Loren menunjukkan bekas tikaman preman di tangannya, (5/1)
Loren, 26 tahun, waria pekerja seks komersial, yang sehari-harinya mangkal di jalan Labu, kawasan Peringgan Medan, ditikam di bahagian tangan dan paha oleh Robby, 38 tahun, preman yang mengaku sebagai pengutip setoran para waria di lokasi tersebut, Senin (5/1) dinihari.
Informasi yang dirangkum di Polsek Medan Baru menyebutkan, peristiwa tersebut bermula saat korban sebelumnya menunggu ‘pelanggan’ di jalan Labu, kemudian selang berapa menit kemudian karena lapar belum makan, korban pun pergi ke warung nasi jalan KH Dzainul Arifin Depan Toko Batik Karis.
Kemudian Robby datang menghampiri korban sembari mengatakan, "Mana janjimu kemarin, kalau memang gak mau kau ngasi jangan kulihat kau lagi disitu, nanti kupecahkan kepala kau," ungkap korban menirukan ucapan pelaku.
Korban kemudian menjawab pelaku bahwa dirinya belum bisa membayar. "Pendapatan hari ini masih sedikit saya bilang sama Robby. Baru Rp 20 ribu dapat, tapi Robby terus memaksa untuk memberi uang Rp 50 ribu," jelasnya kembali.
Entah kenapa pelaku merasa kecewa dan kesal kemudian spontan mengeluarkan sajam dari dalam bajunya. "Karena tidak ada dikasih uang kemudian si Robby tiba-tiba mengeluarkan Belati dan langsung menikam bagian lengan tangan kiri dan telapak tangan sebelah kanan saya," ungkap korban.
Merasa kurang puas atas perbuatannya, pelakupun melakukan penganiayaan kembali. "Barang kali dia kurang puas bang, lalu mengambil klewang dari dalam baju dan menebaskannya kebagian paha kiri saya hingga robek," tambah Loren.
"Kami sangat tersiksa dibuatnya bang, setiap kami ada tamu, Robby pasti minta jatah, kalau tidak diberi kami diancamnya bunuh. Macam-macamlah katanya, karna katanya (Robby Red) uang jatah yang di mintanya sebesar Rp.50 ribu sebagian akan di setorkannya kepada oknum Polisi, kalau tidak nanti kami tidak aman mangkal di jalan Labu itu Bang,” ujar Loren yang diamini rekan-rekannya sesama waria.
Atas peristiwa tersebut,korban berharap pelaku secepatnya di ringkus Polisi. "Saya mengharapkan agar Kapolsek Medan Baru bersama anggota segera menangkap Robby karena sangat meresahkan kaum waria yang mencari sesuap nasi di kawasan tersebut," pungkas Loren. (el/irwan)