Minggu, 03 Mei 2026

Cegah Tragedi Lebih Dahsyat, SBY Desak PBB Berbuat Sesuatu Untuk Mesir

JAKARTA (utamanews.com)
Jumat, 16 Agu 2013 08:36
Setelah menyampaikan kecaman atas tindak kekerasan yang dilakukan pihak militer Mesir kepada para pendukung mantan Presiden Muhammad Mursi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menyampaikan sikapnya mengenai perkembangan politik yang terus memanas di negara tersebut.

Selain menyerukan agar para pihak di Mesir baik pemerintah, militer, dan ikhwanul muslimin berkompromi, Presiden SBY juga meminta agar PBB dan negara-negara lain ikut memberikan perhatian.

"Saya  menyerukan negara-negara lain dan terutama PBB agar juga memberikan perhatian dan berbuat sesuatu untuk sekali lagi agar tidak terjadi tragedi kemanusiaan yang lebih dahsyat dari apa yang kita lihat di Mesir," kata SBY di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/8).

Presiden SBY mengakui bahwa situasi di Mesir sangat sulit dan kompleks. Tidak banyaki opsi yang bisa diambil untuk menghentikan pertumpahan darah kemudian mencegah lebih memburuknya situasi di Mesir tersebut.
"Saya tahu ini sesuatu yang tidak mudah, tetapi kalau para pemimpin dan elite politik mau misalnya, menghentikan dulu dan berusaha mencari suatu formula yang saya sebut dengan win-win solution, kompromi. Barangkali masih terbuka peluang itu, meskipun barangkali sempit yang disebut dengan window oportunity," paparnya.

Presiden SBY menekankan, militer Mesir mesti menghormati demokrasi. “Penggunaan kekuatan militer dan senjata terhadap pengunjuk rasa yang disebut dengan peacefull demonstration tentu itu tidak bisa diterima dan bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi, kemanusiaan dan hak-hak asasi manusia," tuturnya.

Ia mengemukakan, Indonesia juga punya pengalaman yang kurang lebih sama dengan Mesir, ketika terjadi guncangan politik yang sama pada 1998-1999. "Tapi, alhamdulillah dengan izin Allah SWT, situasi tidak lebih buruk lagi, karena waktu itu militer Indonesia mendukung reformasi dan demokratisasi," ungkap SBY.

Menurut Kepala Negara, pemimpin politik Indonesia waktu itu juga tidak meninggalkan militer, bahkan mengajak militer yang sudah melaksanakan reformasi dan kemudian bertindak profesional untuk melaksanakan perubahan.
produk kecantikan untuk pria wanita

“Dulu terjadi kolaborasi, sinergi, dan kebersamaan antara pemimpin-pemimpin sipil dan pemimpin-pemimpin politik dengan kaum militer di Indonesia, yang telah melaksanakan reformasi,” papar Presiden SBY.

Berangkat dari pengalaman Indonesia di masa-masa sulit itu, menurut Presiden SBY, boleh juga dijadikan pelajaran bahwa tidak mungkin situasi di Mesir sekarang ini terjadi, kalau pemimpin dan elite politik dari pihak-pihak yang sedang berhadapan, melakukan sesuatu yang berani, dalam arti rekonsiliasi mencari solusi yang saya sebut dengan win-win solution.

Lindungi WNI

iklan peninggi badan
Mengenai keberadaan Warga Negara Indonesia (WNI) di Mesir, Presiden SBY mengaku telah berkomunikasi dengan Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Nurfaizi, agar melindungi dan menjaga mereka dari konflik dan kekerasan yang masih terus berlangsung, terutama sejak digulingkannya Muhammad Mursi dari kursi kepresidenan Mesir pada 3 Juni lalu. 

"Warga negara Indonesia Jangan sampai jadi sasaran yang tidak semestinya, jauhi tempat-tempat berbahaya, tidak berpihak pada manapun karena ini urusan Mesir," pinta Presiden SBY.

Saat menyampaikan keterangan pers itu, Presiden SBY didampingi oleh Wakil Presiden Boediono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Menlu Marty Natalegawa, dan Mendikbud Muhammad Nuh. (WID/ES)
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️