Aksi gelombang demo/unjuk rasa warnai pembahasan Addendum Amdal PT DPM (Dairi Prima Mineral) yang dilaksanakan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) secara zoom di Aula Hotel Beristera Jalan Sidikalang-Medan, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi, Kamis (27/5).
Ratusan masyarakat dari Sulang Silima Marga Sambo, Pardosi, Maha dan Boang Manalu, serta LBH Sikap, Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Dairi secara bergantian menyampaikan tuntutan penolakan tambang PT DPM.
Dalam orasinya, Ketua Sulang Silima Marga Sambo se-Indonesia, Drs Ali Husein Sambo yang juga mewakili Sulang Silima Marga Maha, Pardosi dan Boangmanalu menyampaikan tuntutan antara lain
1. Tinjau kembali Amdal PT Dairi Prima Mineral, Karena masih banyak permasalahan- permasalahan yang belum diselesaikan.
2. Bupati Dairi tidak mengerti permasalahan kultur adat Pakpak mengenai pertanahan secara utuh, dan Bupati Dairi diharapkan jangan mengkotak-kotakkan masyarakat.
3. PT DPM harus menyelesaikan permasalahan- permasalahan lahan masyarakat di sekitar lokasi tambang yang sampai saat ini belum diselesaikan dengan baik.
4. Humas PT DPM telah melakukan pembohongan kepada publik dengan menyebar berita hoax, dengan mengatakan tidak menolak pejabat negara Komisi II DPR RI bapak Dr Junimart Girsang SH.
5. Humas PT DPM jangan menjadi provokator di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Dairi khususnya di lokasi tambang PT DPM.
6. Holy Nurachman selaku maneger eksternal PT DPM harus dipecat, karena membuat pembohongan public (menyebar berita hoax) dan membuat pemegang hak ulayat menjadi pecah berkeping-keping.
"Kami juga menyesalkan pihak PT DPM, karena tidak melibatkan Pemegang Hak Ulayat (PHU) sekitar lokasi tambang dalam pembahasan Addendum AMDAL dengan KLH," ujar Ali.
Sementara massa dari LBH Sikap bersama Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Dairi melalui koordinator Renaldi Banurea mengatakan, penolakan tambang yang mereka lakukan, karena masyarakat tidak makan dari tambang. Untuk itu mereka meminta pemerintah membatalkan Adendum Amdal dan copot SKKLH PT DPM.
"Aksi yang kami lakukan bukan untuk membuat keributan atau meminta apapun. Kami hanya ingin memperjuangkan hak dan kewajiban kami, karena hak kami telah dirampas dan alam kami telah dirusak oleh PT DPM," ujarnya.
Terkait unjuk rasa/demo yang dilakukan masyarakat Pemegang Hak Ulayat sekitar lokasi tambang, serta LBH Sikap bersama Mahasiswa dan Pemuda Dairi, Manager External Relations PT Bumi Resources Mineral (BRM) selaku holding PT DPM, Ahmad Zulkarnain saat dihubungi melalui telpon selulernya tidak tersambung dan pesan melalui whatshapp juga tidak dibalas.
Aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan masyarakat di depan gerbang Hotel Beristera mendapat pengawalan ketat dari personel Polres Dairi dan Satpol PP Pemkab Dairi.