Pasca banjir yang melanda Kota Binjai baru baru ini, membuat harga beberapa kebutuhan bahan pokok mengalami kenaikan.
Tidak hanya itu, kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Kota Binjai, menambah kebingungan masyarakat.
Pantauan awak media pada Senin (1/12) dinihari, sejumlah SPBU yang masih beroperasi, tampak diserbu warga. Salah satunya di SPBU Tanah Tinggi. Disini, ratusan mobil dan sepeda motor tampak mengular hingga ke badan jalan demi mendapatkan BBM.
Hal yang sama juga dengan SPBU Sukaramai, Kecamatan Binjai Barat. Disini, antrean bahkan sampai sekitar 1 Kilometer.
"Udah 2 jam kami nunggu bang. Tapi belum juga dapat (BBM). Sementara besok mau kerja," ungkap salah seorang pengendara kendaraan bermotor yang sedang mengantre.
Berbeda dengan SPBU yang ada di Kebun Lada. Disini, walau BBM jenis Pertalite sudah habis, namun warga masih banyak yang mengantre.
"Biar ajalah ngantre bang. Daripada gak dapat," ucap warga.
Sementara itu, salah seorang petugas SPBU Sukaramai mengatakan, saat ini untuk pengisian BBM jenis Pertalite dibatasi.
"Untuk kereta (sepeda motor) hanya tiga puluh saja. Kalau mobil seratus ribu," beber salah seorang petugas SPBU yang enggan menyebutkan namanya tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, kelangkaan BBM masih terus terjadi. Bahkan pedagang eceran yang biasanya menjual BBM dipinggir jalan pun tampak sepi dan nyaris tidak ada. Kalau pun ada, harga perliternya bisa mencapai Rp. 30.000.
"Tadi saya beli satu botol Aqua harganya empat puluh ribu," kata warga.
Sulitnya mendapat BBM semakin diperparah dengan langkanya Gas elpiji 3 Kg (melon). Menurut warga, Kelangkaan tersebut sudah terjadi sejak sekitar dua hari yang lalu.
"Bukan minyak aja yang langka, gas pun udah gak ada. Gimana kami mau masak," ungkap beberapa orang emak emak di Kecamatan Binjai Barat.
Warga pun berharap, Pemerintah dapat segera menyelesaikan krisis BBM dan Gas elpiji ini.