Minggu, 03 Mei 2026

Warga Bersatu Hadapi Banjir: Cerita Perubahan dari Griya Pesona Minimalis

Medan (utamanews.com)
Oleh: Muhammad Umarsaifurrahman Zaidan Kamis, 19 Jun 2025 20:29
Muhammad Umarsaifurrahman Zaidan bersama warga
 Istimewa

Muhammad Umarsaifurrahman Zaidan bersama warga

Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan salah satu kewajiban akademik yang harus dijalani oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Sumatera Utara. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat proses pembelajaran dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan teori-teori pekerjaan sosial yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik langsung di lapangan. Muhammad Umar Saifurrahman Zaidan, mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial dengan NIM 220902080, melaksanakan PKL di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara selama tiga bulan, terhitung sejak 1 Maret hingga 30 Mei 2025. Selama pelaksanaan PKL, praktikan mendapatkan bimbingan langsung dari supervisor akademik serta pembimbing lapangan dari BPBD PROVSU. Artikel ini disusun sebagai bagian dari laporan pelaksanaan PKL, dengan fokus utama pada kegiatan intervensi sosial yang dilakukan di Komplek Griya Pesona Minimalis, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan—sebuah wilayah yang tergolong rawan terhadap bencana banjir.

Banjir yang hampir tiap tahun melanda Perumahan Griya Pesona Minimalis bukan lagi sekadar bencana musiman, tapi telah menjadi ancaman nyata yang mengganggu kehidupan warga. Rumah tergenang, aktivitas terganggu, hingga penyakit pun mengintai. Namun, ada satu perubahan menarik yang kini mulai mengubah wajah kompleks perumahan ini: kolaborasi warga lewat diskusi kelompok atau Focus Group Discussion (FGD).

Sebelumnya, warga cenderung bergerak sendiri-sendiri saat banjir datang. Namun melalui FGD, mereka mulai duduk bersama—orang tua, pemuda, ibu rumah tangga, hingga tokoh masyarakat—membahas penyebab banjir, dampaknya, dan solusi bersama.
FGD ini bukan sembarang diskusi. Lewat pendekatan yang santai tapi terarah, warga mengungkapkan keresahan dan menyusun rencana aksi nyata. Hasilnya? Terbentuklah kegiatan gotong royong rutin dan edukasi tentang pencegahan banjir yang dilaksanakan oleh warga sendiri.

Membangun Kesadaran dan Solidaritas
Kegiatan gotong royong seperti membersihkan saluran air dan parit dilakukan secara berkala. Warga pun ikut serta dalam sosialisasi mitigasi bencana—belajar tentang cara menghadapi banjir, apa yang harus dilakukan saat banjir datang, hingga langkah pemulihan pascabanjir.

Yang menarik, antusiasme muncul terutama dari kalangan ibu rumah tangga dan remaja. Mereka bukan hanya ikut hadir, tapi juga aktif memberikan ide dan membantu pelaksanaan kegiatan. Dari yang awalnya pasif, kini warga mulai peduli dan bertindak menjaga lingkungan mereka.
produk kecantikan untuk pria wanita

Hasil yang Nyata
Setelah beberapa bulan berjalan, perubahan mulai terlihat. Kesadaran warga untuk membuang sampah pada tempatnya meningkat. Semangat untuk menjaga kebersihan lingkungan pun tumbuh. Bahkan, muncul inisiatif baru seperti usulan penambahan tempat sampah dan patroli kebersihan secara mandiri.

Meski masih ada tantangan, seperti sistem drainase yang belum optimal dan keterlibatan warga yang belum menyeluruh, keberhasilan ini membuktikan bahwa kekuatan komunitas bisa menjadi benteng pertahanan utama menghadapi bencana.

Harapan ke Depan
iklan peninggi badan
Kegiatan ini menjadi contoh bahwa penanggulangan banjir tak selalu harus dimulai dari pemerintah. Ketika warga diberi ruang untuk berbicara dan terlibat, mereka mampu merancang solusi sesuai kebutuhan lokal. Dengan membangun kesadaran, solidaritas, dan kerja sama, Griya Pesona Minimalis sedang menuju lingkungan yang lebih tangguh dan siap menghadapi banjir.
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️