Anggota DPRD Kota Binjai dari fraksi Partai Gerindra, Joko Basuki, mendukung mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen (Purn) Sutiyoso, yang menyoroti banyaknya pekerja kasar asal China yang bekerja di Indonesia.
"Kalau memang keahlian atau skill-nya sesuai dengan yang dibutuhkan, saya rasa sah sah saja. Namun jika tidak keahlian, masyarakat kita pun masih banyak yang membutuhkan pekerjaan," ungkap Joko Basuki, saat dikonfirmasi awak media di gedung DPRD Binjai, Jalan Veteran, Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota, Kamis (2/6).
Sebagai warga negara Indonesia, politisi partai Gerindra ini juga berharap agar warga asing yang ingin masuk ke Indonesia harus melengkapi dokumen/persyaratan yang sudah ditetapkan.
"Kalau masuk secara ilegal, tentunya sudah menyalahi aturan. Kalau saya melihat melalui pemberitaan, memang banyak dari mereka (warga negara China) yang masuk ke Indonesia tanpa dilengkapi dokumen alias ilegal," tegas Joko Basuki, seraya berharap agar antar negara bisa saling menghormati dan menghargai dengan mengikuti aturan yang ada.
Untuk itu, pria yang akrab disapa Jobas ini berharap kepada Pemerintah Indonesia untuk bersikap tegas jika terbukti ada warga negara lain yang masuk ke Indonesia secara ilegal.
"Kalau terbukti masuk secara ilegal ya harus dideportasi," ujar Jobas sembari menegaskan bahwa Kemerdekaan negara Indonesia tidak diraih dengan mudah oleh para pejuang kita, namun mengorbankan harta dan nyawa.
Diketahui, dalam acara Silaturrahim Tokoh & Ulama DKI Jakarta yang disiarkan JIC TV pada Rabu (18/5) lalu, eks Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen (Purn) Sutiyoso sebelumnya mengaku miris dengan banyaknya pekerja kasar asal China yang bekerja di Indonesia. Ia menegaskan tidak masalah jika investor itu menanamkan modal sembari membawa tenaga ahli.
Namun jika yang dibawa malah pekerja tanpa skill yang berjumlah ribuan, maka hal itu harus dicurigai.
Sutiyoso merujuk kepada banyaknya pekerja asal China yang membanjiri lokasi pabrik smelter di berbagai lokasi di Indonesia.