Warga Kembali Amankan 88 Orang PMI/WNI/TKI Ilegal Di Dusun V Bagan Asahan, Tanjung Balai- Asahan
Asahan (utamanews.com)
Oleh: Marshal
Sabtu, 16 Mei 2020 09:06
Untuk kesekian kalinya warga Bagan Asahan temukan PMI/WNI/TKI Ilegal yang datang dari negara Malaysia lewat jalur tikus di perairan Tanjung Balai Asahan.Tadi malam, hari Jumat (15/05/2020) sekitar pukul 20.45 WIB, ada 88 orang PMI/WNI/TKI Ilegal ditemukan warga di Tangkahan Gudang Belacan Atek Kembilik, Dusun V Bagan Asahan, Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan.
Temuan itu langsung dilaporkan warga kepada Camat Tanjung Balai M. Idris Hasibuan, SH dan selanjutnya Camat melakukan koordinasi dengan pihak Satpol Air Tanjung Balai, Tim Gugus Tugas COVID-19 Kota Tanjung Balai serta sejumlah aparat keamanan lainnya untuk rencana evakuasi.
Ketika ditanya awak media, Sekretaris Kesbangpol Kota Tanjung Balai Drs. Agus Toni yang bertugas di Tim Gugus Tugas COVID-19 Kota Tanjung Balai bahwa sejumlah 88 orang PMI/WNI/TKI Ilegal itu mendarat melalui jalur- jalur tikus di sekitar pantai Bagan Asahan.
"Setelah mendarat seluruhnya dilakukan pendataan dan cek suhu tubuh oleh Posko COVID-19 di Desa Bagan Asahan kemudian dievakuasi ke Tim Gugus Tugas COVID-19 Kota Tanjung Balai untuk diadakan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut", ujarnya.
Adapun 88 orang PMI/WNI/TKI Ilegal itu berasal dari Jawa Timur 1 orang, Aceh 27 orang, Padang 1 orang, Kabupaten Asahan 42 orang, Kabupaten Batubara 1 orang, Kota Tanjung Balai 5 orang, Kabupaten Simalungun 2 orang, Kabupaten Labuhanbatu Utara 1 orang, Kabupaten Deli Serdang 2 orang dan Kabupaten Serdang Bedagai 1 orang.
"Dari 88 orang tersebut ada dua orang yang kondisinya kurang sehat batuk dan sesak, sehingga langsung dievakuasi ke RSUD dr. Tengku Mansyur Kota Tanjung Balai, namun setelah dilakukan pemeriksaan Rapid Test hasilnya negatif," ujar Agus Toni.
Dijelaskannya, secara umum hasil pemeriksaan tidak ada ditemukan gejala-gejala terpapar COVID-19 meskipun di Malaysia saat ini cukup banyak juga yang terjangkit Virus mematikan itu.
"Nanti kita koordinasikan dengan pemerintah daerah dari masing-masing domisilinya untuk langkah penjemputan", sebut Agus Toni.