Senin, 09 Feb 2026

Pemkab Batu Bara Utus Tenaga Medis ke Aceh Tamiang, Peran Tenaga Medis Disambut Danramil 07/KJM

Aceh Tamiang (utamanews.com)
Oleh: Mukhlis Aci Jumat, 26 Des 2025 18:12
Potret Tim Medis Batu Bara diabadikan bersama kepada Danramil 07/KJM Kapten Kav. Ilham, P, Siregar dan Babinsa Serka Wahyudi serta warga Semadam, Kec. Kanjuruan Muda, Aceng Tamiang.
 (Dok. Mukhlis Aci Utamanews.com)

Potret Tim Medis Batu Bara diabadikan bersama kepada Danramil 07/KJM Kapten Kav. Ilham, P, Siregar dan Babinsa Serka Wahyudi serta warga Semadam, Kec. Kanjuruan Muda, Aceng Tamiang.

Pemerintah Pusat melalui Pemkab Batu Bara dalam hal ini Bupati H. Baharuddin Siagian, SH, M.Si telah mengutus para tenaga medis yang memiliki latarbelakang pengalaman untuk menangani krisis kesehatan pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda di Aceh Tamiang.

"Pengutusan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana banjir dan tanah longsor"

Maka dengan demikian, Pemkab Batu Bara telah memobilisasi para tenaga medis dari Batu Bara dengan misi kemanusiaan "Bakti Sosial & Pengabdian Masyarakat Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Batu Bara, RSUD OK Zulkarnain, RSU Sapta Medika, IDI Cabang Batu Bara, Di Aceh Tamiang, Kamis 25 Desember 2025"

Tenaga medis dari Dinas Kesehatan PPKB masing-masing di pimpin langsung oleh dr. H. Deni Syahputra, M.KM (AKK), Direktur RSUD OK Zulkarnain yaitu dr. Guru Wahyu Nugraha dan jajarannya dr. Yufly Yanza, dari Ketua IDI Batu Bara yakni dr. Omar Sazly Aldy bersama bendahara dr. Feni Triwahyuni, kemudian juga ada tenaga medis dari RS Sapta Medika Indrapura.
"Jurnalis Utamanews.com ikut diterjunkan bersama rombongan para tenaga medis dari Batu Bara ke Aceh Tamiang".

Dijelaskan, keberangkatan rombongan mulai bergerak dari Batu Bara, pada Rabu (24/12/2025) pukul 00:20 Wib larut malam, dengan menggunakan 6 unit mobil, ditambah 1 unit eltor pembawa logistik sembako, makanan ringan, serta 1 unit mobil APV memuat obat-obatan untuk ke Aceh Tamiang. 

Perjalanan memakan waktu sekitar lima jam melalui jalan tol. Bersama rombongan tiba di perbatasan tepatnya di Karangjadi, Kecamatan Aceh Tamiang, pada Kamis (25/12/2025) pukul 06:41 waktu subuh. Di Masjid daerah Karangjadi itu sempat singgah beberapa menit untuk beristirahat, sembari melakukan briefing. 

Lalu kemudian, rombongan bergegas mempersiapakan diri bergerak meninggalkan lokasi Masjid tersebut pada pukul 07:04. Sebanyak 8 mobil beriringan menelusuri Jalan Listas Sumut-Banda Aceh. 
produk kecantikan untuk pria wanita

Selama kurang lebih 12 jam, bersama rombongan tim medis menelusuri kecamatan-kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang. Berdasarkan amatan, fakta tak terbantahkan, dari sejumlah kecamatan Aceh Tamiang, mulai dari Kecamatan Kejuruan Muda, Kota Kuala Simpang, Karang Baru, Bendahara, Bandar Pusaka, Manyak Payed, Rantau, Sekrak, Tamiang Hulu, Tenggulan, bahwa 10 wilayah kecamatan ini betul-betul darurat krusial kerusakan masif. 

Diketahui hanya dua kecamatan Aceh Tamiang yang begitu kurang berdampak, yaitu Kecamatan Seruway dan Kecamatan Banda Mulia. 

Soal kerusakan instruktur jalan dan jembatan sehingga akses darat terputus total, puluhan ribu rumah dan perabotan rusak berat serta kehilangan harta benda. Khususnya lagi, wilayah kecamatan-kecamatan tersebut terjadi krisis air bersih yang parah karena rusaknya fasilitas sanitasi tak terbantahkan lagi. 

iklan peninggi badan
Seperti kami jumpai beberapa warga Benua Raja, Kecamatan Rantau. Mereka mengakui rumah-rumahnya tenggelam dengan ketinggian air mencapai lebih kurang 7 meter. Imbas dari itu, hanya sisa baju yang tinggal dibadan. 

Selain itu, warga sekitarnya mengalami krisis air bersih, sebab sumur bor sudah tersumbat banjir lumpur, kata beberapa warga setempat saat diwawancarai jurnalis ini.

Sementara di lokasi yang sama, ada beberapa warga disabilitas yang sudah lama berada di tenda pengungsian BNPB. Warga itu mengalami sakit-sakitan. Ada yang demam, batuk, perut gembung, serta gatal-gatal di sekujur tangannya. 

dr. Deni bersama tim medis membuka posko kesehatan dengan menggunakan fasilitas mobilnya. Sebab di dalam mobilnya standby stok obat-obatan. Ratusan warga sekitar berduyun-duyun mendatangi tim medis. Intinya warga terlayani atas keluhan gangguan kesehatan mereka, dan mengucapkan terimakasih atas kehadiran tim medis dari Batu Bara. 

Usai dilakukan pemeriksaan medis, warga tersebut dibekali obat-obatan sesuai sakit yang dialaminya. Lalu kemudian tim medis meninggalkan warga yang terdampak banjir bandang itu, 

Setelah itu, rombongan melintasi sepanjang jalan besar Rantau. Cerita gembira tak pernah kami dapatkan, hanya kesedihan mendalam. Siapa yang tidak meneteskan air mata, dari orang tua hingga anak-anak memanggil setiap mobil yang melintas. 

"Ada nasi pak, om ada bawa makanan om, ini ada adik belum makan om" seru anak-anak tersebut mengiba mengharapkan belas kasihan setiap mobil yang melintas. 

Sepanjang jalan, bersama para tim medis tak putus-putus memberikan ratusan makanan ringan sehingga habis tak tersisa. 

Waktu sudah menunjukkan menjelang sore. Rombongan mendapatkan kabar, lalu kemudian tim medis bergerak menuju ke titik lokasi yang terdampak parah. 

Lokasi terakhir yang terdampak itu, berada di Desa Semadam, Kecamatan Kanjuruan Muda, Aceng Tamiang. 

Sebelum ke lokasi tersebut, tim medis mendapatkan kabar lalu berkoordinasi kepada TNI setempat. Kemudian rombongan diarahkan serta dipandu oleh Danramil 07/KJM Kodim 0117/Atam, Kapten Kav. Ilham, P, Siregar bersama Babinsa Koramil 07/KJM Serka Wahyudi. 

Bersama rombongan tim medis tiba di lokasi pengungsian di posko BNPB yang terletak di Desa Seumadam pada pukul 15.20 Wib sore. 

Setelah tiba di lokasi tersebut, rombongan tim medis Kabupaten Batu Bara disambut hangat oleh Danramil 07/KJM Kapten Kav. Ilham, P, Siregar bersama Babinsa Koramil 07/KJM Serka Wahyudi. 

Di posko pengugsian tersebut, tim medis kembali membuka posko kesehatan. Bersama dr. Deni, dr. Wahyu, dr. Zahra, dr. Ahmad Fadil, dan dr. Yupli langsung menangani keluhan warga setempat. 

Ada ratusan warga yang ditangani atas terganggunya kesehatan mereka. Masing-masing ada yang mengalami sakit kepala atau pusing, diare, gembung, batuk, dan sesak. Setelah dilakukan pemeriksaan, lalu ratusan warga tersebut diberikan obat-obatan. Namun di sela-sela pemeriksaan medis, belum ada ditemukan penyakit serius. 

Setelah itu, warga pengungsian tersebut mendapatkan bantuan sembako yang diserahkan oleh tim Medis. 

Pasca selesai dilakukan pengobatan, Abdul Majid selaku Kadus Sejahtera, Desa Semadam mengucapkan terima kasih kepada para medis, donasi yang telah memberikan obat-obatan secara gratis kepada warganya yang dipengunsian Posko BNPB, ujarnya saat dimintai kata-kata jurnalis ini. 

Senada apa yang telah disampaikan Kadus Majid, warganya ikut mengucapkan hal yang sama. Mereka secara serentak turut mendo'akan tim medis sehat, dan mengcapkan selamat menuju pulang, amin sambut tim medis menjawab.

Pada kesempatan itu, jurnalis Utamanews.com sempat bincang-bincang kepada Danramil 07/KJM Kapten Kav. Ilham, P, Siregar. Saat ditanya, ada berapa kecamatan Aceh Tamiang yang sangat krusial. Hanya dua kecamatan saja yang tidak parah, yaitu Seruway dan Banda Mulia. 

Lainnya itu ada 10 kecamatan betul-betul hancur. Diantaranya wilayah Kecamatan Sekrak. Jembatan putus sehingga bantuan sembako sulit dilalui lewat darat. Akhirnya sembako itu didropping bantuan lewat udara atau pesawat helikopter, jelas Kapten Ilham menuturkan. 

Misi bakti sosial dan pengabdian masyarak dari tim medis Kabupaten Batu Bara untuk Aceh Tamiang, lalu rombongan beranjak untuk pulang. Pukul 18:30 Wib petang, bersama rombongan pamit serta saling bersalaman. Kemudian menyempatkan foto-foto bersama kepada warga setempat di halaman posko pengugsian BNPB sebagai dokumentasi.
Editor: Ade
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️