Selasa, 21 Apr 2026

Masinton: Pilih Pemimpin Bisa Memberikan Solusi Bukan Menjadi Beban Masyarakat

Tapteng (utamanews.com)
Oleh: Bambang E. F Lubis Rabu, 20 Nov 2024 18:10
Paslon Bupati Tapanuli Tengah nomor urut 2, Masinton Pasaribu-Mahmud Efendi Lubis saat blusukan di Kecamatan Sorkam.
 Istimewa

Paslon Bupati Tapanuli Tengah nomor urut 2, Masinton Pasaribu-Mahmud Efendi Lubis saat blusukan di Kecamatan Sorkam.

Calon Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu mengajak masyarakat untuk memilih calon pemimpin yang punya ide, gagasan dan program untuk membangun, bukan yang cuma menjadi beban buat rakyat Tapteng.

“Pemimpin itu harus bisa memberi solusi jalan keluar kesulitan masyarakat, bukan malah menjadi beban buat masyarakat, betul bapak ibu!,” kata Masinton Pasaribu yang dibenarkan oleh masyarakat saat berkampanye di Kecamatan Sorkam, Senin malam (18/11/2024).

Pemimpin itu harus punya ide, pikiran, dan program untuk membangun, serta mencari solusi terbaik bagaimana mengatasi persoalan di daerahnya.

Bagaimana mengatasi kesenjangan di masyarakatnya. Bagaimana mengatasi problem petani. Bagaimana mengatasi problem nelayan. 
Kemudian, bagaimana mengatasi problem anak-anak muda yang kesulitan untuk mendapatkan lapangan kerja.

“Itulah tugas pemimpin. Kalau ada yang bilang, ah, Masinton itu sama saja dengan yang lain. Berbeda bapak-ibu, Masinton tidak demikian,” jelasnya.

Dikatakan, Pilkada Tapteng 2024 ini adalah momentum terwujudnya sejarah perubahan. Tapteng harus naik kelas, maju dan bangkit mengejar ketertinggalan dibanding kabupaten lainnya.

“Kita tidak boleh lagi membiarkan Tapteng ini terpuruk. Kita harus bangkit, dan harus maju mengejar ketertinggalan kita,” terang Masinton Pasaribu.
produk kecantikan untuk pria wanita

Secara administratif, Tapteng telah berusia 79 tahun, atau sama dengan usia Republik Indonesia. Tetapi kondisinya tertinggal jauh, bahkan dengan kabupaten yang baru dibentuk atau yang baru dimekarkan.

“Kalau pemimpinnya nggak ngerti apa yang harus dikerjakan untuk membangun daerah dan masyarakatnya, kita akan kesulitan meraih kebangkitan itu,” sebut Masinton.

Masinton-Mahmud (MAMA) berkomitmen menghadirkan pemerintahan yang melayani dan adil untuk semua masyarakatnya, pemerintahan yang anti korupsi dan anti pungli. 

iklan peninggi badan
“Kalau pemerintahnya korupsi, yang korban itu adalah masyarakatnya. Dampak dari korupsi itu apa? jalanan rusak, sekolah fasilitasnya asal-asalan, pelayanan masyarakat terabaikan,” ujarnya.

Masinton menjelaskan, selama kampanye sudah keliling ke desa-desa dan kecamatan. Masinton-Mahmud (MAMA) telah menangkap kondisi kebatinan rakyat Tapteng.

“Kami menangkap semangat dan getaran jiwa yang sama, semuanya menginginkan perubahan. Kami pun merasakan bahwa kita semua berkumpul, karena kita ingin perubahan,” sebut Masinton.

Masinton menjelaskan, nelayan mengeluh 5 tahun belakangan ini pendapatannya menurun karena maraknya pukat trawl masuk ke zona tangkap nelayan kecil.

Jika Masinton-Mahmud diberi kepercayaan dan direstui Tuhan Yang Maha Kuasa, seluruh pemilik pukat trawl akan dipanggil dan diminta tidak lagi mengganggu zona tangkap nelayan kecil.

“Kami ingin melindungi nelayan kecil kami agar anak-anaknya bisa sekolah, hidupnya bisa sejahtera, betul,” katanya. 

Kalau nelayan kesulitan BBM, maka mekanisme distribusinya akan ditata supaya nelayan kecil bisa memperoleh BBM. 

“Itulah komitmen kami Masinton-Mahmud. Ada nggak paslon lain yang bicara tentang komitmen mengatasi persoalan masyarakat, khususnya nelayan?” tanya Masinton. 

Para petani juga mengaku kesulitan pupuk bersubsidi. Alat pertaniannya masih tradisional, kemudian infrastruktur dan saluran irigasinya juga tidak bagus.

“Petani nanti akan kita fasilitasi, irigasinya, bibitnya, hingga pupuknya kita atur supaya bisa sampai ke petani kecil. Kepada kelompok tani akan diberikan bantuan alat mesin pertanian,” sebutnya.

Di sektor perdagangan masyarakat, seperti onan atau pusat pasar tradisional juga akan diperbaiki dan ditata dengan baik.

“Itulah tugas pemerintah, memberikan pelayanan kepada masyarakat, menyiapkan seluruh fasilitas masyarakat untuk beraktifitas,” ujar Masinton Pasaribu.

Masinton-Mahmud juga berkomitmen tentang tata pengelolaan desa, kepala desa dan perangkat desa akan diarahkan menggunakan anggaran dana desa sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kepala desa tidak perlu setor-setor ke bupatinya, kami akan hilangkan budaya setor-setor atau budaya sunat menyunat itu,” katanya.

Begitu pun terhadap PNS dan tenaga honorer tak ada lagi potongan-potongan, justru akan ditingkatkan tunjangan penghasilan pegawai (TPP)-nya sehingga pelayanan ke masyarakat bisa maksimal.

Program lainnya, Masinton-Mahmud akan menghadirkan fasilitas akses internet ke seluruh pelosok desa. Begitu juga terhadap anak-anak muda akan disiapkan balai-balai latihan kerja sehingga siap kerja dan siap berwirausaha.
Editor: Arman Junedy
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️