Menurutnya, Polres Tanjungbalai tidak konsisten dengan sikapnya dalam menangani pandemi. "Pasalnya dunia pendidikan saat ini sedang diliburkan skala nasional serta kegiatan Mudik dilarang, tapi mengapa dunia hiburan malam tetap beroperasi?" katanya, Sabtu (15/5).
"Selama ini masyarakat dibuat takut oleh protokol kesehatan, dunia pendidikan diliburkan serta di larang mudik dengan dalih-dalih covid. Seakan covid ini hanya menyerang orang yang belajar saja serta mudik dan tidak menyerang orang-orang penikmat dunia hiburan malam", lanjutnya.
"Kami meminta ketegasan dari Polres Tanjungbalai untuk melakukan Razia 2 jam sekali untuk mengambil sikap tegas terhadap dunia hiburan malam yang tetap terus beroperasi. Tutup itu seperti dunia pendidikan yang ditutup. Mereka kan kalau hanya dalih mendengar musik dan mencari hiburan saja bisa juga melalui daring," katanya lagi.
"Kami mengikuti seminar, temen-temen Mahasiswa ada juga yang Ujian daring, sidang bahkan wisuda daring. Lah ini cuma denger musik kok tidak bisa daring, kenapa? Jangan sampai masyarakat menjadi curiga, jangan-jangan orang-orang yang masuk ke diskotik itu bukan cuma mau dengeri music dan minum bir tapi juga menikmati yang lain-lainnya?" ujarnya.
Dijelaskannya, Polres Tanjungbalai patut untuk bersikap arif dan bijaksana dalam mengambil langkah strategis. "Kami juga meminta kepada BNNK, Polres, TNI, dan Satpol PP untuk pro aktif melakukan operasi ke dunia hiburan malam. Kami tidak mau dunia hiburan malam berubah fungsi menjadi wahana untuk melakukan transaksi jual beli narkotika dan menjadi wahana untuk melancarkan seks bebas", pungkasnya.
Di tempat yang sama Ketua Sapma IPK Kota Tanjungbalai Ibnu Tarmizi Firdaus mengatakan kepada Jurnalis, mari bersama sama kita mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 ini.
"Saya berharap keseriusan kita bersama dalam menangani ini sangat dibutuhkan, khususnya di kota Tanjungbalai tercinta ini. Jangan ada sistem tebang pilih dalam penanganan Covid-19 ini apalgi untuk dunia hiburan malam tersebut, sikat dan tuntaskan terus itu, jangan pula itu nanti selain menjadi sarang tempat Corona malah jadi sarang maksiat pula," pungkas Ibnu.