Selasa, 20 Agu 2019 17:50
  • Home
  • Opini
  • SBY Berikan Bonus 0 Rupiah Untuk Atlet Asian Para Games 2014, Bagaimana Dengan Jokowi?

SBY Berikan Bonus 0 Rupiah Untuk Atlet Asian Para Games 2014, Bagaimana Dengan Jokowi?

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Ridha Ardani, Pemerhati Sosial Kemasyarakatan.
Selasa, 16 Okt 2018 10:15
Istimewa
Ajang olahraga Asian Para Games 2018 sudah selesai beberapa hari yang lalu. Masih ingat di benak masyarakat Indonesia bagaimana perjuangan para atlet penyandang disabilitas mampu menunjukkan bakat mereka di tengah keterbatasannya. Tak jarang penonton yang hadir menonton pertandingan Asian Para Games meneteskan air mata karena bangga ketika melihat atlet Indonesia berjuang mengharumkan nama baik Indonesia. 

Selain itu, Indonesia patut bangga dengan prestasi yang para atlet raih di ajang Asian Para Games 2018 melampaui target. Dilansir dari website resmi Asian Para Games 2018, Kontingen Indonesia berhasil menduduki peringkat ke 5 dengan mengantongi 37 medali emas, 47 medali perak, dan 51 medali perunggu. Sumbangan medali emas terbanyak berasal dari cabang olahraga catur yang berhasil memperoleh 11 medali emas. Selain itu perolehan medali atlet Indonesia pada Ajang Asian Para Games 2018 melampaui perolehan medali atlet Indonesia pada ajang Asian Games 2014 yang mengantongi 31 medali emas, 24 medali perak dan 43 medali perunggu.

Prestasi yang diperoleh Indonesia di ajang Asian Para Pames 2018 selain dikarenakan oleh kerja keras para atlet dan pelatih, tetapi juga dari dukungan keluarga, masyarakat dan pemerintah. Pemerintahan Presiden Jokowi mampu membuktikan keseriusannya di bidang olahraga. Selama ini, Presiden Jokowi memang memiliki perhatian yang  serius dengan insan olahraga, baik dari sisi atletnya maupun kehidupan mereka di luar arena.


Awalnya banyak yang pesimis Indonesia mampu melampaui target yang ditetapkan oleh Presiden Jokowi jika melihat perolehan mendali pada event Asian Para Games 2014 di Incheon, Korea Selatan. Bahkan Roy Suryo yang pernah menjabat sebagai Menpora pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan optimis boleh, tapi harus juga melihat realita. Namun, Presiden Jokowi percaya bahwa atlet Indonesia mampu mencapai target karena Presiden Jokowi sudah mempersiapkan segala yang dibutuhkan dalam ajang Asian Para Games 2018.  

Pada zaman presiden SBY, pelatihan-pelatihan atlet Indonesia penuh dengan politik. Hanya atlet-atlet tertentu saja yang diperbolehkan masuk pelatnas. Atlet-atlet tersebut juga harus mendapatkan rekomendasi Menpora, sehingga banyak atlet potensial yang berseberangan dengan rezim presiden SBY yang tidak dapat ikut Pelatnas. Berbeda dengan zaman Presiden Jokowi, tidak ada perpolitikan, semua yang berpotensial diperbolehkan untuk ikut Pelatnas, selama atlet tersebut mampu bersaing dengan atlet-atlet dari luar negeri. Selain itu, Presiden Jokowi juga menyiapkan berbagai prasarana untuk para atlet bertanding. Tak tanggung-tanggung, Presiden Jokowi merenovasi banyak venue olahraga dengan anggaran mencapai Rp 6,2 triliun. Hal tersebut dapat dilihat dari venue olahraga dan wisma atlet yang berdiri dengan megahnya, kalau dibandingan dengan wisma atlet para era presiden SBY yang dikenal dengan candi Hambalang, jelas sangat berbeda jauh. Partai yang dahulu meneriakkan 'katakan tidak pada korupsi' nyatanya bergotong royong mengambil keuntungan dari proyek Hambalang untuk kepentingan pribadinya. Selain itu, Presiden Jokowi juga membangun mental dan semangat juang para atlet agar tidak mudah menyerah.

Apresiasi terhadap keberhasilan atlet Asian Para Games tidak hanya berasal dari masyarakat melainkan juga dari pemerintah. Presiden Joko Widodo memberikan bonus kepada para atlet, pelatih dan official team Asian Para Games 2018. Jumlah bonus yang diterima oleh mereka sama besar dengan yang Presiden Jokowi berikan kepada atlet, pelatih, dan official team Asian Games 2018. Untuk atlet berkisar antara Rp 150 Juta hingga Rp 1,5 Milyar, untuk pelatih berkisar Rp 75 Juta hingga 100 Juta dan untuk asisten pelatih berkisar Rp 62,5 Juta hingga Rp 300 Juta, bonus diberikan tergantung dari jenis medali yang diperoleh. Bonus berupa uang itu diserahkan dalam bentuk tabungan Britama Bank BRI kepada 95 atlet berprestasi. Berbeda dengan pada era Presiden SBY yang tidak memberikan bonus sepeser pun dengan alasan tidak ada anggaran untuk hal tersebut. Roy Suryo malah melemparkan tanggung jawabnya kepada Kementerian Keuangan. Selain bonus yang sama besar, waktu pencairan bonus juga terhitung cepat yaitu sebelum penutupan Asian Para Games 2018 digelar.

Pemerintah juga memberikan bonus kepada para atlet Asian Para Games yang berprestasi berupa pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal ini merupakan bentuk kepedulian Presiden Jokowi terhadap masa depan para atlet Asian Para Games, sebab bukan hal yang asing melihat kondisi atau nasib para atlet zaman dahulu yang mampu berjaya di masa mudanya namun sengsara di masa tuanya. Kini para atlet tak perlu khawatir lagi soal itu, apalagi banyak penyandang disabilitas yang kesulitan mencari pekerjaan karena keistimewaan yang mereka punya.

Kini, agenda perhelatan olahraga internasional selanjutnya menanti. Olimpiade Tokyo 2020 akan digelar. Kita lihat prestasi apalagi yang akan ditorehkan oleh atlet Indonesia apabila Presiden Jokowi masih memimpin Indonesia pada periode selanjutnya atau malah kemunduran prestasi apabila bukan Presiden Jokowi yang terpilih lagi menjadi Presiden? 

Segalanya masih mungkin terjadi, dan masyarakat memiliki kesempatan untuk memilih. Jadi, masih maukah melihat atlet Indonesia kembali mengharumkan nama Indonesia di mata dunia dengan segala prestasinya?
Editor: Sam

T#g:atletbonusDisabilitasJokowiSBY
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Jumat, 16 Agu 2019 20:46

    Peduli Anak Distabilitas, DPD AMPI Sumut Gelar Perlombaan HUT RI Ke-74 Bersama YPAC Medan

    Dalam rangka menyambut Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2019 ke-74, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) AMPI Sumut melaksanakan kegiatan di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) di Jalan

  • Jumat, 16 Agu 2019 20:36

    Wali Kota Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden RI

    Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH menghadiri Rapat Paripurna Istimewa dengan agenda 'Mendengar Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT RI ke 74 Tahun 2019', di Gedung DPRD

  • Selasa, 13 Agu 2019 22:13

    Peringati HUT Kemerdekaan dengan Kegiatan Sosial, Pemprovsu Bantu Penyandang Disabilitas

    Kepedulian terhadap kaum disabilitas diwujudkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) dalam berbagai kesempatan. Termasuk momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)  ke-74 Kemerdekaan

  • Senin, 19 Agu 2019 03:19

    Pemindahan Ibukota Percepat Pemerataan Pembangunan Nasional

    Presiden Jokowi mengakui bahwa Ibu Kota Indonesia akan dipindahkan dari Jakarta ke salah satu tempat di Kalimantan. Pengumuman resmi tentang rencana ibu kota pindah ini akan Ia sampaikan pada bulan Ag

  • Kamis, 01 Agu 2019 15:31

    Presiden Jokowi Kunjungi Geosite Sipinsur dan Peternakan di Humbang Hasundutan

    Presiden RI Ir Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perhubungan Budi

  • Minggu, 14 Jul 2019 18:44

    Visi Jokowi Untuk Indonesia

    Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Ma'ruf Amin akan menyampaikan pidato kemenangan malam ini. Seluruh partai politik pengusung dan pendukung akan hadir. Demikian juga organisasi

  • Senin, 15 Jul 2019 03:15

    Seperti Presiden Jokowi, para tokoh ini mengutamakan bahasa aslinya saat berpidato

    Terkait dengan keahlian dalam berbahasa Inggris dengan pengucapan yang sempurna seperti penutur asli, tak semua orang di dunia ini bisa. Bahkan para pemimpin negara di dunia ini juga tak semua mau ber

  • Kamis, 27 Jun 2019 03:27

    Pilpres 2019, Jokowi Bersiap Menyambut 2 Periode

    Meski Pemilu kali ini diwarnai dengan berbagai drama dan serangan black campaign, namun ternyata Jokowi masih mendapatkan suara rakyat lebih banyak dari penantangnya yang dulu juga pernah memperebutka

  • Selasa, 18 Jun 2019 13:08

    Evelyn Teagan, Finalis Miss Indonesia Kalimantan Utara 2019 Merupakan Atlet Nasional

    Memiliki kecintaan terhadap bidang olahraga sudah dari dahulu ada di dalam diri gadis cantik ini. Hal tersebut yang menjadi dasar perempuan kelahiran Medan, 15 September 1998 ini menjadi seorang atlet

  • Minggu, 16 Jun 2019 12:16

    Tak Hanya Membuka Acara, Presiden Ikut Menjadi Peserta Pawai Pesta Kesenian Bali 2019

    Mengakhiri kunjungan kerja di Bali, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menghadiri pawai pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 tahun 2019 yang dilaksanakan di depan Monumen Bajr

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak