Dalam istilah medis, penyakit mata merah disebut dengan Konjungtivis. Penyakit ini disebabkan oleh pembengkakan konjungtiva.
Konjungtiva adalah selaput lendir yang melapisi kelopak mata dan permukaan mata. Jika terjadi iritasi atau infeksi, maka lapisan mata akan menjadi bengkak dan merah.
Biasanya saat ada orang sedang mengalami penyakit Mata Merah, kita dilarang untuk menatap matanya secara langsung. Sebab dikatakan bisa menular. Apakah memang benar seperti itu?
Pengakit mata merah Ditularkan oleh Bakteri dan Virus
Mata bisa terkena iritasi dan infeksi disebabkan adanya virus atau bakteri, yang bisa menular dengan sangat mudah.
Jika dikaitkan dengan virus atau bakteri yang mudah menular, banyak yang mengatakan bahwa penyakit mata merah ini dapat ditularkan melalui tatapan langsung karena dipercaya bahwa bakteri dan virus bisa menular melalui udara.
Padahal, faktanya keadaan ini tidaklah benar. Penyakit mata merah dapat tertular lewat sentuhan, bukan tatapan.
Menurut dokter mata bernama Rchard G. Shugatman, kuman tidak berjalan atau berpindah melalui cahaya atau udara dari satu orang ke yang lainnya.
Penularan bakteri atau virus penyakit mata merah ini bisa menular hanya kalau kita bersentuhan langsung dengan bakteri atau virus tersebut. Misalnya seseorang yang mengalami mata merah menggosok matanya, lalu dia memegang gelas.
Kemudian gelas yang sama disentuh oleh orang lain, yang kemudian tidak sengaja orang tersebut menyentuh atau menggosok matanya sendiri. Maka orang tersebut bisa tertular konjungtivis.
Agar tidak mudah tertular penyakit mata merah kita harus rutin mencuci tangan setelah menggunakan benda apapun yang dipakai bersama.
Penyakit mata ini biasanya memang tidak serius, karena bisa hilang setelah tujuh atau sepuluh hari tanpa perlu diobati.