Sejumlah atlit tinju yang selama ini dibina oleh Pengkab Pertina Kabupaten Padang Lawas (Palas), dipastikan tidak mengikuti kegiatan kejuaraan daerah (Kejurda) tinju kategori elite di Kota Medan, memperebutkan piala walikota Medan dan seleksi terakhir pembentukan Tim Pra PON tinju Sumut tahun 2015 yang dilaksanakan pada tanggal 6-9 agustus.
"Kalaupun ada atlit tinju binaan Pengkab Pertina Palas yang ikuti kegiatan itu, itu bukan atas nama Pengkab Pertina Palas. Karena saya tidak ada mengeluarkan rekomendasi kepada seorang pun atlit tinju, binaan kami untuk mengikuti kegiatan tersebut," tegas Drs.Afner Aziz Siregar, Ketua Pengkab Pertina Palas, kepada Media, Jumat (7/8).
Dikatakan Afner, sebelumnya panitia kejurda tinju elite Sumut tahun 2015, telah melayangkan surat bernomor : 003/PKE/VII/2015 tanggal 1 Juli 2015 perihal undangan, ditujukan kepada Ketua Pengkab/Pengkot Pertina seluruh Sumut. "Surat yang ditanda tangani oleh Ketua Pengkot Pertina Medan Budiman itu, diketahui oleh Sekretaris Pengprov. Pertina Sumut, Drs. Eddy H. Sibarani dan sudah diterima oleh Pengkab Pertina Palas untuk ditindak lanjuti," terang Afner.
Atas dasar surat undangan tersebut, Pengkab Pertina Palas melakukan berbagai persiapan untuk mengikut sertakan atlit tinjunya pada kejurda itu. Sebelumnya, belasan atlit tinju binaan Pengkab Pertina Palas, sudah sekitar 8 bulan lebih mengikuti latihan secara rutin, yakni 3 kali seminggu, guna persiapan para atlit mengikuti berbagai kegiatan kejuaraan tinju, baik di tingkat provinsi, nasional dan tingkat internasional.
"Sayangnya, kendati Pengkab Pertina Palas sudah melakukan berbagai upaya dan persiapan para atlit tinjunya untuk mengikuti kejurda tinju elite piala walikota Medan tersebut, ternyata pada saat-saat hari H menjelang kegiatan, Pengkab Pertina Palas tidak dilibatkan oleh KONI Palas. Ironisnya, sejumlah atlit tinju binaan Pengkab Pertina Palas malah diboyong KONI Palas ke Kota medan, tanpa surat rekomendasi" sebut Afner.
"Saya tidak bertanggung jawab atas apa pun yang terjadi pada atlit tinju binaan Pengkab Pertina Palas yang ikuti Kejurda tinju elite di Medan. Karena menurut saya keberangkatan para atlit tersebut tidak sesuai dengan mekanisme ART dan aturan organisasi Pertina," tambah Afner lagi.
Mantan Ketua PP Kabupaten Palas ini juga sudah mengeluarkan surat pembatalan izin permisi kepada Hasmar Lubis, salah seorang atlit tinju binaan Pengkab Pertina Palas, yang kesehariaannya bekerja sebagai security pada salah satu lembaga perbankan di Sibuhuan. "Ini surat pembatalan izin permisi Hasmar Lubis. Surat Pengkab Pertina Palas, nomor : 009/PERTINA-PL/VIII/2015, tanggal 2015. Jadi kalau si Hasmar Lubis tetap ikuti Kejurda tinju elite di Medan, itu diluar tanggung jawab Pertina Palas. Karena memang demikian ketentuan dalam ART Pertina," pungkasnya.
Afner menduga, keberangkatan para atlit tinjunya ke Kejurda tinju elite tersebut merupakan tindakan yang melanggar ketentuan dan mekanisme organisasi Pertina. "Saya menduga, Pengurus KONI Palas memanfaatkan momen ini dengan melangkahi dan tidak memberdayakan tupoksi Pengkab Pertina Palas. Dugaan saya, KONI Palas hanya menghamburkan anggaran saja untuk kepentingan mereka bukan untuk kepentingan Pengkab-pengkab yang seharusnya diberdayakannya," sebut Afner, yang kini masih menjabat sebagai Ketua Harian KONI Palas ini.
Sementara, Sekretaris Pengprov Pertina Sumut, Drs. Eddy H. Sibarani, berulang kali dihubungi via ponselnya, namun belum mendapat tanggapan. Pesan singkat yang dikirimkan ke ponselnya pun, sampai berita ini diturunkan, belum juga mendapat jawaban dari yang bersangkutan.
Ketua KONI Kabupaten Palas, Pormatua Harahap juga tidak berhasil ditemui di Sekretariat KONI Palas di jalan Kihajar Dewantara Sibuhuan. Menurut seorang staf pada Sekretariat KONI Palas, diketahuinya, Ketua KONI Palas sedang berada di Medan. "Ketua, sedang berada di kota Medan. Mungkin nanti sore atau besok, ketua sudah berada di sini," ujar sang staf yang enggan menyebut namanya. (MS)