Saya, Sintia (NIM 220902045), Mahasiswi Praktik Kerja Lapangan dari Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara, berkesempatan melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL) di Rumah Literasi Ranggi, sebuah lembaga pendidikan nonformal yang berlokasi di Komplek Perumahan PWI, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, sejak Maret hingga Mei 2025.
Dalam pelaksanaan praktik kerja lapangan ini, saya melakukan pendampingan terhadap seorang anak berinisial ID, usia 9 tahun, yang mengalami putus sekolah setelah menjadi korban bullying di sekolah formal. Anak tersebut mengalami trauma mendalam, kehilangan kepercayaan diri, serta enggan kembali ke lingkungan sekolah. Fenomena ini menjadi gambaran nyata bahwa bullying tidak hanya melukai mental anak, tetapi juga berpotensi menghilangkan akses mereka terhadap pendidikan.
Saya menerapkan pendekatan pekerjaan sosial pada tingkat individu (casework), yaitu pendekatan yang bertujuan memperbaiki atau meningkatkan keberfungsian sosial individu agar mampu menjalankan perannya secara optimal dalam masyarakat. Proses pendampingan dilaksanakan secara sistematis melalui beberapa tahapan utama, yakni engagement, intake dan kontrak, assessment, perencanaan, intervensi, evaluasi, dan terminasi.
Pada tahap intervensi, kegiatan dilakukan dua hingga tiga kali seminggu dengan metode pembelajaran menyenangkan yang terintegrasi dalam aktivitas harian Rumah Literasi Ranggi. Fokus utama adalah meningkatkan kemampuan membaca dan berhitung. Selain itu, saya secara konsisten memberikan motivasi secara verbal kepada klien. Kata-kata semangat dan dorongan positif diberikan untuk membantu membangun kembali kepercayaan dirinya, mengurangi rasa malu akibat pengalaman traumatis, serta menghubungkan proses belajar dengan cita-cita yang diungkapkan klien, agar ia memiliki harapan dan tujuan yang kuat untuk kembali belajar.
Lingkungan yang suportif di Rumah Literasi Ranggi dan keterlibatan ibu kandung klien sebagai sistem pendukung sangat membantu dalam mempercepat proses pemulihan psikososial klien. Interaksi positif dengan anak-anak lainnya di Rumah Literasi juga memberikan semangat baru bagi klien untuk merasa diterima, dihargai, dan termotivasi untuk berkembang.
Penelitian Akbar (2024) yang berjudul “Kajian Literatur: Pengaruh Bullying Terhadap Motivasi Belajar Siswa” mendukung temuan ini, bahwa bullying berdampak negatif secara signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Pendampingan yang dilakukan melalui pendekatan pekerjaan sosial pada tingkat individu terbukti efektif dalam membantu klien mengatasi trauma, meningkatkan kemampuan akademik dasar, dan memulihkan keberfungsian sosialnya.
Pengalaman ini tidak hanya memperkaya pemahaman saya terhadap praktik pekerjaan sosial, tetapi juga menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat dan dukungan lingkungan yang positif, anak-anak korban bullying tetap memiliki peluang untuk bangkit dan melanjutkan pendidikan mereka.
Sebagai penutup, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Malida Putri, S.Sos., M.Kessos selaku dosen pembimbing lapangan yang telah memberikan arahan, bimbingan, serta motivasi selama proses praktik kerja lapangan berlangsung.
Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada Bapak Fajar Utama Ritonga, S.Sos., M.Kesos selaku dosen pengampu mata kuliah yang telah memberikan landasan teori dan pemahaman mendalam mengenai praktik pekerjaan sosial. Tidak lupa, saya juga menyampaikan rasa hormat dan apresiasi kepada Rumah Literasi Ranggi dan seluruh anak-anak di Rumah Literasi Ranggi yang telah membuka diri, berbagi pengalaman, serta menciptakan suasana belajar yang hangat dan penuh semangat.