Selasa, 17 Mar 2026

Ketua GNPF Ulama Kota Binjai Apresiasi Sutiyoso

Binjai (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Aqil Kamis, 02 Jun 2022 19:02
Sanni Abdul Fattah
 Istimewa

Sanni Abdul Fattah

Apresiasi disampaikan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Kota Binjai Sanni Abdul Fattah, kepada mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen (Purn) Sutiyoso, yang telah menyoroti banyaknya pekerja kasar China yang bekerja di Indonesia. 

"Kami sangat mengapresiasi apa yang telah disampaikan oleh Bapak Sutiyoso tersebut walau pun sebenarnya menurut hemat kami kenapa baru sekarang beliau menyampaikan hal ini," ungkap Sanni Abdul Fattah, Kamis (2/6) sore. 

Terkait pekerja asal China, Sanni menilai sudah berulangkali disinggung. Hal itu bisa dilihat atau dibaca diberbagai sumber maupun media sosial terkait kabar jutaan orang orang Tiongkok membanjiri/datang ke Indonesia. Bahkan dimasa Pandemi Covid kemarin, warga Tiongkok tersebut berduyun duyun datang ke Indonesia.

"Padahal pada saat Pandemi Covid, sangat ketat aturan yang diterapkan oleh rezim ini tentang kedatangan para WNA dari luar negeri. Dan disaat itu pula santer kita dengar, khususnya di media sosial, bahwa banyak tenaga kerja yang berasal dari Tiongkok ternyata tidak memiliki skill yang mumpuni. Bahkan mereka bekerja di bidang yang tidak perlu memiliki skill khusus. Artinya pekerjaan itu masih bisa dikerjakan oleh para pekerja lokal kita sendiri," tegasnya. 
Sebagai Ketua GNPF Ulama Kota Binjai, Sanni Abdul Fattah menduga bahwa masuknya para pekerja asal Tiongkok ke Indonesia, merupakan satu proyek besar dari pemerintahan kita sekarang ini

"Kami menduga ada agenda besar yang tersembunyi. Jadi menurut kami, apapun alasan yang dikemukakan oleh rezim saat ini mengenai masuknya TKA dari Tiongkok tersebut adalah untuk menutupi agenda besar tersembunyi tersebut," ungkapnya. 

 Pria yang aktif dikegiatan keagamaan ini juga menambahkan, dengan masuknya para pekerja asal Tiongkok ke Indonesia, tentu hal itu berdampak pada pekerja lokal. "Yang jelas dampak dari masuknya para TKA itu membuat lapangan pekerjaan semakin sempit untuk para pekerja lokal. Pengangguran akan semakin bertambah banyak dan juga ancaman ancaman yang sangat mengkhawatirkan bagi para pekerja lokal yang bekerja berdampingan dengan para TKA itu dalam satu pabrik atau perusahaan yang sama, seperti terjadinya kericuhan maupun perselisihan diantara mereka," urainya. 

Lebih lanjut ditegaskan pria yang juga dipercaya sebagai Ketua Pengacara dan Jawara Bela Ummat (Pejabat) Kota Binjai ini, serbuan para warga dan TKA dari Tiongkok ini menurutnya merupakan sebuah migrasi besar besaran. "Jika ini tidak ditindaklanjuti dengan serius, bisa jadi para TKA itu dapat mengancam pertahanan Indonesia, baik sekarang maupun di masa yang akan datang," pungkas Sanni Abdul Fattah.
produk kecantikan untuk pria wanita

Sanni juga menambahkan, bukan tidak mungkin kedepannya yang dikhawatirkan oleh Sutiyoso serta para tokoh lainnya bisa menjadi nyata, yaitu warga pribumi akan tersisih karena sistem pemerintahan maupun ekonomi negara Indonesia akan dikuasai oleh Tiongkok. "Kalau sudah hal itu dikuasai oleh mereka, maka warga lokal akan tersisih dan terbuang. 

"Ibarat pepatah, ayam mati di lumbung padi. Atau seperti yang digambarkan oleh para tokoh tokoh kita, yaitu kita akan menjadi Budak di negeri kita sendiri," bebernya. 

Oleh karena itu Sanni berharap, hendaknya semua tokoh yang masih lurus pemikirannya dan tegak lurus membela Indonesia agar segera bertindak menyelamatkan negeri ini dari kekuasaan Oligarkhi yang kian mencengkeram. "Sebelum anak anak bangsa kita nanti akan menjadi budak di rumahnya sendiri," demikian kata Sanni Abdul Fattah. 

iklan peninggi badan
Sebelumnya, mantan Kepala Badan Intelijen Negara Letjen (Purn) Sutiyoso, merasa miris dengan banyaknya pekerja kasar asal China yang bekerja di Indonesia. Dia menegaskan tidak masalah jika investor itu menanamkan modal sembari membawa tenaga ahli.

Namun jika yang dibawa malah pekerja tanpa skill yang berjumlah ribuan, maka hal itu harus dicurigai. 

Sutiyoso merujuk kepada banyaknya pekerja asal China yang membanjiri lokasi pabrik smelter di berbagai lokasi di Indonesia.

"Jadi kita harus waspada sekali lagi karena kalau kita diem-diem itu saya jamin orang itu tidak akan pernah pulang ke negeranya. Kalau saya jadi presiden Tiongkok ngurus orang 1,4 miliar itu mau bagaimana, ngasih makannya, ngasih papannya, ngasih sandangnya, belum sekolahnya, belum rumah sakitnya tidak akan mampu. Maka yang paling mudah adalah ekspor orang," kata Sutiyoso dalam acara Silaturrahim Tokoh & Ulama DKI Jakarta yang disiarkan JIC TV pada Rabu (18/5) lalu. (*)

Dikutip di Jakarta, Senin (23/5/2022), Sutiyoso mengaku, selama perjalanan kariernya, sudah mengunjungi lebih 50 negara di dunia. Dari semua negara itu, tidak ada satu pun yang bebas dari etnis Tionghoa. Dia pun menyentil wilayah Singapura yang dulunya dihuni mayoritas etnis Melayu, kini mereka menjadi tersisih. Sehingga negeri jiran itu dikuasai keturunan China, baik pemerintahan maupun ekonomi.
Editor: Herda
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️