Sabtu, 24 Agu 2019 17:03
  • Home
  • Opini
  • Sebelum Tuduh KPU Curang, Kroscek Terlebih Dahulu

Sebelum Tuduh KPU Curang, Kroscek Terlebih Dahulu

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Allysa Sahid, Pegiat Media Sosial
Minggu, 21 Apr 2019 23:21
Istimewa
Ekspos data pascapencoblosan 17 April
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) khawatir bahwa informasi- informasi yang sesat dan tidak benar alias hoax dapat menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan Pemilu. Hal ini tidak hanya menyangkut pada proses penyelenggaraan pemilu saja, tetapi juga hasil pemilu menjadi kekhawatiran tersendiri bahwa KPU akan mengalami delegitimasi dari masyarakat akibat munculnya hoax.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan menjelaskan, jika kemudian kepercayaan masyarakat terhadap proses Pemilu itu dirusak, maka hasil Pemilu bisa tidak dipercayai juga. Inilah yang dia maksudkan bahwa berita hoax jelas berakibat pada delegitimasi Pemilu 2019. Sebelumnya KPU telah melaporkan 3 akun sosial media kepada Bareskrim Polri, terkait dengan hoaks settingan server KPU di Singapura yang disebut memenangkan salah satu pasangan capres- cawapres. Selain Itu KPU juga pernah diserang dengan hoaks 7 kontainer yang berisi surat suara yang sudah tercoblos.

"Nah, kita serahkan kepada pihak yang berwenang untuk memproses secara hukum laporan kami, sehingga bisa jadi bertambah akun- akun itu karena seiring waktu. Kita serahkan kepada penegak hukum untuk menangani itu," ucap Wahyu.

Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak begitu saja percaya dengan hoaks-hoaks, apalagi hoaks yang berupaya untuk mendelegitimasi Pemilu. "Dicari dulu informasi pembandingnya. Tabbayun sehingga masyarakat tidak tertipu dengan berita hoaks. Kan KPU juga menjaga masyarakat dari berita-berita hoaks," pungkasnya.

Harus disadari bahwa salah satu persoalan yang pelik yaitu berita hoax yang kerap menjebak seseorang untuk mempercayai dan membagikannya.


Ma'ruf Amin juga pernah menjadi Korban Hoax, dimana pada momen sebelum pengambilan nomor urut di KPU. Pada waktu itu, dirinya dan Jokowi menghadiri acara relawan di Tugu Proklamasi, sebelum berangkat ke KPU. Pada saat ada lagu tentang Jokowi, dirinya ikut bertepuk tangan, namun ada berita hoax yang menyebutkan bahwa dirinya berjoget.

"Wong saya saja waktu ada pertemuan di Tugu Proklamasi waktu itu ada lagu memuji pak Jokowi, banyak orang berjoged, saya bertepuk tangan, itu diberitakan saya berjoged. Saya bilang matanya rabun barangkali, orang tepuk tangan kok dibilang joged," ujar Ma'ruf.

Dirinya berpendapat bahwa hoax tersebut memang didesain dan dirancang sebagai upaya untuk mendiskreditkan dirinya.

Menurut Ma'ruf, tujuan dari yang membuat berita adalah membuat dirinya kehilangan kredibilitas sebagai ulama.

Komisioner KPU DIY, Siti Ghoniatun pernah menyampaikan bahwa masyarakat perlu berfikir cerdas dan melakukan tabayyun dalam memilah dan memilih informasi agar mampu terwujud pemilu yang berintegritas. Dirinya juga mengungkapkan, ketika masyarakat langsung menyebarluaskan informasi tanpa adanya tabbayun dan memilah informasi yang benar maka hal tersebut akan berujung pada informasi yang salah dan dapat berakibat pada ancaman hukum.

Siti mengungkapkan bahwa menyebarkan berita yang tidak benar alias hoax ada ancaman pidananya, dan juga itu tidak baik karena membuat keresahan masyarakat. Dengan tidak adanya informasi yang hoax tentu akan mengakibatkan terwujudnya pemilu yang aman, kondusif dan terpercaya. Sehingga tercipta Pemilu yang berintegritas. Oleh karenanya, Siti juga terus mengingatkan kepada masyarakat untuk cerdas dalam memilah dan memilih informasi yang akan disebarkan agar pemilu yang berintegritas dapat terwujud.

Dalam kesempatan berbeda, Ilham Saputra selaku Komisioner KPU menghimbau agar masyarakat publik tidak menuding bahwa pihaknya curang karena kesalahan sejumlah entry data di Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng). Situng memang berfungsi sebagai transparansi penghitungan dan rekapitulasi suara. Tetapi, jika ditemukan beberapa kesalahan, jangan kemudian dianggap KPU curang dan melakukan entry data yang salah secara sengaja.

"Masyarakat silakan memantau situng, kemudian memastikan C1 itu yang masyarakat pegang atau tidak ada kesesuaian silahkan laporkan kepada kami. Tapi tidak dengan cara kemudian memviralkan dan menganggap buat meme-meme KPU curang, tidak ada sama sekali seperti itu," ujar Ilham.

Kesalahan entry data tersebut dimungkinkan karena petugas mengalami kelelahan karena selama 24 jam bertugas melakukan entry data dari C1 ke Situng. Beberapa kesalahan tersebut juga terus diperbaiki hingga saat ini. Tentu masyarakat dihimbau agar tidak berspekulasi akan adanya kesalahan entry yang merupakan bagian dari serangan Siber yang sempat diasumsikan, padahal nyatanya kesalahan Entry data Situng adalah mutlak dari human error.
Editor: Iman

T#g:Cek ricekhoaxRekapitulasi
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Kamis, 29 Agu 2019 03:29

    Generasi Muda Berani Tolak Radikalisme

    Kita semua tahu bahwa aksi terorisme tidak hanya terjadi di Timur Tengah saja, aksi teror juga ternyata telah merambah ke Tanah Air bahkan sudah sejak lama.Dari berbagai peristiwa seperti bom Bali, bo

  • Senin, 29 Jul 2019 17:59

    GESIT Deklarasikan Gerakan Posting Konten Positif Guna Lawan Hoax dan Radikalisme Di Sosmed

    Sebagai wujud menguatkan kesadaran warganet dalam memperkokoh persatuan dan mewujudkan kemajuan bangsa, Gerakan Literasi Terbit (GESIT) mendeklarasikan gerakan posting konten positif dan lawan hoax se

  • Minggu, 21 Jul 2019 03:21

    Memberantas Virus Demokrasi dan Kebhinnekaan Bernama Hoax

    Dunia maya kita sedang dilanda penyakit hati. Sampah informasi bertebaran secara masif tanpa verifikasi dan konfirmasi. Hoaks, fitnah, dan hujatan bersahut-sahutan nyaris tiada henti. Kabar burung dat

  • Jumat, 28 Jun 2019 15:28

    Menjaga Rasa Persatuan Setelah Pemilu Usai

    Berbeda pilihan dalam demokrasi adalah warna tersendiri. Tetapi hal itu bukan alasan untuk memecah belah bangsa Indonesia.

  • Jumat, 24 Mei 2019 22:44

    Kapuspen TNI: Tidak Benar Provokator di Masjid Petamburan Anggota BAIS TNI

    Video viral https://youtu.be/cOFapD_1TzE dengan judul 'Terciduk! Diduga Oknum BAIS TNI Provokasi Massa di Aksi 22 Mei dan Menyudutkan POLRI'. Informasi/ tulisan yang terdapat pada video ters

  • Selasa, 21 Mei 2019 09:31

    KMI Deklarasikan "TOLAK DELEGITIMASI PEMILU 2019 DAN MENDUKUNG HASIL RESMI PEMILU SECARA KONSTITUSIONAL"

    Sebagai wujud kepedulian terhadap perkembangan politik nasional pasca pelaksanaan Pemilu 2019 dan jelang pengumuman hasil resmi oleh KPU, Kaukus Muda Indonesia (KMI) menggelar diskusi dan buka puasa b

  • Selasa, 21 Mei 2019 09:11

    Sah, KPU Tetapkan Jokowi-Ma'ruf Pemenang Pilpres 2019

    Selasa (21/5/2019) dini hari tadi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menuntaskan rekapitulasi nasional hasil Pilpres 2019, dengan hasil Pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin ditetapkan menjadi peme

  • Sabtu, 18 Mei 2019 11:08

    Ini hari terakhir rekapitulasi penghitungan suara tingkat provinsi Sumut

    Setelah memperoleh perpanjangan waktu dari KPU RI, yang batasnya hingga hari ini, ternyata perolehan suara Pemilu Serentak 2019 dari kabupaten Deli Serdang belum juga mulai dihitung di tingkat provins

  • Jumat, 24 Mei 2019 03:24

    Waspada dan Jangan Terprovokasi Hoaks Menjelang Pengumuman Hasil Pemilu 2019

    Pada era globalisasi saat ini teknologi berkembang sangat pesat. Sebagian besar individu telah mengenal smartphone dan komputer yang terhubung dengan internet. Mereka memanfaatkan smartphone untuk akt

  • Jumat, 17 Mei 2019 21:47

    Panglima TNI Tinjau Latihan Pengamanan Tahap Penghitungan Suara Pemilu 2019

    Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., Aslog Panglima TNI Marsda TNI Kukuh Sudibyanto, Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi d

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak