Selasa, 28 Apr 2026

OTK Bubarkan Unjuk Rasa Anti Korupsi Di Depan Kantor Kejaksaan Balige

Tobasa (utamanews.com)
Oleh: Sam Sabtu, 10 Mar 2018 06:10
Sejumlah OTK saat membubarkan paksa aksi unjuk rasa anti korupsi di depan Kantor Kejari Tobasa, Jumat (9/3).
 Dok IWO

Sejumlah OTK saat membubarkan paksa aksi unjuk rasa anti korupsi di depan Kantor Kejari Tobasa, Jumat (9/3).

"Ganyang Koruptor dari Tobasa, Tuntaskan Kasus PKK, Copot Kajari Tobasa"

Demikian spanduk yang dibawa massa dari Forum Pemuda Toba saat berunjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri Toba Samosir, Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Jumat (9/3) siang. 

Namun tidak berapa lama, sekelompok orang tak dikenal membubarkan paksa aksi damai penyampaian tuntutan penuntasan penanganan kasus dugaan korupsi tersebut.

Sahat Gurning yang merupakan pimpinan aksi menyampaikan orasinya, menuntut penuntasan kasus dugaan korupsi, dan menyebut bahwa belasan massa Forum Pemuda Toba yang menggelar aksi ini sebagai refleksi 19 tahun usia Toba Samosir, yang berulang tahun tepat pada 9 Maret.

Aksi damai yang dikawal puluhan personil Polri ini awalnya berjalan lancar dan damai dengan membawa spanduk, poster berisi tuntutan mereka unntuk penuntasan kasus dugaan korupsi yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Tobasa, yang hingga saat ini, dinilai tidak ada penuntasannya. "Termasuk kasus dugaan korupsi Perjalanan Dinas PKK ke Lombok, dan kasus dugaan korupsi pengadaan Bibit Durian di Dinas Pertanian Toba Samosir," ujarnya.
Setelah menyampaikan orasinya, massa lalu menggelar prosesi tiup lilin sebagai simbol perayaan ulang tahun Toba Samosir ke-19, saat prosesi itulah sekelompok orang lalu mendekat ke barisan massa, mereka lalu menghalangi aksi melakukan prosesi tiup lilin. Mereka bahkan membubarkan secara paksa massa. Mereka mengaku tidak layak melakukan perayaan ulang tahun dengan cara peniupan lilin tersebut.

"Jangan ada acara perayaan ulang tahun di sini, tadi sudah kami izinkan orasi, sekarang mau tiup lilin. Bubar....! Bubar!! Balige ini kampung saya," ujar salah seorang pria berbadan kurus.

Massa yang tidak mau terpancing akhirnya memilih membubarkan diri dengan damai, untuk menjaga kericuhan yang terus dipancing oleh sekelompok orang yang mengaku masyarakat setempat.

Upaya pembubaran ini dinilai sangat janggal, karena yang dituntut para massa adalah penuntasan kasus korupsi, apalagi penolakan tersebut datang dari eleman masyarakat. 
produk kecantikan untuk pria wanita

Meski mendapat tekanan dari sekelompok orang, namun Sahat mengaku jika aksi penolakan korupsi tersebut masih akan terus berlanjut. 

"Upaya penghentian kampanye anti korupsi ini sebelumnya sudah terjadi kepada salah seorang Presidium Forum Pemuda Toba, Rudi Napitupulu, dirinya dipukuli oleh seorang preman di rumahnya sehari sebelum aksi damai itu digelar. Bahkan penganiayaan itu disaksikan langsung oleh anak istrinya. Meski banyak intervensi dan upaya-upaya memecah belah kami, kami akan terus maju menyuarakan anti korupsi di Toba Samosir, kami tidak ingin uang rakyat digerogoti oleh para koruptor di Tobasa," tukas Sahat.
Editor: Erickson
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️