Minggu, 03 Mei 2026

Pelayanan RSUD Sultan Sulaiman Buruk, Kantor Bupati Digeruduk Massa Minta Copot Direktur dan Kadis Kominfo

Sergai (utamanews.com)
Oleh: Mangisi Siburian Senin, 15 Sep 2025 15:05
Aksi unjuk rasa di kantor Bupati Sergai
 Istimewa

Aksi unjuk rasa di kantor Bupati Sergai

Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sei Bamban menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Serdang Bedagai (Sergai), Senin (15/9/2025) sekitar pukul 10.15 WIB. Aksi ini dipicu oleh dugaan kelalaian medis di RSUD Sultan Sulaiman yang menyebabkan sejumlah pasien BPJS, termasuk seorang bayi, meninggal dunia.

Aksi massa dipimpin oleh Yudi Napitupulu serta didampingi kuasa hukum pasien, PH Saragih SH, MH. Mereka menyuarakan aspirasi atas meninggalnya Bayi Anak Tonggoria br Tambunan dan sejumlah pasien lain yang diduga menjadi korban kelalaian medis.


Massa aksi diterima langsung oleh Bupati Sergai, H. Darma Wijaya, bersama sejumlah pejabat Pemkab. Namun, pertemuan itu belum memuaskan pihak keluarga maupun pengunjuk rasa.
Dalam orasinya, massa menyampaikan 7 tuntutan utama, yakni:
  1. Copot Direktur RSUD Sultan Sulaiman.
  2. Copot Kadis Kesehatan Sergai.
  3. Copot Kadis Kominfo Sergai.
  4. Usut tuntas kematian bayi pada 6 September 2025.
  5. Usut dugaan kelalaian prosedur medis di RSUD Sultan Sulaiman.
  6. Adili tenaga medis yang terbukti lalai.
  7. Tindak pihak terkait yang menyebabkan kematian pasien.
Yudi Napitupulu menegaskan bahwa pihaknya memberi tenggat 7 x 24 jam kepada Bupati untuk memenuhi tuntutan. Jika tidak diindahkan, massa berjanji akan kembali dengan jumlah lebih besar, bahkan siap membawa aspirasi langsung ke Gubernur Sumut.

PH Saragih, selaku kuasa hukum keluarga korban, menambahkan bahwa peristiwa tragis pada 6 September 2025 menjadi bukti buruknya pelayanan di RSUD Sultan Sulaiman. Pasien datang dengan kondisi kontraksi pukul 01.30 WIB, namun dokter baru menangani sekitar pukul 10.00 WIB. Akibat keterlambatan tersebut, bayi lahir dalam kondisi tidak bernyawa.

“Ini jelas kelalaian! Pernyataan pihak RS yang menyebut sudah sesuai SOP sangat keliru. Faktanya, tidak ada dokter ketika pasien berteriak kesakitan. Kami minta reformasi total di bidang kesehatan Sergai,” tegas Ruli.
produk kecantikan untuk pria wanita

Sementara itu, Bupati Sergai Darma Wijaya berjanji akan menindaklanjuti laporan tersebut. Ia menyatakan siap mengambil tindakan tegas, termasuk pemeriksaan dan pencopotan oknum yang terbukti lalai.
Editor: Erick Yoma
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️