Rocky Gerung tidak hadir dalam agenda pemeriksaan di Bareskrim Polri terkait kasus dugaan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bareskrim mengungkapkan bahwa Rocky telah meminta penundaan pemeriksaan.
"Dari tim kuasa hukum Rocky, hari ini yang bersangkutan tidak dapat hadir untuk pemeriksaan," ungkap Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro kepada wartawan pada Senin, 4 September 2023.
"Dia meminta agar pemeriksaan dijadwalkan ulang pada Rabu, tanggal 6 September," tambahnya.
Seperti yang kita ketahui, Rocky Gerung dilaporkan kepada polisi atas dugaan penghinaan terhadap Jokowi. Kasus ini masih dalam proses penyidikan.
Djuhandhani menjelaskan bahwa Bareskrim dan Polda jajaran telah menerima 24 laporan polisi terkait perkara ini. Selain itu, polisi telah memeriksa 72 saksi dan 13 ahli.
"Telah dilakukan BAP terhadap 72 saksi dan 13 ahli," katanya.
Adapun pernyataan Rocky Gerung di kanal YouTube milik Refly Harun menuai sorotan. Begini pernyataan Rocky yang dinilai menghina Jokowi, kalimat kasar kami sensor:
Begitu Jokowi kehilangan kekuasaannya, dia jadi rakyat biasa, nggak ada yang peduli nanti. Tetapi, ambisi Jokowi adalah mempertahankan legasinya. Dia mesti pergi ke China buat nawarin IKN. Dia mesti mondar-mandir dari satu koalisi ke koalisi yang lain untuk mencari kejelasan nasibnya. Dia memikirkan nasibnya sendiri. Dia nggak mikirin nasib kita.
Itu b** yang t. Kalau dia b* pintar, dia mau terima berdebat dengan Jumhur Hidayat. Tapi b* t* itu sekaligus b** yang pengecut. Ajaib, b** tapi pengecut.