)
Selasa, 19 Mar 2013 12:40
Lokasi Penimbunan Jalan yang membuat resah warga
 herda

Lokasi Penimbunan Jalan yang membuat resah warga

Setelah sempat beroperasi selama sepekan, pengorekan tanah liat atau pekerjaan Galian C ilegal milik Parmin (45 tahun) yang berada di Dusun II, Desa Nagarjo, Kecamatan Tanjung Morawa, akhirnya dihentikan ratusan warga yang umumnya kaum ibu dari Desa Naga Timbul, Kecamatan Tanjung Morawa. Aksi kaum ibu itu sendiri mereka gelar persis di Simpang masuk menuju ke lokasi pengerukan tanah tersebut di Dusun II, Desa Nagarjo, Tanjung Morawa, Minggu (17/3/13)

Dalam aksinya, warga langsung menghentikan puluhan Dump Truk jenis Tronton pengangkut tanah liat itu agar tak melintasii jalan di kawasan desa mereka. Aksi penyetopan digelar dengan cara memasang kayu balok dengan cara melintang di tengah jalan. Kaum ibu tersebut bersama beberapa aparat desa setempat meminta tegas kepada pihak Pemkab Deliserdang khususnya Satpol PP Deliserdang agar segera menghentikan aksi Galian C Ilegal yang digelar Parmin bersama seorang pengusaha asal kota Lubukpakam yakni Abeng serta Riko Nababan.

“Kami tak mau jalan di desa kami ini hancur hanya gara-gara dilintasi oleh puluhan Dump Truk Tronton muatan tanah korekan. Kehadiran Dump Truk beroda 10 itu jelas akan semakin membuat rusak jalan di desa kami. Hilir mudiknya puluhan Dump Truk itu juga menimbulkan polusi debu dan jembatan yang menyeberangi sungai merah di kampong kami ini bakal runtuh, sebab tonase Dump Truk jenis Tronton itu memang tak layak untuk melintasi jalan desa serta jembatan itu”, jelas Sutarmi (40 tahun) salah seorang ibu yang turut dalam aksi itu.

Aksi kaum ibu itu sendiri tidak ditemani oleh Kepala Desa Naga Timbul yakni Rusli Purba yang saat itu entah dimana keberadaanya. Warga menuding Rusli selaku kades setempat memang sengaja tak mendukung aksi kaum ibu itu, sebab Rusli telah menerima upeti dari pihak pengusaha.
Acara pertemuan dengan kedua belah pihak pun digelar di rumah Kepala Dusun setempat yakni Ucok. Kepada para ibu itu, pihak pengusaha Galian C mengiming-imingi kaum ibu agar membiarkan Dump Truk jenis Tronton itu melintasi desa mereka, dan kaum ibu itu pun dijanjikan akan diberi uang masing-masing Rp 100 ribu per orang.

Untungnya warga yang berunjuk rasa itu sontak menolak permintaan pihak pengusaha itu. Kaum ibu itu tetap bersikeras meminta agar Dump Truk jenis Tronton itu tidak melintasi desa mereka. “Memangnya kami mata duitan, terus mau di sogok sama mereka, yang jelas kami tidak mengijinkan puluhan Dump Truk jenis Trionton itu melintas dari jalan desa kami”, tegas Sutarmi. (herda)
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️