Tidak hanya Generasi Milenial Binjai (GMB) dan Sekjen KNPI Kota Binjai yang ikut menyoroti video viral di media sosial melalui akun TikTok @aderinaldytanjung_sh, salah seorang tokoh agama Kota Binjai juga angkat bicara terkait video yang berdurasi kurang dari satu menit itu.
Adalah, Sanni Abdul Fattah yang menjabat sebagai Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Kota Binjai, yang ikut menyampaikan pendapatnya.
Ia menekankan bahwa permasalahan judi memang harus diberantas, tetapi fokus tidak boleh hanya pada satu individu.
“Kalau untuk masalah judi, mari sama sama kita memberantas atau menutup judi judi yang ada di Kota Binjai ini. Judi di kota Binjai ini juga banyak," ucap Sanni, Kamis (23/10).
Pernyataan ini menunjukkan bahwa praktik judi bukanlah masalah satu orang saja, melainkan fenomena yang lebih luas dan membutuhkan tindakan menyeluruh.
Sanni juga mengkritik sikap Ade Rinaldy Tanjung yang hanya menyoroti Aju. Ia menilai perlu ada perhatian lebih terhadap peredaran narkoba, barak narkoba, dan diskotik yang masih eksis di Kota Binjai.
"Hal ini menjadi perhatian karena narkoba dianggap lebih merusak masyarakat dan membahayakan generasi muda,' tuturnya.
Tindakan memberantas judi diakui Sanni Abdul Fattah, juga harus sejalan dengan upaya menangani narkoba.
"Coba buat dulu komentar tentang itu, karena itu yang lebih penting menurut kami. Bukan hanya judi. Coba berantas dulu narkoba, barak barak narkoba, diskotik yang masih eksis di Kota Binjai ini," ujar Sanni.
Menurutnya, kejahatan tidak bisa dipandang satu dimensi saja. Fokus pada satu bandar judi tanpa melihat konteks kriminal lain seperti narkoba, dianggap tidak cukup. Hal ini menjadi catatan penting bagi publik yang menunggu kepastian tindakan aparat kepolisian.
Selain menyoroti narkoba, Ketua GNPF Ulama Kota Binjai ini juga mempertanyakan motivasi menyoroti Aju saja. Ia menekankan, diduga ada beberapa bandar judi di Binjai yang juga seharusnya menjadi target tindakan hukum.
“Seharusnya kalau mau menutup atau memberantas judi itu ke semua bandar bandar judi itu. Kami jadi curiga dengan dia itu," demikian tutup Sanni.
Diketahui, sebelumnya beredar dua video yang viral di TikTok dengan akun @aderinaldytanjung_sh, yang menyoroti dugaan pembiaran praktik judi di Kota Binjai. Video itu menampilkan narasi warga yang menuntut Kapolda Sumatera Utara dan Kapolres Binjai dicopot karena dianggap gagal menangkap bandar judi bernama Aju.
Di dalam video tersebut juga terdengar seruan “Tangkap Aju, copot Kapolda Sumatera Utara, copot Kapolres Binjai. Hidup masyarakat Sumatera Utara, hidup masyarakat Indonesia".
Seruan ini merefleksikan kekecewaan publik terhadap kinerja aparat dalam menindak perjudian ilegal.
Teranyar, Ade Rinaldy Tanjung juga mengunggah komentarnya melalui akun media sosial Tiktok. Dalam komentarnya,
"Dan akan kita cari si Aju dimana, dan sama sama kita tangkap. Oke!!" ungkap Ade diawal komentarnya.