Kelompok Kerja Raudhatul Athfal inisiasi Workshop "Menjadi Guru Asik dan Menyenangkan"
Binjai (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Aqil
Rabu, 14 Des 2022 15:04
Istimewa
Peserta Workshop Menjadi Guru Asik dan Menyenangkan di Binjai
Setiap guru harus mulai berani untuk melakukan inovasi serta perubahan dalam kultur pembelajaran. Misalnya, lebih sederhana dan lebih mendalam, termasuk memberikan "kemerdekaan" bagi satuan pendidikan dalam mengembangkannya, serta menghadirkan sistem pembelajaran yang lebih relevan dan interaktif.
Hal ini disampaikan Kepala Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kota Binjai Ahmad Yusri S.Sos. M.AP, saat menghadiri Workshop Menjadi Guru Asik dan Menyenangkan di Dalam Kurikulum Merdeka oleh Kang Deden, di Pendopo Umar Baki, Rabu (14/12).
"Sehingga proses belajar akan terjadi secara dua arah, aktif, dan siswa merasa puas jika idenya diterima dan diaplikasikan saat pembelajaran berlangsung," harapnya.
Acara yang diinisiasi oleh Kelompok Kerja Raudhatul Athfal (KKRA) ini dihadiri oleh Kakan Kemenag Kota Binjai Drs H Saparuddin MA, Kabid PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Binjai Bambang Lestrika Budimansyah, Kasi Penmad Sudirman, Ketua KKRA Hj Nurdianah S.Ag S.Pd.I MM, Ketua KKG RA Kota Binjai Linda, serta para guru Raudhatul Atfal se-Kota Binjai.
Diketahui, dalam rangka memperkuat inovasi merdeka belajar, pada 11 Februari 2022 lalu, Kemendikbudristek meluncurkan inovasi kurikulum yang diberi nama kurikulum merdeka. Terdapat tiga keunggulan dalam kurikulum merdeka ini, yaitu, pertama, fokus pada materi esensial agar ada pendalaman dan pengembangan kompetensi yang lebih bermakna dan menyenangkan.
Kedua, kemerdekaan guru mengajar sesuai dengan tahap capaian dan perkembangan peserta didik. Serta ketiga, pembelajaran melalui kegiatan proyek untuk pengembangan karakter dan kompetensi profil pelajar Pancasila melalui eksplorasi isu-isu aktual.