Wakil Walikota Binjai Hasanul Jihadi, melaksanakan Inspeksi mendadak (Sidak) di RSUD Djoelham Binjai yang beralamat di Jalan S. Hasanuddin, Kota Binjai, Kamis (8/1) siang.
Pantauan awak media, dalam sidak kali ini, Jiji (sapaan Hasanul Jihadi) mengendarai Sepeda Motor menuju RSUD Djoelham Binjai.
Disini, Jiji disambut langsung oleh Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD Djoelham Binjai, dr. Romi Ananda Lukman, beserta beberapa orang staff, Kepala Dinas Perhubungan Harimin Tarigan, dan Kepala Inspektorat Heny Sridewi SE. M.Sp.
Beberapa ruangan yang ada di RSUD Djoelham pun langsung dimasuki Wakil Walikota Binjai. Ia juga menyempatkan diri berbincang dengan beberapa pasien dan keluarganya.
Tata kelola parkir di RSUD Djoelham Binjai yang saat ini pengelolaannya dengan cara modern dan otomatis, menjadi hal pertama yang dibahas oleh Hasanul Jihadi dalam sidaknya kali ini.
"Perlu diketahui kedatangan kita disini guna melihat dan mendengar tentang tata kelola parkir. Saya turun kali ini sebagai pembantu Walikota melihat langsung dan mencari sebenarnya informasi seperti apa, karena kami harus memberikan informasi yang sebenar benarnya terkait apa yang dirasakan oleh masyarakat, apa yang dikeluhkan karyawan dan manajemen Rumah Sakit. Untuk itu kita mencari formulanya sekaligus seperti apa yang harus diselesaikan," ungkap Jiji, seraya mengatakan jika ia sudah beberapa kali menggelar sidak di RSUD Djoelham Binjai.
Diakui Jiji, terkait perparkiran di RSUD Djoelham Binjai, ia sebelumya melakukan konfirmasi kepada Walikota Binjai. Hasilnya, pihaknya tidak mengetahui adanya pihak ketiga yang mengelola parkir di Rumah Sakit milik Pemerintah Kota Binjai tersebut.
"Tadi pagi saya sudah konfirmasi ke pak Wali. Kami tidak mengetahui dan tidak terinformasi mengenai keputusan pihak ketiga. Untuk itu saya minta kepada inspektorat agar memeriksa dengan baik dan benar," tegasnya.
Tata kelola parkir di RSUD Djoelham Binjai yang saat ini sudah menggunakan parkir otomatis diakui Jiji belum ada kajian resminya sehingga menjadi tanda tanya besar pihaknya.
"Yang pasti kita belum ada kajian resmi terkait tata kelola perparkiran ini. Keputusan ini tentunya menjadi tanda tanya kita bersama. Saya sudah sampaikan ke dr. Romi, yang harus kita tingkatkan itu adalah kualitas pelayanan dan fasilitas di Rumah sakit," ungkapnya dengan nada kesal.
Hasanul Jihadi juga mengatakan, saat ia melakukan sidak pada Bulan Ramadhan tahun lalu, sudah ada perbaikan dibeberapa tempat. Namun kini muncul keluhan lagi dari masyarakat terkait tata kelola parkir.
"Yang pasti waktu itu dari gelap sudah mulai terang. Karena memang ada peningkatan pasien hampir 30 persen semenjak kita launching UHC. Artinya, kota Binjai tidak hanya menampung warga Binjai, tapi juga warga Deli Serdang, Langkat, bahkan hari ini ada pasien dari Simalungun," bebernya.
Namun terkait perparkiran di RSUD Djoelham Binjai, Jiji dengan tegas bahwa parkir otomatis tersebut saat ini sudah di nonaktifkan.
"Fokusnya adalah pelayanan kepada masyarakat, bukan mencari keuntungan dari tata kelola perparkiran yang ada. Hari ini keluhan masyarakat kita tindaklanjuti dan sudah kita nonaktifkan perparkiran ini," ujar Jiji sembari disambut tepuk tangan dari warga yang ikut menyaksikan.
Di nonaktifkan parkiran tersebut disebutkan Jiji, karena menuai berbagai permasalahan.
"Benar, parkiran ini jadi masalah. Banyak masyarakat yang akhirnya parkir di kantor Walikota. Saya minta kepada Inspektorat, agar segera periksa siapa yang membuat masalah ini. Jangan korbankan masyarakat untuk mencari keuntungan," bebernya.
Jiji juga berjanji, permasalahan tata kelola parkir ini menjadi atensi pihaknya secara bersama sama guna memberikan rekomendasi dan saran kepada Walikota Binjai.
"Terkadang saran dan masukan saat rapat sering berbeda dan kontraproduktif dengan apa yang tejadi di lapangan. Makanya saya langsung turun kesini agar laporan saya ke walikota tidak ABS, tidak Asal Bapak Senang," demikian tutup Hasanul Jihadi.