Minggu, 03 Mei 2026

Eldin Marah, 7 Camat tak Hadiri Evaluasi Adipura

MEDAN (utamanews.com)
Kamis, 05 Sep 2013 23:40
Pelaksana Tugas Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi  marah besar ketika menghadiri acara  Evaluasi dan Pembinaan Adipura  dari Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia di Hotel Santika Dyandra Medan, Rabu (4/9) malam.  Pemicunya akibat ketidakhadiran 7 orang camat tanpa alasan jelas.  Padahal evaluasi yang dilakukan ini dinilai  sangat penting dalam upaya Kota Medan mempertahankan Piala Adipura sekaligus merebut Adipura Kencana.

Amarah ini berawal ketika Eldin menyampaikan kata sambutan dalam acara yang dihadiri Sekda Kota Medan Ir Syaiful Bahri Lubis MM, Asisten Deputi Pengelolaan Sampah Kementrian Lingkungan Hidup Ir Sudirman MM, Asisten Deputi Pengendalian Pencemaran Udara Sumber Bergerak  Ir Sulistyowati beserta sejumlah staf, pimpinan SKPD, camat, lurah, kepala puskesmas dan kepala sekolah.

Sebelum menyampaikan sambutannya, Eldin terlebih dulu bertanya apakah seluruh camat hadir. Untuk itu seluruh camat yang hadir diperintahkan berdiri. Setelah dihitung dari 21  camat yang ada,  ternyata hanya 14 orang yang hadir. Padahal seluruh camat telah diundang untuk mengadiri evaluasi adipura tersebut.

Wajah Eldin langsung berubah memerah setelah mengetahui tidak seluruh camat menghadiri acara evaluasi tersebut. “Saya akan menghormati orang yang menghormati saya. Untuk itu saya akan mengambil tindakan tegas terhadap orang-orang  yang sudah tidak menghormati saya lagi. Sebab, kesabaran itu ada batasnya,” tegas Eldin.
Menurut Eldin, acara evaluasi ini digelar bukan semata-mata bagaimana untuk mempertahankan Piala Adipura maupun merebut Adipura Kencana. Dia ingin semua yang hadir bersama-sama untuk membangun Kota Medan yang tercinta ini, termasuk terus menjaga kebersihan di wilayahnya masing-masing.

“Jadi menghadiri evaluasi ini sangat penting sekali. Ini sebagai bentuk tanggung jawab atas jabatan yang diamanahkan kepada kita. Sebelum dilantik, kita sudah diambil sumpah dan janji untuk menjalankan semua tugas dengan penuh rasa tanggung jawab. Apabila itu tidak dilaksanakan, berarti kita sudah mengkhianatinya,” katanya.

Karena itulah Eldin langsung memerintahkan Sekda segera memberi surat peringatan kepada para camat yang tidak menghadiri evaluasi tersebut. Kemudian Eldin mengingatkan, sesuai peraturan yang berlaku dirinyalah saat ini sebagai pemimpin di Kota Medan. “Untuk itu siapa yang tidak suka dengan saya, silahkan keluar sekarang.  Kita harus jantan,  kalau tidak suka katakan tidak suka. Jangan hanya beraninya di belakang,” ungkapnya.

Setelah menumpahkan rasa amarahnya, barulah Eldin  memulai sambutannya. Dia mengajak seluruh yang hadir untuk bersama-sama menjadikan Medan sebagai kota yang aman, nyaman, indah dan produktif sebagaimana  filosofis Adipura. Karananya, semua harus membulatkan hati agar bisa mewujudkan Kota Medan bersih dan sehat secara berkelanjutan sampai kapanpun.
produk kecantikan untuk pria wanita

“Saya optimis, kalau kita semua mau, kita bisa meraih Adipura dengan bekerja lebih optimal. Di samping itu tentunya membutuhkan kerja lebih, kerja keras dan tidak dapat dilkakukan secara sektoral atau parsial.  Kita butuhkan partisipasi  yang tinggi dan silmutan dari seluruh stakeholder yang ada,”  jelasnya.

Sementara itu Asisten Deputi Pengelolaan Sampah Kementrian Lingkungan Hidup Ir Sudirman MM, optimis Kota Medan berhasil mendapatkan Piala Adipura kembali dengan syarat seluruh SKPD, camat, lurah dan kepala lingkungan harus bersemangat dalam menjalankan tugasnya. “Insya Allah untuk Piala Adipura, Kota Medan masih mendapatkannya karena kota ini sudah cukup bersih. Tapi untuk Piala Adipura Kencana, harus dilakukan sejumlah pembenahan guna mendapatkannya,” kata Sudirman.

Dijelaskan Sudirman, cukup berat persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan Adipura Kencana. Diantaranya, rasa memiliki masyarakat akan kota ini harus dibangun, kota harus inovatif, PKK harus ikut berperan dan capaian kinerja yang dihasilkan. Di samping itu permukiman masyarakat, pasar, perkantoran dan sekolah-sekolah harus  memiliki tempat penampungan sampah untuk pembuatan kompos. Serta kualitas udara dan air juga harus baik. “Jika ini dapat dipenuhi, Insya Allah Medan akan mendapatkan Adipura Kencana,” ujarnya. (Hpm)
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️