Sabtu, 17 Nov 2018 08:19
  • Home
  • Opini
  • SBY Berikan Bonus 0 Rupiah Untuk Atlet Asian Para Games 2014, Bagaimana Dengan Jokowi?

SBY Berikan Bonus 0 Rupiah Untuk Atlet Asian Para Games 2014, Bagaimana Dengan Jokowi?

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Ridha Ardani, Pemerhati Sosial Kemasyarakatan.
Selasa, 16 Okt 2018 10:15
Istimewa
Ajang olahraga Asian Para Games 2018 sudah selesai beberapa hari yang lalu. Masih ingat di benak masyarakat Indonesia bagaimana perjuangan para atlet penyandang disabilitas mampu menunjukkan bakat mereka di tengah keterbatasannya. Tak jarang penonton yang hadir menonton pertandingan Asian Para Games meneteskan air mata karena bangga ketika melihat atlet Indonesia berjuang mengharumkan nama baik Indonesia. 

Selain itu, Indonesia patut bangga dengan prestasi yang para atlet raih di ajang Asian Para Games 2018 melampaui target. Dilansir dari website resmi Asian Para Games 2018, Kontingen Indonesia berhasil menduduki peringkat ke 5 dengan mengantongi 37 medali emas, 47 medali perak, dan 51 medali perunggu. Sumbangan medali emas terbanyak berasal dari cabang olahraga catur yang berhasil memperoleh 11 medali emas. Selain itu perolehan medali atlet Indonesia pada Ajang Asian Para Games 2018 melampaui perolehan medali atlet Indonesia pada ajang Asian Games 2014 yang mengantongi 31 medali emas, 24 medali perak dan 43 medali perunggu.

Prestasi yang diperoleh Indonesia di ajang Asian Para Pames 2018 selain dikarenakan oleh kerja keras para atlet dan pelatih, tetapi juga dari dukungan keluarga, masyarakat dan pemerintah. Pemerintahan Presiden Jokowi mampu membuktikan keseriusannya di bidang olahraga. Selama ini, Presiden Jokowi memang memiliki perhatian yang  serius dengan insan olahraga, baik dari sisi atletnya maupun kehidupan mereka di luar arena.


Awalnya banyak yang pesimis Indonesia mampu melampaui target yang ditetapkan oleh Presiden Jokowi jika melihat perolehan mendali pada event Asian Para Games 2014 di Incheon, Korea Selatan. Bahkan Roy Suryo yang pernah menjabat sebagai Menpora pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan optimis boleh, tapi harus juga melihat realita. Namun, Presiden Jokowi percaya bahwa atlet Indonesia mampu mencapai target karena Presiden Jokowi sudah mempersiapkan segala yang dibutuhkan dalam ajang Asian Para Games 2018.  

Pada zaman presiden SBY, pelatihan-pelatihan atlet Indonesia penuh dengan politik. Hanya atlet-atlet tertentu saja yang diperbolehkan masuk pelatnas. Atlet-atlet tersebut juga harus mendapatkan rekomendasi Menpora, sehingga banyak atlet potensial yang berseberangan dengan rezim presiden SBY yang tidak dapat ikut Pelatnas. Berbeda dengan zaman Presiden Jokowi, tidak ada perpolitikan, semua yang berpotensial diperbolehkan untuk ikut Pelatnas, selama atlet tersebut mampu bersaing dengan atlet-atlet dari luar negeri. Selain itu, Presiden Jokowi juga menyiapkan berbagai prasarana untuk para atlet bertanding. Tak tanggung-tanggung, Presiden Jokowi merenovasi banyak venue olahraga dengan anggaran mencapai Rp 6,2 triliun. Hal tersebut dapat dilihat dari venue olahraga dan wisma atlet yang berdiri dengan megahnya, kalau dibandingan dengan wisma atlet para era presiden SBY yang dikenal dengan candi Hambalang, jelas sangat berbeda jauh. Partai yang dahulu meneriakkan 'katakan tidak pada korupsi' nyatanya bergotong royong mengambil keuntungan dari proyek Hambalang untuk kepentingan pribadinya. Selain itu, Presiden Jokowi juga membangun mental dan semangat juang para atlet agar tidak mudah menyerah.

Apresiasi terhadap keberhasilan atlet Asian Para Games tidak hanya berasal dari masyarakat melainkan juga dari pemerintah. Presiden Joko Widodo memberikan bonus kepada para atlet, pelatih dan official team Asian Para Games 2018. Jumlah bonus yang diterima oleh mereka sama besar dengan yang Presiden Jokowi berikan kepada atlet, pelatih, dan official team Asian Games 2018. Untuk atlet berkisar antara Rp 150 Juta hingga Rp 1,5 Milyar, untuk pelatih berkisar Rp 75 Juta hingga 100 Juta dan untuk asisten pelatih berkisar Rp 62,5 Juta hingga Rp 300 Juta, bonus diberikan tergantung dari jenis medali yang diperoleh. Bonus berupa uang itu diserahkan dalam bentuk tabungan Britama Bank BRI kepada 95 atlet berprestasi. Berbeda dengan pada era Presiden SBY yang tidak memberikan bonus sepeser pun dengan alasan tidak ada anggaran untuk hal tersebut. Roy Suryo malah melemparkan tanggung jawabnya kepada Kementerian Keuangan. Selain bonus yang sama besar, waktu pencairan bonus juga terhitung cepat yaitu sebelum penutupan Asian Para Games 2018 digelar.

Pemerintah juga memberikan bonus kepada para atlet Asian Para Games yang berprestasi berupa pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal ini merupakan bentuk kepedulian Presiden Jokowi terhadap masa depan para atlet Asian Para Games, sebab bukan hal yang asing melihat kondisi atau nasib para atlet zaman dahulu yang mampu berjaya di masa mudanya namun sengsara di masa tuanya. Kini para atlet tak perlu khawatir lagi soal itu, apalagi banyak penyandang disabilitas yang kesulitan mencari pekerjaan karena keistimewaan yang mereka punya.

Kini, agenda perhelatan olahraga internasional selanjutnya menanti. Olimpiade Tokyo 2020 akan digelar. Kita lihat prestasi apalagi yang akan ditorehkan oleh atlet Indonesia apabila Presiden Jokowi masih memimpin Indonesia pada periode selanjutnya atau malah kemunduran prestasi apabila bukan Presiden Jokowi yang terpilih lagi menjadi Presiden? 

Segalanya masih mungkin terjadi, dan masyarakat memiliki kesempatan untuk memilih. Jadi, masih maukah melihat atlet Indonesia kembali mengharumkan nama Indonesia di mata dunia dengan segala prestasinya?
Editor: Sam

T#g:atletbonusDisabilitasJokowiSBY
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Jumat, 16 Nov 2018 18:16

    Panglima TNI Dampingi Presiden RI Resmikan Monumen Kapsul Waktu di Merauke

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dan Kapolri Jenderal Pol Prof. H. M. Tito Karnavian, Ph.D. mendampingi Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo meresmikan Monumen Kapsul Waktu d

  • Selasa, 13 Nov 2018 06:23

    Naik Motor, Presiden Hadiri Deklarasi Jabar Kondusif di Bandung

    Presiden Joko Widodo kembali naik motor 'custom' miliknya untuk menghadiri acara dalam kunjungan kerjanya. Jika minggu lalu menaiki motor untuk blusukan ke Pasar Anyar di Kota Tangerang, kal

  • Sabtu, 10 Nov 2018 23:00

    Panglima TNI Dampingi Presiden RI Bersepeda Santai di Kota Bandung

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. mendampingi Presiden RI Ir. H. Joko Widodo bersepeda santai bersama anggota TNI dan Polri serta masyarakat berkeliling Kota Bandung, Sabtu (10/11/2018)

  • Sabtu, 10 Nov 2018 14:10

    Gelar Gebyar Goyang Dayung Ala Jokowi, N4J: Jokowi-Ma'ruf Harus Menang

    Pelaksanaan 'Gebyar Goyang Dayung Ala Jokowi bersama Ibu-ibu Bangsa' yang digelar DPP Nusantara Untuk Jokowi (N4J) berlangsung sukses. Hingga saat ini, sebanyak 53 tim melakukan registr

  • Rabu, 07 Nov 2018 02:07

    Dampak Negatif Pidato "Tampang Boyolali" Prabowo

    Pidato Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto di Boyolali pada 30 Oktober 2018 menuai reaksi keras dari masyarakat. Pidato yang disampaikan Prabowo saat meresmikan Posko pemenangan itu dengan menyingg

  • Minggu, 04 Nov 2018 20:24

    Seribuan Laskar Mazilah dan Warga Helvetia-Sumut Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf

    Sekitar seribu lebih masyarakat desa Helvetia, Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang bersama Laskar Mazilah (Majelis Zikir Ash-Sholah) dipimpin Ustadz Muhammad Dahrul Yusuf mendeklarasikan dukungan

  • Jumat, 02 Nov 2018 21:22

    Presiden RI Beri Penghargaan Kepada Dua Prajurit TNI

    Dua prajurit TNI yang berhasil menemukan Black Box Pesawat Lion Air JT-610 mendapat penghargaan dari Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, saat meninjau Posko Evakuasi di Jakarta International Container Ter

  • Senin, 29 Okt 2018 21:39

    Dari Halim, Presiden Langsung Bertolak ke Pusat Penanganan Krisis Soekarno-Hatta

    Setibanya di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin, 29 Oktober 2018, pukul 17.30 WIB, selepas kunjungan kerja ke Provinsi Bali, Presiden Joko Widodo langsung menerima laporan dari Mente

  • Senin, 29 Okt 2018 08:29

    Indonesia Bertransformasi melalui Sosok Jokowi

    Saat saya melihat perawakan Jokowi yang disebut banyak orang "wong ndeso" atau "si kerempeng dari Solo", saya sempat pesimis melihat perawakannya untuk menjadi seorang Presiden.Akan tetapi, perlu dipa

  • Sabtu, 27 Okt 2018 18:27

    Joko Widodo, Memberi Pesawat Ketika Diminta Sepeda

    Dalam setiap tahun masa kepemimpinan seorang Presiden, masyarakat pasti menilai perkembangan kinerjanya. Semua orang pasti membandingkan realita yang diterima dengan janji-janji yang diberikan oleh pa

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak