Sekelompok masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani (Koptan) Giat Bersama menghentikan aktifitas penumbangan sawit menggunakan 2 excavator backhoe di Desa Bangun Baru Kecamatan Sei Kepayang Kabupaten Asahan, Minggu (7/6/2020).
Dalam rekaman video yang diterima UTAMANEWS, tampak sejumlah masyarakat memprotes aksi tersebut dan menyebut-nyebut nama Ucok SP.
Seorang anggota Koptan Giat Bersama berinisial Z, menyatakan bahwa lahan yang kebun sawit yang dirusak 2 alat berat tersebut milik Ali Saragih, anggota Koptan Giat Bersama.
"Lahan anggota kami ditumbang bang, dengan menggunakan alat berat jenis Excavator Backhoe. Sempat beberapa pohon sawit di lahan anggota kami itu ditumbang. Tak terima atas kejadian itu kami datang beramai-ramai meminta kepada Operator alat berat untuk menghentikan kegiatannya", sebut Z.
Diduga titik lokasi yang dikerjakan oleh operator tersebut diklaim dua pihak, yakni Koptan Giat Bersama dan Tim Ucok SP.
Menurut Z, kedatangan alat berat itu sebenarnya untuk melaksanakan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR ) yang mana program PSR ini adalah program pemerintah. Rakyat diberikan bantuan sebesar Rp.25.000.000 per hektarnya untuk pengelolaan lahan agar menjadi lebih berpenghasilan, yang mana mekanisme program ini, pohon sawit yang lama yang tidak produktif akan diganti dengan bibit yang lebih unggul agar pendapatan petani lebih meningkat.
AKBP Nugroho Dwi Karyanto selaku Kapolres Asahan yang dikonfirmasi wartawan mengklarifikasi bahasa perusakan tersebut menyatakan bahwa peristiwa tersebut bukan pengrusakan.
"Informasi dari Kapolsek bahwa timnya ada mengamankan di TKP itu. Informasi Kapolsek, itu bukan pengrusakan. Memang lahan itu sama pemiliknya mau dibuat lahan baru. Masak pemilik mau kerjakan lahannya sendri, yang ada suratnya di bilang pengrusakan??" jawab Kapolres melalui pesan Whatsapp-nya.
Informasi dari Halim Dalimunthe selaku penasehat Koptan Giat Bersama, pihaknya akan mendatangi Kantor Dinas Pertanian Asahan. "Kami akan mendatangi Kantor Dinas Pertanian Kab. Asahan untuk memperjelas lokasi titik koordinat program PSR tersebut. Hal ini untuk mencegah, agar tidak terjadi konflik di lapangan", tutur Halim.
Pantauan media, dua alat berat yang berada areal Koptan Giat Bersama tidak lagi melaksanakan kegiatannya.