Rabu, 22 Apr 2026

Viral Video Beras Plastik, Satreskrim Polres Binjai Periksa Sejumlah Saksi

Binjai (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Aqil Selasa, 10 Okt 2023 17:10
Para pihak yang berkaitan dengan video viral beras plastik
 Istimewa

Para pihak yang berkaitan dengan video viral beras plastik

Menyikapi viralnya dugaan beras berbahan plastik yang beredar saat digelarnya Gerakan Pangan Murah Pemko Binjai, Satuan reskrim Polres Binjai langsung bergerak cepat dan mengumpulkan sejumlah pihak, diantaranya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Sumatera Utara, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Binjai serta Bulog Kota Medan, di Kantor Walikota Binjai, Selasa (10/10).

Dalam pertemuan tersebut, Satreskrim Polres Binjai meminta semua pihak untuk mendukung proses pembuktian terkait dugaan beras berbahan plastik yang sudah viral di media sosial (medsos).

Tidak hanya itu, Polres Binjai juga sudah mengambil sampel beras dan memeriksa sejumlah saksi terkait keberadaan beras tersebut. 

Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Zuhatta Mahadi, saat dikonfirnasi awak media mengatakan, sampel beras saat ini sudah diambil dan dikirimkan ke laboratorium di Bogor. 
"Sampel beras sudah diambil dan dikirimkan untuk dilakukan uji laboratorium di Bogor," ucap Kasatreskrim Polres Binjai. 

Perwira Pertama Polisi ini juga mengatakan, pihaknya juga sudah memanggil dan meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk dari pihak Dinas terkait. 

"Saksi saksi sudah kita periksa, termasuk warga dan dinas terkait serta Bulog yang menyalurkan beras tersebut ke sejumlah Kabupaten Kota di Sumatera Utara," tegas AKP Zuhatta Mahadi. 

Sebelumnya, Wakil Ketua Cabang Bulog Medan, Matius Prananta Sitepu, juga mengatakan bahwa pihaknya mendukung upaya Pemko Binjai dan Polres Binjai untuk melakukan uji laboratorium terhadap beras yang disalurkan ke warga. 
produk kecantikan untuk pria wanita

"Kami sangat mendukung upaya Pemko dan Polres Binjai untuk melakukan uji laboratorium terkait beras tersebut, guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga Binjai," ucap Wakil Ketua Cabang Bulog Medan tersebut. 

Matius Prananta Sitepu juga menjelaskan bahwa beras merek SPHP merupakan beras impor dari negara Vietnam, Thailand, India, Pakistan dan Myanmar yang telah melewati banyak proses uji, diantaranya proses pemeriksaan kualitas yang sudah cukup ketat dan berlapis lapis. 

"Proses pemeriksaan beras Impor ini sudah berulangkali dilakukan mulai dari negara pengekspor yang sudah dilakukan pemeriksaan kualitas oleh otoritas makanan negara pengekspor, dan saat tiba di Indonesia juga sudah diperiksa oleh dua lembaga, yaitu Sucofindo dan Balai Karantina dari Kementrian Pertanian RI, sehingga jika beras tersebut tidak layak dikonsumsi, maka tidak akan bisa masuk ke Indonesia," jelas Matius. 

iklan peninggi badan
Matius Prananta Sitepu juga menyampaikan bahwa saat ini stok beras dengan merk SPHP didalam gudang Bulog Medan berkisar 50.000 ton. 

"Saat ini stok beras di gudang bulog Medan berkisar 50.000 ton," urainya.

Ditempat yang sama, Kepala UPT Perlindungan Tanaman Pangan Holtikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi Sumut, Marino, mengatakan bahwa sampel yang akan dibawa ke laboratorium di Bogor ini akan memakan waktu 7 hingga 10 hari kedepan. Namun diharapkan uji laboratorium ini akan memakan waktu lebih singkat. 

"Biasanya uji laboratorium ini akan memakan waktu 7 sampai 10 hari, namun ini kita akan coba mendesak pihak laboratorium untuk mempercepat prosesnya," ucap Marino. 
Editor: Herda
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️