Kamis, 23 Apr 2026

Pemberdayaan Remaja melalui Edukasi HIV/AIDS: Praktik Pekerjaan Sosial dengan Pendekatan Group Work di PKBI Sumatera Utara

Medan (utamanews.com)
Oleh: Azura Maharani Putri Kamis, 19 Jun 2025 22:19
Azura Maharani Putri melakukan praktik kerja lapangan (PKL) di Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumatera Utara
 Istimewa

Azura Maharani Putri melakukan praktik kerja lapangan (PKL) di Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumatera Utara

Azura Maharani Putri, mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara dengan NIM 220902095, melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencan) Sumatera Utara.

Masih banyak remaja yang menganggap HIV/AIDS adalah isu yang jauh dari kehidupan mereka. Padahal, data menunjukkan justru kelompok remaja menjadi salah satu yang paling rentan tertular HIV. Ketidaktahuan, rasa ingin tahu yang tinggi, dan minimnya edukasi menjadi faktor utama.

Saya berkesempatan melakukan praktik kerja lapangan (PKL) di Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumatera Utara, khususnya bersama komunitas Centra Mitra Remaja (CMR). Di sinilah saya melihat langsung bagaimana edukasi bisa mengubah cara pikir remaja tentang HIV/AIDS, stigma, dan ODHA (Orang dengan HIV/AIDS).

Praktik ini dilakukan dengan pendekatan pekerja sosial kelompok (group work) dengan tujuh tahapan yaitu Engagement, Intake, Contract, Assesment, Planning, Intervensi, Monitoring, Evaluasi dan Terminasi. Bersama 10 remaja anggota CMR (Centra Mitra Remaja) yang dibawah naungan PKBI, saya mengadakan tiga sesi edukatif dengan pendekatan kerja sosial kelompok (group work). Kami berdiskusi, bermain games edukatif, dan membongkar berbagai mitos seputar HIV/AIDS.
Tahap intervensi dilakukan pada saat pertemuan dengan klien. Pada sesi pertama saya membawakan tema dasar yaitu “Kenali HIV dengan Benar” saya menjelaskan perbedaan antara HIV dan AIDS, cara penularan, serta bagaimana bisa mencegahnya. Klien yang awalnya kaget karena ternyata informasi yang mereka tahu selama ini keliru. Pada sesi kedua merupakan sesi yang yang paling emosional. Saya dengan klien membahas topik tentang bagaimana ODHA sering kali dikucilkan bukan karena virusnya, tapi karena stigma yang menempel. Lewat diskusi terbuka dan permainan peran, klien belajar pentingnya dukungan sosial. Pada sesi akhir, disini saya memberikan reminder kepada klien agar mereka menjadi penyebar informasi yang benar di lingkungan mereka. Tidak harus dengan ceramah. Bisa lewat postingan media sosial, obrolan dengan teman, atau kegiatan komunitas.

Remaja bukan hanya objek edukasi, tapi bisa menjadi agen perubahan. Ketika diberi ruang yang aman dan edukasi yang tepat, mereka mampu menyuarakan isu penting seperti HIV/AIDS dengan cara yang kreatif dan bermakna.

Jadi, jika kamu remaja dan membaca ini — kamu punya peran besar. Mari bantu hapus stigma, dan sebarkan empati. Karena HIV bukan akhir segalanya, tapi stigma bisa menjadi awal dari kehancuran sosial. Dan kamu bisa membantu menghentikannya.
Editor: Budi
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️