Minggu, 16 Jun 2019 04:43
  • Home
  • Opini
  • Kampanye Door to Door Bawa Senjata, Mau Kampanye atau Perang?

Kampanye Door to Door Bawa Senjata, Mau Kampanye atau Perang?

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Ananda Rasti, Pengamat Masalah Sosial Politik
Senin, 11 Mar 2019 03:11
Okezone
Ilustrasi
Empat orang pria di Kabupaten Bireun Aceh diamankan Polisi lantaran diduga melakukan tindakan intimidasi kepada sejumlah tim sukses partai politik agar tak mengampanyekan calon yang diusung partainya. Intimidasi pun dinilai sangat berlebihan, karena sekelompok orang tersebut mengintimidasi dengan membawa senjata tajam. Dari kubu manakah ke empat orang ini?

"Kita melakukan penangkapan terhadap 4 pria tersebut setelah adanya laporan dari masyarakat bahwa ada beberapa orang yang melakukan intimidasi," ujar Kapolres Bireun AKBP Gugun Hardi Gunawan.

Keempat pelaku tersebut adalah Koboy (56), HB (45) AZ (27), warga kecamatan Peusangan, Bireun dan ZE (44) warga kecamatan Gandapura, Bireun yang diamankan Polisi lantaran aksi intimidasinya. Polisi menangkap 4 Pria ini karena mendapat laporan dari masyarakat.

Para tim sukses yang menjadi sasaran  tersebut merasa takut karena kelompok ini datang ke rumahnya pada malam hari secara beramai-ramai dengan tujuan untuk mengintimidasinya. Mereka akhirnya ditangkap di Kawasan desa Bale Setuy, Peusangan.

Petugas Kepolisian juga menemukan barang buktu berupa sebilah parang yang diduga digunakan untuk mengintimidasi warga selama ini. Barang bukti tersebut ada di sebuah mobil yang digeledah polisi.

Kelompok ini diduga merupakan tim sukses dari salah satu partai yang ada di kontestasi pemilu legislatif dan presiden 2019. Mereka datang ke rumah- rumah tim sukses partai lainnya dan mengintimidasi mereka agar tidak lagi mengampanyekan dan menyukseskan calon yang diusung oleh partainya.


Diketahui, pasangan Jokowi-Ma'ruf  diusung oleh 7 partai politik peserta pemilu, diantaranya PDIP, Partai Golkar, PKB, PPP, Partai Hanura, Partai NasDem, PKPI dan 2 partai baru yakni Partai Perindo dan PSI. Partai Bulan Bintang pun belakangan menyatakan dukungannya untuk pasangan nomor urut 01 itu. Sementara itu Pasangan Prabowo- Sandiaga didukung oleh 4 partai lama, Partai Gerindra, PAN, Partai Demokrat, PKS dan satu partau baru yakni Partai Berkarya.

Ketua Umum Partai Nangroe Aceh yang juga Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf menyatakan partainya mendukung Jokowi-Ma'ruf. "Kami sudah buat pengumuman bahwa PNA mendukung Jokowi-Ma'ruf," kata Irwandi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

Menilik ke belakang, Prabowo diketahui memenangkan Pilpres 2014 di Serambi Mekkah. Prabowo yang saat itu berpasangan dengan Hatta Rajasa berhasil mendulang suara 54% di Aceh mengalahkan Jokowi-JK yang memperoleh 46% suara. Namun ternyata kejadian ini tidak dilandasi dengan motif meraih suara terbanyak bagi presiden yang diusungnya. Karena setelah dilakukan pemeriksaan, motifnya hanya mereka takut apabila calon legislatif (Caleg) dari partai yang mereka dukung itu kalah di daerah pemilihannya.

AKBP Gugun juga menyebutkan, intimidasi ini terjadi karena ada ketakutan tersebut, maka mereka melakukan intimidasi terhadap timses partai politik lainnya agar tidak mengampanyekan calon yang diusungnya masing-masing.

"Ini hanya lokalan saja. Tidak terkait dengan Pilpres. Lokalan Caleg mereka itu saja. Mereka takut Caleg di daerahnya kalah maka melakukan intimidasi itu hasil yang sudah kita dalami," ujar Gugun.

Gugun juga menuturkan akan terus melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap peristiwa tersebut dan menindak tegas siapapun yang berani mengintimidasi setiap warga dalam berkampanye. "Kita akan tindak tegas siapapun mereka yang melakukan intimidasi dalam pemilihan legislatif dan Presiden April mendatang," tegas Gugun.

Yang menjadi tanda tanya besar adalah, mereka yang door to door membawa senjata tajam itu disuruh siapa, dibayar berapa, punya akal sehat apa tidak? Hal ini sangat terlihat jelas, mau Pilpres, Pilkada atau Pilkades sekalipun, cara kampanye dengan mengintimidasi semacam ini merupakan sesuatu yang tak etis dan diharamkan, namun demi mendapatkan tahta, seseorang bisa buta mata dan menghalalkan segala cara.

Pastinya hal ini tidak akan terjadi apabila para elite politik di berbagai daerah berkampanye secara sportif dan kreatif untuk mendulang suara, sudah sepatutnya elite politik memberikan keteladanan bagi masyarakat maupun tim suksesnya.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan berharap peserta pemilu mampu memanfaatkan masa kampanye dengan efektif dan bijak. Peserta pemilu diminta agar bisa mengadakan kempanye yang mendidik pemilih, bukan hanya sekedar saling menjelekkan. Masing-masing peserta maupun tim sukses harus menawarkan visi, misi, program dan citra diri. Karena jika kemudian masyarakat pemilih dihidangkan saling cemoohan, saling ejek, maka juga akan memberi dampak buruk berupa kegaduhan dengan akhir perpecahan bangsa.

Saat ini teknologi sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat, kampanye door to door dengan membawa senjata tentu merupakan cara yang tidak elok, padahal teknologi sudah semakin canggih sehingga siapapun calegnya dapat memanfaatkan sosial media sebagai salah satu alternatif untuk berkampanye secara murah dan kreatif.

Kampanye kreatif yang bisa dicontoh salah satunya adalah, video produksi sekelompok anak muda creativepreneur yang tergabung dalam satu proyek bernama Cameo Project. Dengan strategi click bait mereka memberi judul yang sedikit kontroversial, maksud mereka adalah memberikan dukungan untuk Ahok tapi dengan cara yang berbeda yaitu menjelaskan bahwa Ahok akan kalah kalau masyarakat Jakarta tidak ingin Jakarta mengalami kemajuan. Jadi kampanye dengan cara mengancam dan menakut-nakuti, sejatinya merupakan sikap takut akan kekalahan pada kontes demokrasi.
Editor: Iman

T#g:IntimidasikampanyesenjataTeror
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Selasa, 16 Apr 2019 13:06

    Badan Pemenangan Daerah 02 Sumatera Utara: Sukseskan 17 April 2019 Dimulai Dari Subuh

    Pesta demokrasi rakyat Indonesia yang sedikit lagi mencapai puncaknya, kini sudah memasuki tahap masa tenang kampanye. Artinya, hanya tinggal melewati masa tenang yang kemudian kita bersama-sama menik

  • Minggu, 14 Apr 2019 18:14

    Rumah Konstituen Ajak Warga Mewaspadai Intimidasi Etnis Menjelang Pemilu 2019

    Ungkapan mayoritas-minoritas kembali mengemuka ke publik. Netizen ramai mengecam status akun 'Antonio Bannera', yang mengungkit kembali tragedi '98 sambil mengungkit suksesi Pilpres 2019.

  • Jumat, 12 Apr 2019 10:12

    Surat Kecewa SBY Tanggapi Kampanye Akbar Prabowo-Sandi

    Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor 02 Prabowo-Sandiaga telah merampungkan kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). Acara yang berlangsung pada 7 April 2019 tersebut berha

  • Jumat, 05 Apr 2019 05:55

    Gerebek Terduga Teroris di Bandung, 4 Anggota Densus Tertusuk

    Menurut polisi, para terduga teroris ini akan beraksi menyerang polisi pada 17 April 2019 saat pemungutan suara.

  • Rabu, 03 Apr 2019 17:23

    LPDI: Calon Banyak Baliho Belum Tentu Menang

    Lembaga Pemantau Demokrasi Indonesia yang dikenal dengan LPDI, menyebut kehadiran Baliho para calon DPRD, DPR RI, DPD dan Calon Presiden dan Wakil Presiden belum tentu menentukan kemenangan di daerah

  • Selasa, 02 Apr 2019 20:02

    Usai Kampanye, Massa 02 Keroyok Warga Purworejo

    Kabar mengejutkan terbit dari Purworejo, Jawa Tengah. Sekumpulan massa peserta kampanye terbuka untuk mendukung pasangan Capres 02, terlibat pengeroyokan terhadap seorang warga. Korban mengalami luka

  • Selasa, 02 Apr 2019 23:52

    Prabowo Zikir Akbar Di Halamannya, Pihak Istana Maimun Belum Diberitahu?

    Calon Presiden (Capres) 02 Prabowo Subianto dipastikan akan menghadiri Peringatan Isra Mi'raj dan Zikir Akbar yang diselenggarakan di Istana Maimun besok, Rabu (3/3/2019).Namun begitu, seperti di

  • Senin, 01 Apr 2019 23:01

    Jokowi Kampanye di Lubuk Pakam 6 atau 9 April?

    Jokowi selaku Calon Presiden nomor urut 01, dijadwalkan berkampanye di Sumatera Utara pada Selasa, 9 April 2019. Lokasi yang dipilih adalah Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang.Portal medanbisnisdaily.

  • Kamis, 28 Mar 2019 16:28

    Bidik Suara di Sumatera dan Banten, Jokowi- Ma'ruf Sebarkan Semangat Optimisme

    Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf membidik wilayah Sumatera untuk meraih keunggulan, dalam rangkaian kampanye terbuka menjelang Pilpres 2019.Menurut Wakil Se

  • Kamis, 21 Mar 2019 22:01

    Penetapan Jadwal Kampanye Parpol oleh KPU Kota Medan

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan menggelar Rapat Koordinasi terkait Rapat Umum Kampanye di Aula Kantor KPU Kota Medan Jl. Kejaksaan No. 37 Kota Medan, dihadiri oleh perwakilan partai politik, Ba

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak