Kasus tersebut hendaknya membuka mata pimpinan dan kader PDIP, bahwa ada persoalan serius dalam pola rekrutmen pengurus dan caleg PDIP. Orang yang hanya karena jadi relawan menantu Jokowi, diberi karpet merah menjadi pengurus dan caleg PDIP. Sementara banyak kader yang ikut berjuang membangun partai tersisih. Henry Jhon Hutagalung, Ketua DPC Medan, Wakil Ketua DPD SUMUT, Ketua DPRD Medan 2014- 2019, terpaksa pindah partai karena tidak diberi kesempatan menjadi caleg. Demikian juga dengan para kader, pengurus PAC, DPC, Badan dan Sayap PDIP banyak yang kecewa akibat digeser dan digusur orang- orang titipan yang sama sekali tidak memiliki rekam jejak kontribusi dan perjuangan terhadap partai.
Dari peristiwa ini seharusnya para pimpinan partai dari tingkat DPC, DPD, hingga DPP PDIP membuka mata, telinga dan hati atas adanya masalah pada pola rekrutmen pengurus dan caleg di berbagai tingkatan. Harus ada tindakan konkrit menjawab hal- hal yang mungkin timbul kemudian. Secara khusus terkait masalah tersebut, meskipun dari sisi partai, PDIP diuntungkan karena pengunduran diri para kader- kader karbitan dan titipan seperti ini. Namun harus segera dikoordinasikan kepada KPU apakah masih mungkin keduanya dapat diganti sebagai caleg. Sebab jika keduanya tidak dapat digantikan, maka PDIP akan rugi.