Rabu, 18 Sep 2019 03:08
  • Home
  • Opini
  • Kisah Penumpang Gelap Pilpres 2019 yang sakit hati

Kisah Penumpang Gelap Pilpres 2019 yang sakit hati

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Kurniawan, pengamat sosial politik
Sabtu, 24 Agu 2019 03:24
Istimewa
Sufmi Dasco Ahmad
Polarisasi pasca Pemilu telah mereda seiring dengan bertemunya Jokowi dan Prabowo, namun ternyata hal tersebut meninggalkan kisah tersendiri di kalangan internal Partai Gerindra yang tengah membuat heboh dan saling curiga oleh isu penumpang gelap di sekitar Paslon Prabowo- Sandiaga dalam pemilihan presiden lalu.

Tudingan soal penumpang gelap tersebut disampaikan pertama kali oleh Wakil Ketua Umum Sufmi Dasco Ahmad. Menurutnya, kelompok penumpang gelap tersebut berusaha untuk memanfaatkan Prabowo demi kepentingan pribadi dan kelompok mereka.

Dasco yang disebut- sebut merupakan sosok yang turut andil dalam rekonsiliasi Prabowo- Jokowi tersebut memang tidak secara detail menyampaikan siapa yang dimaksudnya sebagai penumpang gelap.

Namun ia memberikan sedikit petunjuk, bahwa penumpang gelap yang dimaksud adalah pihak yang kecewa dengan permintaan Prabowo agar pendukungnya tidak berdemonstrasi di depan Gedung MK saat sidang Perselisiihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) tengah berlangsung.

Dasco juga mengatakan, julukan "penumpang gelap" tersebut juga disematkan kepada pihak yang sering menghasut Prabowo Subianto di Pilpres 2019 demi kepentingan pribadi.

Kita berharap agar Partai Gerindra mengungkap sosok "penumpang gelap" yang dianggap ingin membuat Indonesia Chaos. Isu terkait penumpang gelap tersebut tidak boleh dianggap remeh sehingga harus diungkapkan kepada publik siapa yang dimaksud.


Isu penumpang gelap tersebut rupanya berpotensi mendatangkan bahaya bagi keutuhan bangsa sehingga Gerindra harus membuka seluas- luasnya tentang keberadaan orang- orang tersebut.

Hal ini dirasa perlu untuk mengetahui siapa saja mereka, apa motifnya dan siapa saja yang ada dibelakangnya, hingga mereka seakan sangat fanatik terhadap salah satu paslon.

Penumpang gelap tersebut selama Pilpres 2019 tak kenal lelah mendukung Prabowo. Bahkan, dukungan mereka tak surut hingga Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo- Sandiaga mengajukan sengketa Pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Penumpang gelap tersebut pun berniat untuk melakukan demonstrasi selama sidang sengketa Pilpres di sekitar MK. Namun, saat itu Prabowo dengan tegas menolak hal tersebut.

Rupanya keputusan dan arahan dari Prabowo tersebut membuat penumpang gelap yang sedari awal mendukungnya merasa kecewa. Tak sampai di situ, mereka juga menghasut mantan Danjen Kopassus tersebut agar mengikutsertakan ulama dan emak- emak agar memprotes hasil Pilpres 2019.

Anggota Komisi III DPR RI tersebut tidak berkenan menyebutkan secara rinci terkait dengan penumpang gelap tersebut. Namun, Prabowo dan pihaknya telah menyiapkan strategi untuk "membersihkan" mereka.


Salah satu strateginya tentu merupakan sebuah langkah yang dapat mengubah suasana politis secara signifikan, yaitu pertemuan antara Prabowo dengan Presiden terpilih Joko Widodo di Kereta Moda Raya Terpadu (MRT) yang telah terlaksana pada awal Juli lalu. Ia juga menceritakan, bahwa pertemuan tersebut berhasil membuat penumpang gelap menjadi "gigit jari".

Oleh karena itu, pertemuan antara Prabowo dan Jokowi tentu menjadi ajang untuk menyambung kembali persatuan Indonesia pasca Pilpres 2019,.serta sebagai upaya untuk menyingkirkan benalu yang mendukung Prabowo demi kepentingan pribadi mereka.

Pada kesempatan berbeda, Wasekjen Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan ada penumpang gelap yang memanfaatkan Prabowo Subianto. Para penumpang gelap tersebut ingin membuat situasi di Indonesia menjadi kacau dan juga menginginkan Presiden Jokowi disalahkan atas kondisi tersebut.

Andre mengatakan aparat keamanan telah mengetahui sosok "penumpang gelap" tersebut. Ia juga memastikan bahwa sosok tersebut bukan berasal dari kalangan partai politik maupun kalangan Ulama.

Hal ini menunjukkan bahwa kemunculan Penumpang gelap yang dimaksudkan karena terdapat semacam distorsi untuk memutarbalikkan keadaan. Terutama untuk mengacaukan situasi dalam pelaksanaan Pilpres 2019.

Apapun upayanya, penumpang gelap tersebut haruslah dibersihkan, apalagi jika bisanya hanya menghasut dan terlampau menyalahkan lawan politiknya, jika dibiarkan maka mereka akan menjadi sutradara dalam drama yang bernama adu domba.

Langkah rekonsiliasi yang ditempuh oleh kedua kubu tentu menjadi semacam penerang bagi masyarakat, kita jadi tahu mana pendukung Prabowo yang memang tulus mendukung dan mana yang mendukungnya karena memiliki motif tertentu.

Dalam berdemokrasi, kita harus paham bahwa kompetisi tidak seharusnya menghancurkan hubungan pertemanan. Pertemuan antara Prabowo dan Jokowi tentu menunjukkan komitmen keduanya untuk menjaga perdamaian.

Lantas bagaimana dengan yang kecewa dengan rekonsiliasi tersebut, mudah saja ditebak, mereka tentu kecewa karena kepentingannya tidak tersalurkan, semoga para penumpang gelap tidak merusak stabilitas politik di Indonesia.
Editor: Iman

T#g:Pilpres 2019
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Sabtu, 13 Jul 2019 18:03

    Jokowi dan Prabowo Bertemu, Indonesia Kembali Bersatu

    Bangsa kita telah memasuki demokrasi yang kurang menggembirakan sejak Pilpres 2014. Semakin menegangkan di Pilpres 2019 yang kita telah lalui. Sama dengan Pilpres 2014, Pilpres 2019 juga berakhir di M

  • Jumat, 14 Jun 2019 03:14

    Menepis Tudingan Kecurangan dalam Pemilu 2019

    Habis pemilu terbitlah tudingan kecurangan, tudingan tersebut lantas membuat masyarakat Indonesia merasa de Javu, apalagi salah satu Paslon sampai sempat mendeklarasikan kemenangan hanya karena meliha

  • Sabtu, 11 Mei 2019 23:11

    Ustad Abdil Muhadir Ritonga : Walau Tak Sesuai Rencana, Pemenang Pemilu Adalah Harapan Kita

    Walau hasil tidak seperti yang direncanakan tetapi presiden pilihan rakyat yang telah ditentukan, adalah harapan kita.

  • Sabtu, 04 Mei 2019 03:04

    Tak Jauh Beda dengan Peristiwa 2014, Prabowo Kembali Klaim Menang Pilpres

    Dalam konferensi pers di kediamannya, di Jl Kertanegara, Jakarta Selatan, Prabowo Subianto yang merupakan Capres nomor urut 02 kembali mengklaim dirinya bersama pasangannya Sandiaga Uno memenangi Pemi

  • Senin, 22 Apr 2019 10:42

    Real Count KPU 14,5%, Suara Jokowi-Amin Menurun, Prabowo-Sandi Naik

    Hasil Amatan data masuk di Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU sudah mencapai 14,59%. Situng yang juga kerap disebut sebagai 'Real Count KPU' mencatat Jokowi-Ma'ruf Amin mas

  • Minggu, 21 Apr 2019 09:21

    Kita Semua Saudara Sebangsa, Mari Dukung Hasil Pemilu 2019 dengan Damai dan Bermartabat

    Pencoblosan sudah selesai dan tahapan selanjutnya Pemilu 2019 sedang berlangsung. Dalam beberapa waktu ke depan pesta demokrasi akan berkahir dengan terpilihnya kepemimpinan nasional dan perwakilan pe

  • Selasa, 19 Mar 2019 09:19

    IPW: Para Pendukung Capres Terjebak Dalam "Pertarungan Hidup Mati"

    Ada tiga tugas berat Polri menjelang maupun pasca Pilpres 2019, selain menjaga keamanan negeri ini. Tugas berat ini perlu ditangani secara profesional oleh jajaran kepolisian agar tidak terjadi bentur

  • Sabtu, 23 Feb 2019 16:33

    GMNI UNIMED Suarakan Pemilu Serentak 17 April 2019 Berlangsung Damai Tanpa Ujaran Kebencian

    Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat UNIMED, melakukan aksi unjuk rasa meminta agar Pemilu 17 April mendatang berlangsung damai, jujur dan adil tanpa ada keributan dan perpecahan yan

  • Senin, 18 Feb 2019 06:38

    Nonton Bareng Debat Capres Tahap II bersama Badan Pemenangan Prabowo-Sandi di Medan

    Badan pemenangan pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandi wilayah Sumatera Utara menggelar kegiatan nonton bareng (Nobar) debat Capres 2019 di Aula kantor Badan Pemenangan Prov. Sumatera Ut

  • Selasa, 12 Feb 2019 19:42

    KPU Medan Sosialisasikan Pemilu 2019 pada Pelajar SMK Teknologi Al-Fattah

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan gelar Sosialisasi Pendidikan Pemula dalam rangka Pemilu 2019 di Jl. Kejaksaan No.37 Medan, Selasa sore (12/2/2019).Dalam kegiatan yang dibuka oleh Karnomen Purba

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak