Sabtu, 24 Jan 2026

Warga Sibabangun Bantah PT TBS Biang Kerok Banjir dan Longsor di Tapteng

Tapteng (utamanews.com)
Oleh: Bambang E. F Lubis Sabtu, 06 Des 2025 21:41
 Istimewa

Tudingan yang menyebutkan aktivitas PT Tri Bahtera Srikandi (PT TBS) sebagai salah satu penyebab banjir bandang dan longsor di Tapanuli Tengah (Tapteng), dibantah keras oleh warga Kecamatan Sibabangun.

Warga menilai isu tersebut sangat menyesatkan dan tidak sesuai dengan fakta lapangan, dan menduga ada pihak yang sengaja ingin menjadikan PT TBS sebagai kambing hitam.

Timpul Napitupulu (68) menjelaskan titik lokasi kebun yang dikelola PT TBS terletak di Daerah Aliran Sungai (DAS) Aek Hutagurgur dan Aek Mardugu. Kedua sungai ini bermuara ke Sungai Aek Sibabangun, dan tidak memiliki keterkaitan sama sekali dengan Sungai Aek Garoga.

Sebagai warga Sibabangun, ia mengaku mustahil material kayu dari kebun PT TBS dapat hanyut ke Sungai Aek Garoga, Sungai Aek Sibintuon, atau Sungai Aek Sibiobio, yang disebut-sebut meluap dan membawa ribuan kubik kayu.
"Jika terjadi longsor, potongan kayu dari kebun PT TBS akan hanyut ke Sungai Aek Sibabangun, bukan ke Sungai Aek Garoga," ujar Timbul, Sabtu (6/12/2025).

Ia menegaskan, Sungai Aek Garoga yang berasal dari Ring Kabor dan Bulu Laga (KM 28) berjarak 4 hingga 5 kilometer dari kebun PT TBS (KM 6-KM 10) dan tidak pernah melintas di wilayah kebun tersebut.

"Mustahil dan tidak masuk akal jika kayu-kayu tumbangan PT TBS terbang ke hulu Sungai Garoga," tambahnya.

Bantahan ini juga diamini oleh Hasbin Pasaribu (45), mantan Surveyor PT Teluk Nauli, yang membenarkan bahwa DAS Aek Mardugu dan DAS Aek Hutagurgur tidak terhubung dengan Sungai Aek Garoga.
produk kecantikan untuk pria wanita

"Tidak ada ditemukan material kayu di DAS Aek Sibabangun yang dapat dikaitkan dengan temuan di DAS Aek Garoga. Saat banjir, Sungai Aek Sibabangun hanya keruh dan debitnya sedikit meninggi," kata Hasbin, yang sering melakukan survei di wilayah tersebut.

Pengelolaan Kebun Rakyat dan Pelestarian Lingkungan Warga juga meluruskan bahwa PT TBS tidak pernah membuka apalagi merambah hutan. Mereka hanya mengelola areal perkebunan rakyat yang jenis tanamannya adalah pohon karet dan tanaman perkebunan lainnya.

Khairul Efendi Pohan, warga yang memahami kondisi hutan Batang Toru, menjelaskan bahwa pengelolaan kebun oleh PT TBS fokus pada praktik berkelanjutan dan pelestarian lingkungan. Kayu yang ditumbang akan dibenam ke dalam tanah untuk mengamankan jaringan tanah (staking) dan berfungsi sebagai pupuk kompos organik.

iklan peninggi badan
Area 50 hingga 100 meter di kiri kanan pinggiran Sungai Aek Mardugu dan Sungai Aek Hutagurgur tidak dikelola PT TBS, melainkan dijadikan hutan konservasi untuk melindungi penyangga kehidupan dan keanekaragaman hayati.

"Saya faham betul dengan mekanisme pengelolaan kebun yang dilakukan PT TBS. Makanya kita luruskan agar tidak salah penafsiran," tutup Khairul, yang didukung Saut Parulian Aritonang (61).
Editor: Arman Junedy
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️