Jumat, 24 Apr 2026

Tim LKLH Survei Kawasan Konservasi di Lahan Perkebunan PT. SIA Desa Buntu Bayu, Simalungun

Simalungun (utamanews.com)
Oleh: Yamin Simatupang Selasa, 02 Sep 2025 07:01
Ketua Tim LKLH bersama Pelaksana Kerja PT. SIA di halaman kantor Perkebunan
 Istimewa

Ketua Tim LKLH bersama Pelaksana Kerja PT. SIA di halaman kantor Perkebunan

Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan kawasan konservasi di wilayah Sumatera Utara, Tim dari Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup (LKLH) Wilayah Sumut melakukan kunjungan lapangan ke areal perkebunan PT. Sawit Indah Abadi (SIA). Survei ini dilaksanakan pada Senin, 1 September 2025, di Desa Buntu Bayu, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memverifikasi kondisi lapangan, khususnya menyangkut isu-isu yang berkembang terkait kemungkinan adanya pelanggaran terhadap kawasan konservasi yang berada di dalam atau di sekitar areal perkebunan. Hal ini menjadi perhatian serius mengingat pentingnya menjaga ekosistem alami di tengah aktivitas perkebunan.

Areal perkebunan PT. SIA sendiri diketahui memiliki luas sekitar 250 hektare dan telah ditanami kelapa sawit secara intensif. Luas areal ini dinilai cukup signifikan, sehingga pengelolaannya perlu memperhatikan aspek keberlanjutan dan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.

Ketua Tim LKLH, Irmansyah, SE, menjelaskan bahwa survei ini merupakan respons terhadap laporan masyarakat. Pihaknya merasa perlu melakukan pengecekan langsung untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran terhadap fungsi kawasan konservasi.
“Kedatangan kita ke areal perkebunan PT. SIA ini didasari atas informasi yang kita terima dari masyarakat. Kami datang untuk melakukan survei dan meninjau langsung kondisi lahan konservasi yang diduga berada di dalam areal ini,” ujar Irmansyah saat diwawancarai di lokasi.

Dalam kunjungan tersebut, Tim LKLH berkesempatan bertemu dengan Napitupulu, salah seorang pelaksana kerja yang sedang bertugas di kantor perkebunan. Kepada tim, Napitupulu menyampaikan bahwa pihak perusahaan tidak pernah melakukan pengelolaan atau pemanfaatan terhadap lahan-lahan yang berpotensi sebagai kawasan konservasi.

“Tidak ada areal konservasi di perkebunan ini yang kami kelola. Baik itu aliran sungai Boktar maupun pepohonan yang ada di sekitar kebun, semuanya tetap kami jaga dan tidak disentuh,” jelas Napitupulu.

Ia juga menegaskan bahwa PT. SIA hanya melanjutkan pengelolaan perkebunan yang sebelumnya sudah ada. Menurutnya, perusahaan tidak membuka lahan baru, melainkan meneruskan sistem tanam yang sudah berjalan sejak awal.
produk kecantikan untuk pria wanita

“Kami hanya melanjutkan saja karena sebelumnya lahan ini memang sudah ditanami kelapa sawit. Jadi, kami hanya meneruskan pengelolaan tanpa membuka atau mengubah fungsi kawasan lainnya,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, Irmansyah tidak datang sendiri. Ia didampingi oleh Direktur Investigasi LKLH, Darwin Marpaung, beserta beberapa anggota tim lainnya. Kehadiran tim investigasi ini menunjukkan keseriusan LKLH dalam menjalankan mandatnya untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Selama survei, tim melakukan pengecekan terhadap beberapa titik yang dicurigai sebagai kawasan konservasi atau daerah penyangga ekosistem. Beberapa dokumentasi dan data lapangan juga berhasil dikumpulkan untuk dianalisis lebih lanjut di tingkat lembaga.

iklan peninggi badan
Meskipun tidak ditemukan indikasi kuat adanya pelanggaran pada saat kunjungan, pihak LKLH tetap akan melakukan kajian mendalam terhadap hasil survei. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa kawasan konservasi yang ada tetap terjaga dari potensi kerusakan.

Setelah menyelesaikan survei dan pengumpulan data di perkebunan PT. SIA, Tim LKLH melanjutkan perjalanan mereka ke daerah lain yang juga menjadi prioritas pengawasan lingkungan. Langkah ini merupakan bagian dari program rutin LKLH dalam pemantauan kawasan konservasi di berbagai wilayah Sumatera Utara.
Editor: Budi
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️