Forum Rakyat Bersatu (FRB) dan warga pensiunan PTPN 2 yang tergabung dalam Himpunan Pensiunan Perkebunan Maju Bersama (HIPPMA) melakukan pertemuan di RM Bu Mar, lapangan Garuda PTPN 2 Tanjung Morawa, Desa Buntu Bendimbar, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Siang tadi Kamis, (7/2/13)
Ratusan warga pensiunan PTPN 2 dengan antusias mengikuti acara pertemuan tersebut. Dari pantauan awak media online utamanews.com terlihat hadir dalam pertemuan tersebut Ketua FRB, Drs. Prabu Alam Syahputra, MSi dan Sekjen HIPPMA, Sri Rahayu, SH.
Pertemuan tersebut membahas terkait adanya pemagaran rumah warga. FRB meminta agar pihak PTPN 2 untuk segera membongkar pagar tersebut, yang telah dilakukan oleh pihak PTPN 2.
"Kami akan melayangkan surat ke pihak PTPN 2 untuk meminta dalam waktu 2x24 jam untuk membongkar pagar kawat berduri, PTPN 2 tidak berhak melakukan pemagaran terhadap rumah dinas pensiunan PTPN 2 tersebut" ungkap Ketua FRB.
Kemudian dilakukan pemotongan kawat duri sepanjang kurang lebih 3 meter oleh kelompok HIPPMA.
"Pensiunan perkebunan ini terdiri dari Klumpang, Sei Semayang, Batang Kuis, PKS Pagar Merbau juga ada yang dari kantor direksi" ujar mahmuddin, Sekretaris HIPPMA.
Menurut Prabu, pihak PTPN 2 telah melanggar apa yang telah disepakati dalam MoU. "Dengan dilakukan pemagaran ini berarti mereka telah melanggar MoU secara sepihak".
Ditanya terkait kebakaran rumah milik Rusmin, sebelah Rm Bu Mar, mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui pasti penyebab terjadinya kebakaran rumah itu, bisa saja korsleting listrik atau merupakan trik skenario, tapi kalau berbicara politik dicurigai merupakan konspirasi karena setelah terjadinya kebakaran kemudian dilakukan pemagaran, ungkap Prabu.
Dan dikatakannya juga "Apabila surat kami tidak digubris jangan salahkan kami apabila nanti akan terjadi aksi demo dengan ribuan massa dalam menjelang pemilukada ini." (Herda)