Selasa, 28 Apr 2026

Ribuan Gempa Berlokasi di Aceh dan Sumut, BMKG Wilayah I Siaga Sampai Akhir Tahun

Medan (utamanews.com)
Oleh: Dian Kamis, 28 Des 2023 09:08
Tangkapan layar data BMKG Medan
 Istimewa

Tangkapan layar data BMKG Medan

Sekitar 2000 gempa telah terjadi sepanjang tahun 2023 di daerah Aceh dan Sumatra Utara per Kamis, 28 Desember 2023. Balai Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I menangkap kejadian gempa ini melalui sistem monitoring 24 jam dengan mengandalkan sebaran sensor gempa bumi di daratan Sumatra.

Muh. Hanif Zarkasi sebagai seismologist BMKG Wilayah I mengatakan bahwa kejadian gempa wilayah Utara Sumatra menjadi tanggung jawab Pusat Gempa Regional I.

Hanif menjelaskan bahwa sebanyak 2000 kejadian gempa tersebut, sekitar 56 kejadian gempa dirasakan. "Hal ini menjadi suatu perhatian khusus bagi kami untuk lebih lagi memahami proses tektonik dan seismisitas di wilayah Aceh dan Sumut," ujarnya, Kamis (28/12).

Ketua tim seismologist BMKG Wil. I, Chichi Nurhafizah menjelaskan aktivitas gempa yang dianalisa terjadi dari dua sumber utama yaitu zona subduksi dan megathrust di Samudra Hindia dan patahan aktif Sumatra.
Zona aktif subduksi Sumatra dibentuk oleh pergerakan lempeng tektonik dari Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia dengan kecepatan 5 - 6 cm/tahun akibat densitas yang lebih besar. Penunjaman tersebut menyebabkan palung Samudra Hindia dan beberapa pulau di depan Sumatra serta patahan Sumatra yang cenderung bergerak menganan serta beberapa kejadian gempa dan tsunami.

"Patahan Sumatra sendiri bergerak 1 - 2 cm/tahun, walaupun lebih kecil tapi efek kerusakan nya lebih besar karena dekat dengan pemukiman, seperti gempa Tarutung 2022 M 6.2 dan Pidie Jaya di 2017 dengan M 6.7," tambah Chichi.

Secara terpisah, Kepala BBMKG Wil. I, Hendro Nugroho menjabarkan aktivitas gempa bumi secara statistik yaitu gempa dengan magnitudo (M) 1-2 berjumlah 327 kejadian, M 2-3 jumlah 1170 kejadian, M 3-4 jumlah 404 kejadian, M 4-5 jumlah 83 kejaidan, M 5-6 jumlah 12 kejadian dan M > 6 sebanyak 2 kejadian. Selain itu, total gempa kedalaman dibawah 50 km sebanyak 1665 kejadian, 50 - 100 km sebanyak 150 kejadian, 100 - 250 km sebanyak 184 kejadian dan > 250 km sebanyak 1 kejadian.

"Dari sebaran gempa bumi dapat kita lihat beberapa klaster yang signifikan seperti di Lhoksumawe yang terjadi di awal Januari, di Singkil dengan M 6.2 , di sebelah tenggara Nias" tambah Hendro.
produk kecantikan untuk pria wanita

Hendro juga menambahkan bahwa klaster gempa tersebut patut diwaspadai dan dipelajari lebih lanjut. 

"Secara tektonik, wilayah Aceh Tengah paling tinggi seismisitas yang dipengaruhi oleh aktivitas sesar geser Aceh Tengah dan Tripa yang sangat aktif. Sedangkan di Sumatra Utara, wilayah Tarutung paling banyak terjadi gempa bumi yang diperngaruhi oleh aktivitas dari sesar Toru, dan kami memiliki rencana besar untuk membuat suatu buku tentang sejarah gempa merusak di wilayah Sumatra Utara dengan analisis yang lengkap sebagai bagian dari pengabdian kami," tambah Hendro.

Koordinator geofisika BBMKG Wil. I, Lewi Ristiyono, menambahkan bahwa historis gempa merusak di wilayah PGR I paling fenomenal karena telah membangkitkan gempa Aceh-Andaman pada tahun 2004 dengan M 9.0 dan juga Nias pada tahun 2005 dengan M 8.5. Keduanya sangat merusak karena diikuti oleh tsunami lebih dari 10 meter dan mengakibatkan ratusan ribu korban jiwa.

iklan peninggi badan
Lewi juga menambahkan, 26 Desember menjadi momentum bagi kita untuk menyadari bahwa kita hidup di wilayah yang sangat rawan gempa bumi dan oleh karena itu perlu kesadaran dan kerjasama untuk meminimalisir kerusakan yang akan datang. Tidak hanya tsunami, gempa di darat juga harus kita waspadai seperti gempa terakhir di Tarutung pada 2022 yang membuat beberapa bangunan tinggi hancur. Selain itu, gempa Pidie Jaya 2017 dan Bener Meriah 2013 yang mengakibatkan longsor cukup luas dan tidak adanya persiapan serta langkah mitigasi mengakibatkan kerugian mencapai triliunan rupiah. 

Hendro Nugroho kemudian menutup dengan slogan "adaptif", yang mana kita harus beradaptasi dengan kejadian alam ditempat tinggal kita dan tahu cara menyelamatkan diri dengan langkah mitigasi yang tepat maka gempa bukan lagi ancaman tetapi sebagai bagian dari kehidupan. 

Masyarakat juga dihimbau untuk tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG melalui aplikasi infoBMKG dan laman resmi yaitu @infobmkgsumut.
Editor: Budi
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️