Golkar Harap Jokowi Masih Diberi Kesempatan
Jakarta (utamanews.com)
Oleh: Dito
Minggu, 07 Agu 2022 20:47
Politikus Partai Golkar Melchias Mekkeng mengatakan dengan hasil survei Indo Barometer yang menempatkan Joko Widodo sebagai calon terkuat di Pilpres 2019, rakyat Indonesia bisa semakin mantap untuk kembali memberikan kesempatan kepada Jokowi.
"Ya Golkar tentunya bersyukur terhadap hasil survei tersebut dan berharap masyarakat semakin mantap dan memberikan kesempatan lima tahun lagi untuk pak Jokowi memimpin negara ini," katanya kepada INILAHCOM, Kamis (15/2/2018).
Terkait angka ketidakpuasan masyarakat yang menilai banyak ada beberapa kekurangan di era kepemimpinan Jokowi, Golkar percaya ini akan menjadi pendorong semangat Jokowi untuk bekerja lebih keras lagi.
"Ya biasalah dalam kehidupan bernegara dan alam demokrasi orang mempunyai pilihan lain dan mengkritisi. Mudah-mudahan ini menjadi cambuk buat pak Jokowi memperbaiki kinerjanya," harapnya.
Diberitakan sebelumnya, nama Joko Widodo masih menjadi sosok paling kuat mengisi kursi Presiden 2019. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indo Barometer menunjukkan sebesar 34,9 persen responden memilih Joko Widodo untuk duduk kembali menjadi orang nomor satu di Indonesia.
Direktur Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan, berdasarkan pertanyaan secara terbuka, masyarakat masih mayoritas memilih nama Joko Widodo (Jokowi). Di urutan kedua, ada nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan 12,1 persen.
Nama lain yang masuk yakni, berturut-turut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 3,6 persen, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok 3,3 persen.
Ia juga mengatakan survei menunjukkan adanya tingkat ketidakpuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tiga tahun kepemimpinannya. Setidaknya ada lima alasan utama publik menyatakan tidak puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
"Pertama adalah lapangan pekerjaan masih terbatas 13.4 persen, harga sembako belum stabil 7 persen, biaya listrik semakin naik 5.5 persen, terlalu banyak impor 4.7 persen dan terlalu banyak pencitraan 4.5 persen," kata Qodari di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Kamis (15/2/2018).
Editor: Tessa
Sumber: inilah.com
Tag: