Selasa, 28 Apr 2026

Aksi Solidaritas Nelayan Tradisional Sumut

MEDAN (utamanews)
Selasa, 05 Feb 2013 05:20
<br>
 supiton


Kelompok Masyarakat Nelayan dari Deli Serdang, Langkat, Tanjung Balai, Sergai dan Belawan turun kejalan untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan yang menjadi beban mereka. Senin siang, (4/2/2013), Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Aksi Solidaritas Nelayan Tradisional Sumut ini beraksi di depan kantor DPRD Sumut.

Pengunjuk rasa mengancam akan menutup tol Belmera (Belawan-Medan-Tanjung Morawa) dan menutup beroperasinya kapal-kapal di Belawan. Massa pun membentangkan jaring penangkap ikan yang sudah rusak serta menempelkan poster yang bertuliskan "tangkap pengusaha pukat gerandrong, dinas perikanan kotor dan rakus."

Ratusan nelayan ini menuntut pemerintah Sumut untuk membebaskan nelayan yang masih ditahan, serta menangkap pelaku yang menyebabkan salah satu nelayan, Suparman, yang meninggal dunia saat memperjuangkan dihapuskannya pukat grandong pada tanggal 21 Januari lalu di perairan Langkat. "Tangkap dan adili pelaku penabrakan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain." Ujar Ahmad Jaya,Orator

Ketua DPRD Komisi A Sumut, Oloan Simbolon, didampingi Syamsul Hilal dan Raudin Purba, menerima aspirasi para nelayan tradisional dan mengucapkan terimakasih atas kehadiran para nelayan. "Keprihatinan yang nelayan rasakan, kami juga dapat rasakan. Dalam kejadian di Langkat kami juga datang ke tempat kejadian dan bertemu dengan HNSI. Kita tidak mentolerir kebijakan yang terjadi dan supaya pukat grandong ini ditindak tegas. Kami juga sudah menjadwalkan dalam RDP bersama Polda. Kita juga sudah meminta agar para nelayan yang ditangkap agar dibebaskan tanpa ada sesuatu apapun" Ujar Simbolon.
Raudin Purba, dari Fraksi PKS DPRDSU mengatakan "Ketika peristiwa pembakaran pukat grandong oleh nelayan di Kuala Serapuh, pada malam harinya jam 20.00 Wib, dirinya sudah berada di Mapolres Langkat dimana saat itu sekitar 23 orang sedang dimintai keterangan dan meminta agar nelayan dilepas. Pada saat itu semuanya sudah kembali pulang. Namun ada persoalan baru, yakni masih ada rekan nelayan yang berada di Polda Sumut. Kami akan berjuang membela para nelayan dan agar rekan-rekan nelayan tidak akan berbuat anarkis lagi."

"Kami melihat bahwa operasi ini adalah pembiaran. Pukat teri yang ditarik dua box adalah pukat gerandrong, dalam suratnya ditulis bukan pukat grandrong tapi dilapangan ternyata mereka menggunakan pukat gerandrong. Persoalan nelayan akan dibantu karena mereka punya keluarga yang harus dinafkahin." tambahnya

Perwakilan pengunjuk rasa, Ahmad Jakfar dalam dengan wawancara awak utamanews.com mengatakan, "Agar polisi membebaskan saudara kami yang masih ditahan di Polda sumut, tangkap dan adili pelaku penabrakan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain dan adili pemilik kapal pukat gandeng 2, serta meminta pertanggungjawaban instansi terkait atas insiden yang terjadi di Kabupaten Langkat beberapa waktu lalu, hapus seluruh kapal pukat tarik gandeng 2 serta pecat kepala PSDKP Belawan." (Supiton)

busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️