Tengku Erry Disambut Galombang Duo Baleh di Sibolga
Walikota ingin julukan "Sibolga sebagai perekat kerukunan beragama" jadi Perda
SIBOLGA (utamanews.com)
Oleh: Yudi
Selasa, 04 Apr 2017 10:10
Usai menghadiri rapat paripurna, Gubernur kemudian melepas pawai etnis yang diikuti ratusan warga masyarakat berbagai etnis di Sibolga.
Gubsu Tengku Erry Nuradi disambut Galombang Duo Baleh saat menghadiri Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Jadi ke-317 Kota Sibolga di gedung DPRD jalan S. Parman Kota Sibolga, Senin (3/4/2017).Galombang Duo Baleh adalah salah satu seni pencak silat tradisi pada masyarakat Pesisir di Tapanuli Tengah-Sibolga. Kesenian Galombang Duo Baleh ini diiringi musik Sikambang.
Setelah dikalungi bunga oleh Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk dan istri, Gubsu dan Ny Evi Diana Erry Nuradi serta rombongan pun disuguhkan tari persembahan sebelum Wakil Ketua DPRD Kota Jamil Zeb Tumori membuka rapat paripurna. Turut menghadiri paripurna Pj Bupati Tapteng Bukit Tambunan, ahli waris Tuanku Dorong Hutagalung, Bupati Palas, Wakil Walikota Tanjung Balai, Wakil Bupati Taput, Dirut Bank Sumut, DPRD Sumut, DPRD Kabupaten Kota, dan forum FKPD Provsu dan Kota Sibolga.
Gubsu Erry dalam sambutannya mengucapkan selamat atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintahan Provinsi Sumut (Pemprovsu) atas perayaan HUT Kota Sibolga yang ke 317 tahun. Di usianya yang terbilang tua tersebut, Erry mengharapkan Pemko Sibolga semakin paten dan jaya. Sebagai negeri berbilang kaum, lanjut Erry, Sibolga memiliki sejarah perjalanan pembentukan Kota Sibolga yang patut disyukuri. Sejumlah prestasi yang berhasil ditorehkan hendaknya dapat ditingkatkan lebih baik lagi di masa-masa mendatang.
"Sibolga Kota berbilang kaum yang kaya akan sejarah dan budaya. Didirikan oleh Tuanku Dorong Hutagalung pada tahun 1700. Peringatan ini harus dimaknai dengan mengucapkan puji syukur kita kepada Allah SWT. Karena di usia ini kita melihat keberhasilan guna menuju kesejahteraan masyarakat,"ujar Erry.
Sementara itu Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk mengapresiasi kehadiran Gubsu Erry Nuradi bersama Istri Evi Diana dan juga pimpinan SKPD Pemprovsu pada peringatan HUT Kota Sibolga ke 317 tahun.
Dalam kesempatan itu Syarfi Hutahuruk mengaku pihaknya akan mendorong agar Kota Sibolga sebagai negeri berbilang kaum dan perekat antar umat beragama ke dalam Peraturan Daerah (Perda). Hal ini dilakukan agar kelak menjadi warisan kepada para generasi muda di masa-masa mendatang.
Dikatakan Syarfi bahwa julukan Kota Sibolga sebagai negeri berbilang kaum dan sebagai perekat hubungan antar umat beragama pertama kali dicetuskan mantan Gubsu almarhum Tengku Rizal Nurdin pada pembukaan MTQ 2003 lalu di Kota Sibolga. Saat itu almarhum yang notabene abang kandung Gubsu Erry mengaku gembira dengan kerukunan beragama di Sibolga. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran sejumlah tokoh agama lain saat pembukaan MTQ tersebut.
"Sesunguhnya hari jadi Kota Sibolga jatuh pada 2 April kemarin. Tapi karena kita sepakat tidak ingin menganggu saudara-saudara kita beribadah terganggu. Saya mengajak marilah kita cintai Kota Sibolga ini seperti kita mencintai diri kita sendiri," pungkasnya.