Minggu, 03 Mei 2026

Otak Pelaku Penculikan Dua Warga Dalam Buruan Polres Serdang Bedagai Polda Sumut

Sergai (utamanews.com)
Oleh: Erick Yoma Selasa, 25 Jul 2023 14:05
Para korban penganiayaan dan penculikan serta rekaman CCTV dilokasi kejadian dengan mobil yang diduga digunakan oleh para pelaku
 Istimewa

Para korban penganiayaan dan penculikan serta rekaman CCTV dilokasi kejadian dengan mobil yang diduga digunakan oleh para pelaku

Kepolisian Polres Serdang Bedagai saat ini masih memburu dua otak pelaku yang mendalangi penculikan dan penganiayaan terhadap dua warga Lingkungan X, Kelurahan Tualang, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai beberapa waktu lalu. 

Kasat Reskrim Polres Sergai AKP Yoga Mahendra ketika di konfirmasi di ruangan kerja nya mengatakan pihak Kepolisian masih memburu dua otak pelaku yang menginstruksikan penculikan dan penganiayaan tersebut. 

"Saat ini dua orang sudah kita amankan dan dua orang otak pelaku sebenarnya masih kami lakukan pengejaran", kata Yoga, Selasa (25/7/2023).

Adapun dua otak pelaku dalam penculikan dan penyerangan tersebut, adalah Nakkok Sitanggang dan Maruba Sitanggang yang juga residivis kasus narkoba pada tahun 2017.
Keduanya diketahui warga Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai. 

"Dua otak pelaku itu adalah Nakkok dan Maruba yang saat ini masih terus dilakukan pencarian," tegas Yoga. 

Berdasarkan keterangan dari dua pelaku yang sudah diamankan petugas, peristiwa koboy puluhan preman itu dilatarbelakangi adanya kasus pelemparan mobil yang dilakukan oleh korban. 
"Berdasarkan dari keterangan pelaku katanya mobil milik Nakkok dilempar saat melintas sehingga mereka melakukan penyerangan dan penculikan. Meski begitu kami masih terus kembangkan," ucap nya. 

produk kecantikan untuk pria wanita
Kasus penyerangan dan penculikan dua warga lingkungan X, Kelurahan Tualang, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai oleh puluhan preman terjadi Rabu (20/7/2023) dini hari. 

Dua orang korban bernama Andika Pratama dan Muhamad Alfatih Sinaga. Keduanya diculik oleh pelaku dari depan rumahnya. 

Menggunakan senjata tajam dan satu pucuk senjata api para pelaku membawa paksa keduanya menggunakan mobil. 

Berdasarkan keterangan korban dari video wawancara yang diterima awak media, Minggu (23/7/2023), diketahui kedua korban dianiaya menggunakan senjata api dan senjata tajam. 
iklan peninggi badan

"Mereka pukul kepala seperti menggunakan ujung senjata api. Itu ada sebanyak dua kali karena saat itu mereka mau masukan akun ke dalam mobil cuman aku kan ada sedikit perlawanan, jadi mereka pukul kepala aku sama mata aku juga," kata Muhamad Alfatih. 

Akibat peristiwa itu, kepala Alfatih robek dan juga memar pada bagian mata. Menurut korban kejadian itu bermula adanya suara ribut ribut dari depan rumahnya. Ternyata keributan itu dilakukan sekelompok orang yang mencari dirinya. 

"Awalnya kan ada ribut ribut di depan rumah. Saya sebagai warga situ mau nolong, katanya ada maling. Tiba tiba ada dua mobil dan kendaraan yang datang. Mereka langsung paksa saya dan kawan saya masuk mobil, seperti yang ada di CCTV itu," kata Alfatih. 

Tak hanya disitu, Alfatih dan satu temannya Andika Pratama kemudian dibawa ke dalam sebuah gudang. Di Sana para pelaku kembali melakukan penganiayaan. 

"Sewaktu di mobil mata kami ditutup. Kemudian kami dimasukkan ke dalam gudang dan disana kami di hajar sampai babak belur. Ini badan saya banyak dipukulin oleh para pelaku," kata Alfatih. 

Jika Alfatih dipukul dengan senjata api, temannya Andika mengalami luka bacok pada bagian punggung. 

"Ini punggung saya ada 20 jahitan kena bacok, " kata Andika. 

Andika mengatakan, para pelaku membawa mereka berkeliling melintasi tol ke sebuah tempat yang gelap. Para pelaku juga tak segan memukul keduanya jika melawan atau bersuara. 

"Disitu kami dibawa ke mobil, kalau kita bersuara atau melawan mereka langsung menghajar dengan sadis. Kemudian menjelang subuh mereka intrograsi kami. Disitu dia tanya dimana Cakil, sekalian mereka pukul kami pakai tangan kosong dan senjata api," tutur Andika. 

Puas melakukan penganiayaan, para pelaku kemudian meninggalkan korban di depan pintu masuk jalan Tol Lubuk Pakam. 

Kasus penculikan dan penganiayaan terhadap keduanya pun sudah dilaporkan ke Polsek Perbaungan. Hingga kini polisi sudah mengamankan dua orang pelaku. 

Kedua pelaku adalah Aminurahim alias Amin Caki dan Resi. Keduanya diamankan pada dua lokasi berbeda oleh Polres Sergai. 

"Pelakunya adalah Aminurahim dan Resi. Mereka ditangkap di dua lokasi berbeda, yakni daerah Kecamatan Pagar Merbau dan Lubukpakam," ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Jumat (21/7/2023). 

Hadi mengatakan, selain dua orang pelaku, polisi juga mengamankan senjata tajam hingga satu pucuk senjata api dan empat proyektil. 

Para pelaku juga membawa senjata api dan menembakkan dua peluru saat menculik dua korban kemudian melakukan penganiayaan. 

“Setibanya di lokasi para OTK itu melakukan pengerusakan beberapa kendaraan roda dua sembari meletuskan dua kali senjata api ke udara dan menculik Andika Pradana Ginting serta Muhammad Alfatih Sinaga," ungkap nya. 

Saat itu terjadi aksi koboy puluhan pelaku yang melakukan penculikan dan penganiayaan korban masih dalam penyelidikan Polres Sergai. 

"Untuk pelaku lain masih dalam proses pengejaran dan motif dalam penyelidikan," tutup Hadi.
Editor: Donini Ari Rajagukguk
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️