Indah, Balita Penderita Hydrocepalus Butuhkan Uluran Tangan
Labuhanbatu (utamanews.com)
Oleh: Junaidi
Sabtu, 17 Feb 2018 13:17
Junaidi
Bayi Indah di rumah neneknya yang sangat sederhana di Labuhanbatu
Indah, bayi berusia 2 tahun, warga Jalan Paindoan Bawah, kelurahan Kota, kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu, menderita Hidrocepalus dan sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah juga masyarakat untuk mengobati penyakitnya.
Informasi dihimpun pada Sabtu (17/2/18), dikarenakan keterbatasan dana dan perekonomian keluarga yang pas-pasan Indah hanya mendapatkan perawatan seadanya saja. Orangtuanya Sartika (18 tahun), baru dua bulan ini bekerja sebagai TKW di Malaysia, dan Indah hanya tinggal bersama neneknya, Heliyus (46 tahun).
"Setelah kelahirannya sekitar 15 hari, Indah pernah dibawa kerumah sakit RSUP Adam Malik Medan untuk mendapatkan perawatan medis, namun setelah dirawat selama 10 hari di RSUP milik pemerintah tersebut, indah dibawa kembali ke rumah karena tidak adanya biaya", ujar Heliyus saat berbincang dengan wartawan.
Ditambahkanya, analisis dokter pada saat itu menyebutkan, "Cairan dalam kepala Indah tidak bisa disedot, otaknya sudah encer, kata dokter fatal bila disedot."
Pihak keluarga dalam hal ini, sangat mengharapkan perhatian dan bantuan dari pemerintah, dan juga bantuan dari para dermawan untuk kesembuhan penyakit yang diderita Indah.
"Setidaknya kami dapat melakukan chek up ulang ke RSUP Adam Malik, apakah cairan yang di kepala Indah sudah dapat disedot atau belum? Berhubung usia Indah kini genap sudah dua tahun," tutur nenek Indah ini.
Saat berkunjung, kediaman Indah terlihat rumah yang sangat sederhana dan menempel dengan tiang listrik di dekat gerbang pemakaman umum muslim lingkungan Paindoan. Sementara untuk memenuhi kebutuhan Indah, neneknya bekerja sebagai sales di perusahaan kredit barang elektronik.
Saat dikonfirmasi ke Puskesmas Kota melalui staf yang tidak berkenan disebutkan namanya, menyampaikan, "Kepala Puskesmas Kota, Dr. Hj Fianna Molhaini, MM., bersama beberapa staf dan bidan desa, pada 5 Januari 2018, telah berkunjung ke kediaman Indah untuk melihat kondisinya dan mengukur lingkar kepalanya, serta memberikan tali kasih yang diberikan langsung oleh Kepala Puskesmas Kota, dan sampai saat ini Indah masih terus dipantau oleh bidan desa."