Rasa penyesalan dan keresahan orang tua almarhum Ibnu Nasri Dalimunthe memuncak setelah mendapat kabar bahwa anaknya dinyatakan negatif Covid-19 oleh pihak RSUP H. Adam Malik Medan, via WhatsApp.Nazaruddin Dalimunthe atau sering dipanggil Lolom menuturkan kekecewaannya lewat media ini. Lolom merasa sangat kecewa terhadap Gugus Tugas Covid-19 Labuhan Batu karena kurang tanggap atas persoalan yang mereka alami sejak pihak RSUD Rantau Prapat menyatakan anaknya PDP (Pasien Dalam Pemantauan), positif covid-19.
"Tim gugus tugas covid-19, berbondong- bondong ke rumah kami, mengumumkan ke khalayak ramai, hingga akhirnya kami merasa terkucilkan di daerah tempat tinggal kami. Belum lagi sanksi sosial yang kami terima, dagangan kami tak ada yang mau beli lagi," ujar Lolom, Senin (27/4/2020).
Dijelaskan Nazaruddin bahwa anaknya almarhum Ibnu Nasri Dalimunthe, memang sejak lama punya riwayat penyakit jantung koroner disertai lambung sering kumat.
"Namun begitu kami bawa cek ke RSUD Rantauprapat malah dinyatakan positif covid-19. Aneh kan bang," ucapnya pada wartawan.
Setelah hasil test swab dikirim via WhatsApp oleh dokter yang menangani pasien covid-19 di RSUP Adam Malik, dan diterima pihak keluarga, dinyatakan negatif, akhirnya tangis pun meledak di tengah- tengah keluarga almarhum Ibnu.
"Kami menyesal telah membawa anak kami berobat ke RSUD Rantau Prapat itu," tegas Lolom.
Almarhum juga sempat berkata kepada ayahnya, Nazaruddin Dalimunthe agar tidak membawanya berobat ke rumah sakit tersebut. "Yah janganlah awak dibawa ke rumah sakit, nanti positif Corona dibilang orang itu", ujar Lolom menirukan ucapan almarhum.
Kini pihak keluarga ingin meminta pertanggungjawaban kepada pihak RSUD Rantauprapat atas tindakan SOP Protokoler Penanganan Covid-19 Labuhan Batu itu, yang dinilainya dengan sangat mudah memvonis almarhum positif Corona, yang diberitakan beberapa media minggu lalu.
"Kepada Bapak Bupati Labuhanbatu merangkap sebagai Ketua Gugus Tugas Covid-19 Labuhanbatu, kami keluarga meminta keadilan yang seadil-adilnya. Bawa kembali jenazah anak kami biar bisa kami kebumikan dengan normal," ujar Lolom dalam kesedihan.
Pihaknya juga meminta pemulihan nama baik di lingkungan tempat mereka tinggal, agar tidak ada kesan khawatir terhadap warga di jalan Padi tersebut.
Pihak media sudah mencoba menghubungi tim Gugus Tugas Covid-19 via WhatsApp, namun hanya contreng satu, tidak tersambung. Konfirmasi kepada Kadis Kesehatan Labuhan Batu H. Kamal via WhatsApp juga belum ada jawaban hingga berita ini di meja redaksi.
Permasalahan ini juga telah diangkat ke media sosial di akun FB Hidayat Chan, selaku Abang dari keluarga korban dan coba dishare ke Grup FB setempat namun nampaknya dihapus pihak admin.
Status akun FB Hidayat Chan tersebut menekankan kepada pihak tim Gugus Tugas harusnya cepat bertindak dengan memulihkan kondisi serta keresahan masyarakat Labuhan Batu.