Suasana penuh semangat dan inspiratif memenuhi Ruang Aula Gedung AB UKI, Jakarta Timur pada tanggal 22 November 2023, ketika para mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) UKI diajak berpetualang dalam Kuliah Umum "Bagaimana Geopolitik Indonesia di 2024?" yang diselenggarakan oleh R66 Newlitics & Media.
Dalam kuliah umum yang menjadi kolaborasi antara R66 Newlitics & Media, Program Studi Hubungan Internasional Fisipol UKI, Center For Securities and Foreign Affairs Studies (CESFAS) UKI, dan Indonesian Institute of Advanced International Studies (INADIS), tiga tokoh utama, Helmy Yahya, Mardigu Wowiek, dan Connie Bakrie, menyajikan wawasan mendalam tentang geopolitik Indonesia.
Mardigu Wowiek, seorang pangamat politik, membuka ceramah dengan pernyataan tajam, "Geopolitik adalah kekuatan geografi untuk keunggulan politik." Dia menyoroti pentingnya peran Indonesia sebagai negara kepulauan maritim terbesar di dunia dengan tiga selat besar, yakni Selat Malaka, Selat Sunda, dan Selat Makassar. Mardigu juga menekankan kemandirian Indonesia dalam sumber daya alam, khususnya minyak bumi dan mineral. Namun, ini bukanlah kuliah umum biasa.
Acara ini dihadirkan secara khusus oleh R66 Newlitics & Media dengan para narasumber yang terkenal melalui program Konspirasi Kontradiksi di kanal YouTube R66 Newlitics. Kehadiran Helmy Yahya, Mardigu Wowiek, dan Connie Bakrie menambah kebermanfaatan acara ini, menghadirkan pandangan unik dan tajam dari tiga tokoh berpengaruh.
Mardigu Wowiek menyoroti kebutuhan minyak nasional Indonesia, sementara Connie Bakrie, seorang pengamat militer dan intelijen, memotivasi anak muda untuk berkontribusi positif menjelang tahun politik 2024. "Kekuatan Asia Pasifik ada di Indonesia. Indonesia harus fokus pada keamanan dalam negeri agar ekonomi bisa berputar dan rakyat sejahtera," ungkapnya, memberikan semangat kepada para mahasiswa.
Sebagai penutup yang memberikan semangat, Helmy Yahya, seorang public speaker senior, mengajak masyarakat untuk menghargai perbedaan pendapat dalam Pemilu 2024. "Anak muda harus memilih, jangan golput. Tunjukkan bangsa Indonesia adalah bangsa yang hebat," kata Helmy Yahya, menekankan peran penting generasi muda dalam membangun masa depan.
Direktur CESFAS UKI, Darynaufal Mulyaman, S.S., M.Si., menyambut baik kuliah umum ini, menggarisbawahi pentingnya pemahaman tatanan geopolitik Indonesia di mata dunia internasional. "Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memahami Geopolitik Indonesia di tahun 2024, dengan sudut pandang yang selalu tampil dalam program Konspirasi & Kontradiksi R66 Newlitics," tambah Darynaufal.