Sungguh mengkhawatirkan dari kejadian luar biasa, keracunan massal puluhan anak-anak dan orang dewasa yang terdiri dari pria dan wanita, masuk Rumah Sakit Umum (RSU) Rantauprapat untuk mendapat perawatan medis pada Selasa (20/2/24).
Berdasar informasi yang diperoleh Utamanews, penyebab keracunan diduga karena para korban mengkonsumsi makanan yang dibawa dari rumah panitia selaku penyelenggara hajatan rutin perwiritan perempuan di Lingkungan Kampung Lalang Kelurahan Sioldengan Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu.
Dimana, menurut keterangan salah satu korban yang sempat diwawancarai Utamanews di ruang UGD Rumah Sakit Umum (RSU) Rantauprapat menyampaikan bahwa korban sebelumnya ada mengkonsumsi makanan berupa nasi putih dengan lauk taucho kacang dan telur rendang yang dibawa dari perwiritan.
Pasca mengkonsumsi makanan tersebut, lebih kurang sekitar 4 jam waktu selangnya, pada sekira pukul 9.00 wib tepatnya Senin malam (19/2), korban mulai mengalami gejala mual, pening dan mencret. Kondisi seperti itu dialami korban sampai pagi hari dan lebih banyak waktunya berada dikamar mandi karena terganggunya pencernaan.
"Sekitar 4 jam lah bang selang waktunya usai memakan makanan yang dibawa dari perwiritan, dari jam 9 malam sampai pagi hari, tidur-tidur di kamar mandi karena terus mengalami mencret, kalau dikamar takutnya ngak sempat lari ke kamar mandi," ujar Hariati menjelaskan.
Senada dengan Hariati, salah satu keluarga korban lainnya yang turut mendampingi pasien di ruang UGD RSU Rantauprapat menjelaskan bahwa keluarganya yang keracunan sebelumnya juga ada mengkonsumsi makanan yang dibawa dari hajatan perwiritan perempuan berupa nasi dengan lauk taucho kacang dan telur rendang.
Namun, waktu mulai mengalami gejala mual, pening dan mencret berbeda dengan korban Hariati. Keluarganya mulai mengalami gejala sekitar pukul 3 dinihari pada Selasa (20/2/24).
"Mengalami gejala sekitar pukul 3 dinihari, dibawa ke rumah sakit jam 9 pagi, makanan yang dimakan nasi, taucho kacang sama Telur Rendang," tutur keluarga korban kepada Utamanews.
Sementara itu, ditempat yang sama dari keterangan Staf Medis Rumah Sakit Umum (RSU) Rantauprapat, menjelaskan bahwa pasien yang masuk ke ruang UGD tidak berbarengan, para pasien datang ke rumah sakit bertahap dari pagi hingga siang dan sore hari.
"Masuknya pasien tidak sekaligus, bertahap bang, ada yang pagi, siang dan sore hari, bahkan malam ini pun ada yang masuk lagi, yang terdata sekitar 80 orang terdiri dari anak dan orang dewasa, laki-laki dan perempuan".
"Kemungkinan ada bertambah lagi yang masuk bang, kami ini terus berupaya memberikan perawatan medis pada pasien yang mengalami keracunan," jelasnya.
Disisi lain terpisah, Camat Rantau Selatan saat dikonfirmasi Utamanews lewat panggilan selulernya membenarkan kejadian keracunan massal yang dialami warganya yang berdomisili di Kelurahan Sioldengan dan Urung Kompas.
"Benar bang, kalau pastinya berapa warga mengalami keracunan kami belum mengetahui detailnya, karena masih terus bertambah yang masuk rumah sakit, cuman itu warga yang keracunan ada yang dari lingkungan sei buaya Kelurahan sioldengan sama warga lingkungan kampung lalang kelurahan urung Kompas".
"Ceritanya begini bang, semalam siang warga di lingkungan sei buaya ini mengikuti perwiritan, jadi yang melaksanakan perwiritan ini dirumah pak Umar, tadinya kan pak Umar tinggal di kelurahan sioldengan dan sekarang pindah ke lingkungan kampung lalang kelurahan urung Kompas".
"Pulang dari perwiritan, orang ini dibontoti, kayak seperti nasi berkah gitu lah bang, dibawa lah nasi bontot itu ke rumah, di situlah mungkin warga kami ini keracunan makanan itu setelah dimakan, dan keluarga yang punya hajatan perwiritan juga kena bang, anaknya sama suaminya sekarang posisinya sudah di rumah sakit umum," terang Camat Rantau Selatan Ade Ramadhiansyah Siregar, SE.
Lebih lanjut, Ade Ramadhiansyah Siregar, SE menambahkan bahwa dari pemerintah setempat dan kabupaten sudah turun menjenguk warga yang mengalami keracunan di Rumah Sakit Umum (RSU) Rantauprapat.
"Tadi kita juga dari pemerintah setempat dan kabupaten diantaranya pak Sekda, ada juga pak Kapolres, Asisten 1 datang menjenguk warga yang keracunan massal di Rumah Sakit Umum (RSU) Rantauprapat".
"Semua warga yang terkena itu, kita rujuk semua ke rumah sakit umum, ada sekitar 8 orang juga tadi dirujuk ke rumah sakit karya bakti ujung bandar untuk mendapat perawatan medis," sebut Camat.
Sambungnya "Kami dari pemerintah sangat prihatin atas kejadian yang dialami warga yang keracunan massal ini, dan harapan nya semua warga yang terkena dapat sembuh seperti sedia kala, dan kami terus memantau dan akan melakukan perhatian yang terbaik kepada semua warga untuk mendapat perawatan medis hingga pulih dan sehat kembali," harap camat mengakhiri komunikasinya.