Jumat, 24 Apr 2026

Ketua KAHMI Binjai Setuju dengan Sistem Proporsional Tertutup Usulan PDIP

Binjai (utamanews.com)
Oleh: Tuan Laen Senin, 17 Okt 2022 15:57
H. Hery Dani Lubis SE. M.AB
 Istimewa

H. Hery Dani Lubis SE. M.AB

Menteri Koordinator Bidang Politik, hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, menyatakan dukungan sepenuhnya usulan Parpol dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) untuk mengembalikan Pemilu Legislatif ke sistem proporsional tertutup.

Sebab menurutnya, demokrasi langsung dapat menimbulkan kapitalisme kekuasaan politik, penguatan primordialisme, menghabiskan energi dan jauh dari kata efisiensi.

Dukungan Menko Polhukam terkait usulan PDI-P itu pun sempat menuai pro dan kontra. Beragam opini pun muncul terkait usulan Pemilu Legislatif ke sistem proporsional tertutup.
Salah seorang yang ikut angkat bicara terkait usulan tersebut adalah Ketua Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Binjai, H. Hery Dani Lubis SE. M.AB. Menurutnya, usulan tersebut sah sah saja bila Parpol benar benar objektif dalam menempatkan nomor urut Calon Legislatif (Caleg) nya.
"Sistem proporsional tertutup ini seperti pada Pemilu 2004 lalu, yaitu yang menentukan duduk tidaknya seorang caleg adalah nomor urut, bukan suara terbanyak," urainya, saat dikonfirmasi awak media, Senin (17/10)

Sebagai seorang akademisi, Hery Dani juga mengungkap alasannya mengapa dirinya setuju dengan usulan yang dimaksud.
"Alasannya yang pertama yaitu, mengingat maraknya money politic yang tidak bisa teratasi selama 4 kali musim pemilu sejak mulai diberlakukannya sistem proporsional terbuka tahun 2004. Kedua, terjadi karnibalisme, dimana caleg sesama internal partai saling menjatuhkan dan bertarung secara tidak sehat," tegasnya.

Menghindari terjadinya kader instan di tubuh Parpol juga menjadi alasan Hery Dani Lubis untuk mendukung usulan tersebut. "Maksudnya, entah datang dari mana, track recordnya gak jelas, tapi tiba tiba terpilih karena hanya mengandalkan kekuatan uang atau materi tanpa visi misi yang jelas. Mau dibawa kemana DPR ke depan kalau seperti itu," ungkapnya.
produk kecantikan untuk pria wanita

Pun begitu, lanjut pria yang pernah menjabat sebagai Ketua KPU Binjai ini, ia menghimbau kepada Parpol agar benar objektif nomor urut Caleg dengan mempertimbangkannya secara matang.
"Tapi dengan catatan, parpol harus benar benar secara obyektif dalam menempatkan nomor urut caleg dengan mempertimbangkan, bukan sekedar faktor kedekatan dengan pimpinan (parpol) tetapi yang lebih penting adalah melihat kualitas dan integritas SDM nya," ujar Ketua MD KAHMI Binjai tersebut.

Sedangkan soal popularitas, sambung Hery Dani, ia menilai hal tersebut tidak terlalu berpengaruh. "Hemat saya, popularitas tidak begitu signifikan kiprahnya. Faktanya kita lihat sederetan nama artis atau selebritis yang duduk di DPR, ternyata sedikit sekali yang produktif, kritis dan memiliki kecakapan yang bisa diandalkan untuk menjalankan fungsi legislasi, pengawasan dan menyusun anggaran," pungkasnya.

iklan peninggi badan
Sebagai seorang tokoh masyarakat Kota Binjai, Hery Dani Lubis juga menceritakan Pemilu sebelumnya, yaitu Pemilu Legislatif dengan sistem proporsional tertutup.
"Dulu pemilu 1999, kritik kita kepada sistem proporsional tertutup adalah ditemukan banyaknya caleg terpilih yang suaranya sedikit. Namun karena posisi nomor urutnya diatas, maka dia yang terpilih untuk duduk. Tetapi jika kendati pun yang perolehan suaranya lebih sedikit namun kualitas dan integritas personalnya baik, bagi saya tidak masalah," bebernya dihadapan awak media.

Ditegaskan pria paruh baya yang juga menjadi seorang Dosen disalah satu Perguruan Tinggi yang ada di Sumatera Utara ini, yang terpenting saat ini adalah sejauh mana Caleg tersebut jika terpilih bisa menjalankan fungsinya dengan efektif serta berkinerja dengan baik.

"Jadi jangan popularitas seolah dianggap lebih penting dibanding kualitas dan integritas. Tapi begitu duduk, keliatan plonga plongonya," tutur Hery Dani Lubis.
Di akhir ucapannya, Ketua MD KAHMI Binjai ini menyimpulkan bahwa Caleg yang mempunyai latar belakang sebagai seorang selebritis, lebih efektif jika dibutuhkan dalam tahapan kampanye.

"Kesimpulan saya, bisa digeneralisir bahwa caleg dengan latar belakang selebritis (artis, pelawak) lebih efektif dibutuhkan di lapangan kampanye, baik kampanye langsung maupun lewat media cetak, elektronik maupun medsos. Sebab kalau di ruang rapat umumnya mandul," demikian ungkap Hery Dani Lubis.

Diketahui, Menko Polhukam Mahfud MD bicara soal kemungkinan diadakannya kembali pileg tertutup. Ia menyebut nantinya PDI-P akan mengusulkan pemilu proporsional tertutup.

Mahfud mendengar bahwa banyak pihak menyalahkan Mahkamah Konstitusi (MK) karena sistem proporsional terbuka yang memutus Mahfud saat menjadi Ketua MK.

Ia juga menjelaskan, MK tidak memutus sistem proposional terbuka, namun hanya mencoret frasa di situ disebut bahwa yang menjadi anggota DPR terpilih itu adalah mereka yang mendapat suara terbanyak di atas 35 persen.
 
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️