Dinas Perhubungan Kota Binjai memohon maaf kepada masyarakat dan pengendara kendaraan bermotor yang melintas di depan Balai Kota, Jalan Jend. Sudirman, Kecamatan Binjai Kota. Hal itu menyusul karena lampu lalulintas atau traffic light di depan Kantor Walikota Binjai tersebut tidak menyala alias padam hingga sudah berjalan sepekan lebih.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Binjai, Chairin F. Simanjuntak, melalui Kepala Bidang Lalin, Arif Sihotang, mengakui jika lampu lalulintas di depan Balai Kota sudah padam sejak sepekan belakangan ini. Dirinya juga menyebutkan, pihaknya akan melakukan pergantian terhadap perangkat pada lampu lalulintas tersebut.
"Ada perangkat atau sparepart yang harus diganti. Perawatannya harus mengganti barang optical atau sparepart tersebut dan tidak dijual di lokal. Jadi harus dipesan terlebih dahulu," ucsp Arif, Jumat (12/1).
Dirinya juga menambahkan, lampu lalulintas selaku aset Dishub Binjai yang berlokasi di depan Balai Kota termasuk produk lama. Karena itu, sebut Arif, sudah dimakan oleh waktu.
"Kalau untuk mengganti seluruhnya, belum ada anggaran. Karena itu, perawatan dilakukan dengan mengganti perangkat atau sparepart di dalamnya," tuturnya.
Sebagai Kepala Bidang Lalin di Dinas Perhubungan Binjai, Arif Sihotang juga meminta waktu sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat Kota Binjai atas ketidaknyamanan tersebut. Pun begitu, ia menegaskan jika sparepart yang harus diganti tersebut sudah dipesan.
"Ini masih di awal tahun, jadi masih menunggu anggaran tersedia. Namun begitu, sparepart untuk menggantinya sudah dipesan," bebernya.
Disinggung kapan akan kembali pulih seperti sedia kala, Arif Sihotang tidak dapat memastikannya. "Yang rusak ini adalah jenis modul IC, adalah komponen di dalamnya," ucap Arif.
Dia juga mengakui, padamnya lampu lalulintas di depan Balai Kota tentunya berdampak ketidaknyamanan kepada masyarakat. Hal serupa menurutnya juga terjadi di perempatan Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di KM 19.
"Begitu juga dengan kondisi traffic light yang ada di KM 19, sama persoalannya. Sparepart-nya yang rusak dan model lampu lalulintas lama, jadi tidak keluar lagi barang sparepart-nya," urai Arif, sembari menegaskan, jika dibiarkan lampu lalulintas terus menyala, hal tersebut berdampak keseluruhannya sehingga bisa secara keseluruhan menjadi rusak semuanya.
"Sebagai antisipasi, kami siagakan petugas di jam padat pagi mulai pukul 06.30 Wib, sampai 12.30 Wib. Kemudian tim kedua disiagakan pukul 13.00 hingga 18.00 Wib. Harapannya agar dapat mengurai arus lalulintas. Kami juga terus menyampaikan himbauan kepada masyarakat dan pengendara untuk berhati-hati dan juga menyampaikan bahwa kondisi lampu lalulintas sedang dalam perbaikan," demikian ungkap Arif Sihotang diakhir ucapannya.