Pemerintah saat ini sangat sulit memberantas peredaran Narkoba, yang kini sudah sangat meluas di kalangan masyarakat, bahkan sudah menjangkau murid Sekolah Dasar (SD). Seharusnya Indonesia jangan malu mengikuti langkah Negara Philipina yang langsung menembak mati para Bandar dan pengedar Narkoba. Biar ada efek jera.
Keresahan masyarakat tentang bahaya narkoba ini, disampaikan Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumut yang juga anggota Komisi A DPRD Sumut, HM Hafez, Lc MA kepada wartawan yang menghubunginya MInggu pagi ( 8/10), berkaitan dengan pelaksaan hasil reses anggota DPRD Sumut yang kedua di tahun 2017 ini. Reses berlangsung sejak 3-hingga 8 Oktober.
Dikatakan anggota FPKS DPRD Sumut dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut satu (Kota Medan A), dari semua konstituen yang dikunjunginya, masyarakat sudah sangat resah tentang peredaran Narkoba yang sudah sampai pada taraf yang membahayakan di Kota Medan, terutama di daerah pinggiran
Keresahan masyarakat itu, katanya, merupakan masukan yang sangat berharga untuk disampaikan kepada Gubsu, termasuk Badan Nasional Anti Narkotika (BNN) Sumut, Kapolda, dan Pangdam /BB. Pemerintah katanya harus bisa menyelamatkan anak bangsa ini dari ancaman Narkotika
Diakuinya, bahwa masalah darurat Narkoba yang kini sudah menggaduli Indonesia saat ini sudah menjadi masalah internasional dan peta Narkoba terbesar di Asia adalah Thailand, Vietnam dan Bangkok.
Menyusul Indonesia dijadikan sasaran empuk dari negara Eropa maupun Asia. Karena pendistribusian narkoba bisa dilalui berbagai pintu masuk baik darat, laut maupun udara. "Mereka biasanya memilih laut, pintunya banyak. Makanya tak usah heran, narkoba berton-ton bisa masuk dari jalur laut," kata Hafez .
Tokoh muda PKS ini juga motivasi semua konstituennya, yang umumnya para kaum ibu-ibu agar senantiasa berbuat kebajikan dan mengikuti ajaran agama Islam dalam kehidupan keseharian di tengah-tengah masyarakat.
DPD PKS di Sumut, lanjutnya, dewasa ini banyak mendorong umat Islam untuk mengikuti program Magrib Mengaji di kota Medan dan sekitarnya seperti yang telah dilakukan puluhan tahun lalu. PKS tetap komitmen melayani masyarakat dan siap menjadi mitra kerja di kelurahan dan kecamatan.
Selain itu ia menganjurkan, setiap keluarga hendaknya ada seorang anak, cucu atau cicit yang pandai hafiz Qur'an. "Karena Hafiz Qur'an itu dapat menolong 70 orang dari keluarga atas, bawah, kiri, kanan, depan dan belakang dari keluarga kita," katanya.
Dari kunjungan reses ini juga katanya dia menerima keluhan tentang sulitnya kini masyarakat memperoleh gas elpiji 3 Kg dan adanya polusi dari bakaran sampah plastik 24 jam di bantaran sungai Amplas yang dinilai sangat mengganggu dan bisa mengakibatkan terganggunya kesehatan masyarakat.
Selain itu, keluhan yang terus disampaikan masyarakat, sejak dari reses pertama hingga sekarang dan tahun 2016 lalu yaitu tentang permasalahan pelayanan BPJS, pembuatan E-KTP. Selain itu masalahan infrastruktur juga menjadi permasalahan bagi masyarakat Kota Medan, termasuk pencemaran lingkungan hidup yang diakibatkan oleh pembuangan limbah pabrik yang mengancam penduduk di kawasan Medan Deli, Medan labuhan dan Medan Deli
Sementara itu Staf Hafez bernama Saiful menyatakan bahwa Havez telah melakukan reses kelima tempat, antara lain, Jl.Jermal 7 Kecamatan Medan Denai, Jl.Yos Sudarso Km 15 Kecamatan Medan Labuhan, Sicanang Belawan, Jl.Air Bersih Kecamatan Medan Kota dan kembali di Medan Denai memenuhi permintaan kader PKS.