Sabtu, 02 Mei 2026

Di Sidimpuan Wabah Difteri Belum Ditemukan

Padang Sidempuan (utamanews.com)
Oleh: Sahrul Ramadan Harahap Selasa, 19 Des 2017 21:49
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan, Balyan Skes Mkes., saat memberikan keteranga terkait wabah difteri.
 Dok

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan, Balyan Skes Mkes., saat memberikan keteranga terkait wabah difteri.


Merebaknya wabah difteri menjadi kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) yang ditangani pemerintah lewat Dinas kesehatan di masing-masing daerah yang terjangkit. Di Kota Padangsidimpuan, selama 2017 wabah bakteri difteri ini belum ada ditemukan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe melaui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Balyan mengatakan, terkait adanya penyebaran wabah difteri yang terjadi di beberapa daerah di indonesia, untuk di wilayah Kota Padangsidimpuan, belum ada warga yang terjangkit. "Sampai saat ini belum ada temuan dan laporan yang didapat," ungkapnya Senin (18/12/2017).
Balyan menerangkan, wabah difteri dapat dengan mudah terjangkit apabila tidak mendapatkan vaksin difteri. "Biasanya yang mudah terjangkit itu yang tidak melakukan imunisasi dan mendapat vaksin," jelasnya.

Untuk mengantisipasinya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan seluruh petugas Puskesmas dan Posyandu se-Kota Padangsidimpuan, lewat himbauan dan pemberitahuan, sesuai dengan surat edaran Gubernur Sumut Nomor 440/7260/2017, perihal kewaspadaan terhadap difteri di Provinsi Sumut. "Lewat surat edaran Gubernur kita tindak lanjuti kembali dengan memberikan himbauan ke seluruh Puskesmas dan Posyandu yang ada di seluruh wilayah Kota Padangsidimpuan," tuturnya.

Adapun pemberitahuan dan himbauan tersebut, meminta kepada masing-masing petugas kesehatan untuk melaksanakan croscek terhadap cakupan imunisasi rutin dan apabila cakupan di bawah 90 persen, supaya ditingkatkan dengan mengikutsertakan peran aktif dari masyarakat. 

Kemudian, memperhatikan BIAS DT dan TD pada anak SD se-derajat. Dan apabila masih ada sasaran yang terlewatkan supaya segera diimunisasi. Lalu, meningkatkan peran serta masyarakat dan lintas sektor di wilayah masing-masing dalam pencapaian target serta sasaran imunisasi rutin. Juga, kepada petugas kesehatan untuk melaporkan segera, apabila tiap ditemukan satu kasus difteri dan dinyatakan sebagai KLB (Kejadian Luar Biasa).

"Namun yang paling penting untuk mencegah dan mengantisipasi difteri, kuncinya adalah imunisasi. Jika masyarakat melakukan imunisasi secara teratur dan penuh, maka tidak akan terkena wabah difteri," terang Balyan.

Editor: Windra
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️